... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Filipina Prihatin atas 3 Warganya Terbunuh dalam Operasi Imigrasi di Malaysia

Foto: Polisi Sabah

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Kedutaan Filipina di Malaysia pada Senin, (23/03) mengatakan bahwa pihaknya “sangat prihatin” atas kematian tiga remaja Filipina yang tidak memiliki dokumentasi selama razia imigrasi oleh pemerintah Malaysia di Lahad Datu, Sabah.

Sabah yang berbatasan laut dengan provinsi selatan Filipina, Tawi-Tawi, merupakan jalur bagi ratusan warga Filipina ilegal untuk memasuki negara paling timur Malaysia setiap tahunnya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Diduga korban yang diidentifikasi adalah Nordin Akang, 16; Lahudin Nasir, 17; dan Alex Nasir, 18. Mereka meninggal pada 21 Maret 2015 dalam operasi yang dilakukan oleh Komando Timur Keamanan Sabah (ESSCOM) terhadap individu tidak berdokumen di pasar umum Lahad Datu.

ESSCOM dibentuk pada Maret 2013 untuk mencegah serangan bersenjata menyusul serangan selama sebulan di Kampung Tanduo, oleh militan dari Filipina Selatan.

Serangan oleh orang-orang -yang berusaha untuk menegaskan klaim teritorial yang belum terselesaikan oleh Filipina ke Sabah timur- mengakibatkan korban tewas dari 56 penyusup, sembilan personel keamanan Malaysia dan enam warga sipil.

Kedutaan Filipina mengatakan dalam pernyataan hari Senin bahwa itu mereka “sangat prihatin atas kematian tiga warga Filipina, dua di antaranya adalah anak di bawah umur.”

Mereka juga menyerukan “perlakuan manusiawi terhadap individu yang tidak berdokumen, termasuk bagaimana cara operasi dilakukan.”

Malaysia adalah rumah bagi ribuan orang Filipina. Banyak dari mereka tidak memiliki dokumen resmi dan berada di Sabah, wilayah yang kaya sumber daya ini juga diklaim oleh Filipina.

BACA JUGA  Malaysia Akan Terjunkan Militer untuk Tekan Penyebaran Corona

Kebanyakan dari mereka berasal dari provinsi Muslim dari Basilan, Sulu, Tawi-Tawi, dan daerah miskin lainnya dari utara dan tengah Filipina diganggu oleh konflik bersenjata antara pejuang Muslim dan tentara pemerintah.

Kedutaan Filipina pada Ahad lalu telah mengirim tim yang berjumlah tiga orang ke Lahad Datu untuk menginvestigasi kematian para laki-laki itu.

Mereka bertemu saudara-saudara dari tiga korban dan berunding dengan otoritas polisi pada Senin pagi.

Tim ini telah meminta diadakannya penyelidikan yang imparsial, dan harus dengan dilengkapi salinan dari setiap laporan polisi, kata kedutaan.

 

Sumber: Anadolu

Penulis: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

[Video] Tabligh : Jujur Dalam Iman Oleh Ust. Abu Harits, Lc

KIBLAT.NET- Jujur kepada Iman merupakan perintah agung dari Allah SWT. Allah SWt berfirman : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ...

Selasa, 24/03/2015 07:24 0

Suriah

Rezim Assad Serang Area Jatuhnya HeIikopter Mereka di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Aktivis Suriah pada Senin, (23/03) mengatakan pesawat tempur pemerintah rezim Suriah telah...

Selasa, 24/03/2015 07:02 0

Palestina

Singgung Warga Arab, PM Netanyahu Minta Maaf

KIBLAT.NET, Al-Quds – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin, (23/03) meminta maaf atas...

Selasa, 24/03/2015 06:35 0

Indonesia

JK: Al-Qaidah, Juga ISIS, Muncul dari Niat yang Baik

KIBLAT.NET, Jakarta – Saat membuka acara Konferensi Internasional Terorisme dan ISIS, Wapres RI Jusuf Kalla...

Selasa, 24/03/2015 06:00 0

Indonesia

TPM: Ustadz Afif Tak Pernah Danai Pelatihan Militer di Aceh

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Tim Pembela Muslim, Ahmad Michdan, SH menegaskan Ustadz Afif Abdul Majid...

Selasa, 24/03/2015 05:41 0

Indonesia

Sidang Ustadz Afif, Tiga Saksi Tidak Mengenal Terdakwa

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (23/3/3/2015) kembali menggelar sidang perkara terorisme...

Selasa, 24/03/2015 00:35 0

Indonesia

JK: Munculnya ISIS, Tak Lepas dari Keinginan Kembali ke Masa Awal Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menilai bahwa fenomena kemunculan Negara Islam Iraq...

Senin, 23/03/2015 21:34 1

Indonesia

LAZISH Amanatul Ummah Poso Bantu Korban Banjir Kayamanya

KIBLAT.NET, Poso – LAZISH Amanatul Ummah Poso bekerjasama dengan Ikatan Majelis Taklim Muslimah Poso melakukan...

Senin, 23/03/2015 21:12 0

Indonesia

Musim Dingin Mendera, HASI Konsisten Sampaikan Bantuan untuk Rakyat Suriah

KIBLAT.NET, Salma – Musim dingin tengah melanda Bumi Syam, termasuk di dalamnya Suriah dan Palestina....

Senin, 23/03/2015 21:00 0

News

An-Nashr Institute: Ada Kampanye Anti Islam di Balik Propaganda Kriminalisasi ISIS

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur An-Nashr Institute, Munarman, SH menilai penangkapan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai...

Senin, 23/03/2015 18:00 0

Close