... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Memahami Posisi AS dan Perang Proksi Saudi-Iran

Foto: Yaman

KIBLAT.NET – Kini Amerika Serikat berada pada posisi yang sulit untuk dipahami orang awam. Pada Rabu, (25/03), AS melakukan serangan udara untuk memerangi pejuang Sunni (ISIS) di Iraq. “Pesawat-pesawat tempur AS sekarang melakukan serangan udara dalam mendukung upaya Iraq untuk mengambil kota Tikrit dari kelompok ISIS,” ujar militer AS pada seperti dilansir dari NBC News.

Sebagaimana diketahui, dalam perang melawan ISIS, koalisi militer AS membantu pemerintah Iraq, pasukan Peshmerga Kurdi dan milisi-milisi Syiah lokal.

Tapi hanya dalam beberapa jam berikutnya, AS membantu pengeboman Arab Saudi melawan ekstremis Syiah – pemberontak Hautsi – di Yaman.

“Menteri Luar Negeri John Kerry memuji kerja koalisi dan menggarisbawahi dukungan AS untuk usaha – termasuk berbagi informasi intelijen, menargetkan bantuan, dan penasehat dan bantuan logistik – dalam pembicaraan dengan rekan-rekannya di wilayah tersebut pada hari Kamis,” menurut sebuah laporan terpisah NBC.

Harus dipahami bahwa latar belakang dukungan AS atas tindakannya di Iraq dan Yaman, tentu saja, adalah perang proksi yang jelas di Timur Tengah antara Syiah Iran dan Sunni Arab Saudi.

New York Times menulis, salah satu alasan mengapa Amerika Serikat telah mengambil peran yang lebih aktif dalam kampanye pemboman di Iraq karena khawatir bahwa Iran kini memiliki terlalu banyak pengaruh di negeri ini.

“Jika Amerika tidak terlibat, mereka takut jadi terpinggirkan oleh Teheran di negara di mana mereka telah menumpahkan banyak darah dalam dekade terakhir, kata para pejabat, yang berbicara tanpa menyebut nama.”

BACA JUGA  Generasi Pendahulu: Generasi yang Unik

Yang jelas, kelompok Syiah di mana pun mereka berada kerap menunjukkan standar gandanya terhadap kampanye militer Koalisi AS di Iraq dan Koalisi Teluk di Yaman. Di Iraq, kelompok Syiah pura-pura menutup mata atas dukungan AS dan mengecam seluruh pejuang Sunni habis-habisan.

Sementara di Yaman, para penganut sekte Syiah berbalik menyerang AS dan negara-negara Arab Sunni, utamanya Arab Saudi.

Kesepakatan nuklir

Perang proksi antara Iran dan Arab Saudi ini juga membuat kesepakatan nuklir antara negara-negara Barat (P5+1) dengan Iran lebih rumit. Dan dalam setiap negosiasi yang rumit, menit-menit terakhir kesepakatan selalu menjadi lebih sulit.

“Selama beberapa minggu terakhir, Iran telah semakin menolak segala jenis ‘kerangka’ kesepakatan formal pada tahap ini dalam tiap negosiasi. Teheran lebih memilih pernyataan yang lebih umum dalam ‘pemahaman’ yang diikuti oleh kesepakatan akhir pada bulan Juni, menurut para diplomat Barat yang terlibat dalam pembicaraan, lapor New York Times.

“Jika posisi ini bertahan – salah satu dari banyak diketahui dari beberapa hari mendatang – Amerika Serikat dan lima mitra negosiasinya dapat menemukan dirinya dalam posisi yang tidak nyaman. Karena mereka memahaminya sementara Iran akan pulang untuk menawarkan versi mereka sendiri. Itu merupakan tantangan politik berat untuk pemerintahan Obama,” tulis LA Times.

Pembicaraan terkait Iran telah diulang pada Jumat (27/03), dan 31 Maret adalah batas waktu bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan.

BACA JUGA  Mau Refund Dana Haji? Begini Prosedurnya

 

 

Sumber: NBC

Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

AS: Bersimbah Darah, Rezim Suriah Tak Bisa Menjadi Bagian dari Solusi Politik

KIBLAT.NET, Washington – Presiden Suriah Bashar Assad dan sekutunya tidak memiliki tempat dalam solusi politik negara...

Ahad, 29/03/2015 06:28 0

Arab Saudi

Raja Salman: Operasi Teluk Terus Berlanjut Hingga Yaman Stabil

KIBLAT.NET, Riyadh – Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mengatakan pada Sabtu, (28/03) bahwa serangan terhadap...

Ahad, 29/03/2015 06:00 0

Suriah

Alhamdulillah, Kota Idlib Sepenuhnya Dikuasai Mujahidin

KILAT.NET, Idlib – Revolusi Umum Suriah mengatakan kelompok “revolusioner” berhasil menguasi menguasai kota Idlib secara total...

Ahad, 29/03/2015 05:35 0

Foto

Galeri Foto: Liputan Langsung Operasi Pembebasan Idlib

KIBLAT.NET, Idlib — Sabtu, 28 Maret 2015 Mujahidin berhasil menguasai kota Idlib. Berikut ini beberapa...

Ahad, 29/03/2015 00:28 1

Artikel

Islamophobia dan Muslim Barat yang Kena Getah Taqiyah

KIBLAT.NET – Istilah Islamophobia diketahui pertama kali digukan oleh Alphonse Étienne Dinet dan Sliman ben...

Sabtu, 28/03/2015 19:30 0

Indonesia

Jika Melanggar HAM, Polisi Harus Berikan Hak Remidi pada Korban

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Muhammad Nurkhoiron menyatakan bahwa penindakan yang dilakukan aparat kepolisian khususnya...

Sabtu, 28/03/2015 19:10 0

Indonesia

Komnas HAM Mulai Kumpulkan Bukti-bukti Pelanggaran Densus 88

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mulai melakukan pengumpulan bukti-bukti...

Sabtu, 28/03/2015 18:25 0

Info Event

Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Buka Rekrutmen Anggota Baru, Ayo Gabung!

KIBLAT.NET – Jurnalis Islam Bersatu (JITU), sebuah organisasi jurnalis Muslim untuk menghasilkan karya jurnalistik yang...

Sabtu, 28/03/2015 18:03 0

Indonesia

Heboh Berita ISIS di Indonesia, Sebuah Untold Story (Bag 2)

Lanjutan dari berita sebelumnya: Ketika  Musim  Proyek  Baru  Tiba Polisi  masih  bersikukuh  untuk  menahan  12 ...

Sabtu, 28/03/2015 17:18 0

Indonesia

Heboh Berita ISIS di Indonesia, Sebuah Untold Story (Bag 1)

KIBLAT.NET, Jakarta – Masyarakat Indonesia beberapa waktu terakhir dihebohkan dengan berita hilangnya 16 warga Indonesia...

Sabtu, 28/03/2015 15:05 0

Close