... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

An-Nashr Institute: Ada Kampanye Anti Islam di Balik Propaganda Kriminalisasi ISIS

Foto: Munarman, SH

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur An-Nashr Institute, Munarman, SH menilai penangkapan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai pendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan justifikasi yang dilakukan oleh pakar hukum internasional, Hikmahanto Juwono dalam wawancaranya dengan media Kompas.

Menurut Munarman, ada dua fokus masalah dari pernyataan Hikmahanto di media tersebut. Pertama, wawancara tersebut pasti diinisiasi oleh Kompas dalam upaya untuk kampanye dan propaganda anti Islam, yang notabene merupakan media milik katolik.

“Teknik ‘pinjam mulut’ sudah sangat biasa digunakan oleh media-media anti Islam dalam rangka mem-blow up dan menyeragamkan opini yang menyudutkan kelompok Islam. Teknik ini sudah sangat lama dijadikan metode utk melemahkan opini yang non-maintream,” kata Munarman saat dihubungi oleh Kiblat.net, pada Ahad (22/3/2015).

Bila kita periksa, lanjut Munarman, hampir boleh dikatakan tidak ada representasi opini dari narasumber yang kritis terhadap isu ISIS ini, hampir sepenuhnya Kompas hanya memuat beragam opini yang memojokkan orang-orang yang dituduh terlibat ISIS dan opini yangg menghakimi ISIS sebagai penjahat.

“Hampir tidak pernah Kompas memuat analisis yang jernih tentang peta konflik di timur tengah apalagi memuat bantahan dari kelompok yang selalu dipersepsi sebagai penjahat oleh Kompas,” tuturnya.

Pada sisi lain, ucapnya, Kompas selalu memuat opini dengan teknik pinjam mulut untuk mempropagandakan liberalisme, sekulerisme dan pluralisme yang sudah dinyatakan sesat dan bertentangan dengan Islam oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

BACA JUGA  Takmir Masjid Beberkan Alasan UGM Tolak Ustadz Abdul Somad

Media tersebut dengan santai dan terkesan sinis dengan fatwa sesat paham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme, beranggapan paham-paham tersebut bukan bahaya sama sekali bagi umat islam, namun selalu menyebut paham ISIS, tanpa jelas kriteria sesatnya.

“Padahal ISIS bukan paham, tapi nama kelompok yang sudah bubar, berganti menjadi Daulah Islam, namun terus menerus di-blow up sebagai paham pemikiran. Jadi ada missleading issue secara sengaja yang dikembangkan oleh Kompas,” jelasnya.

Seperti diketahui, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai, warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS bisa dijerat pidana. Begitu pula bagi WNI yang membiayai warga Indonesia untuk bergabung dengan ISIS.

Ketentuan tersebut, menurut Hikmahanto, sudah diatur pada pasal yang ada dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Dalam Buku 2 Bab 3 KUHP diatur tentang kejahatan-kejahatan terhadap negara sahabat dan terhadap kepala negara sahabat serta wakilnya,” kata Hikmahanto seperti dilansir dariompas.com, Jumat (20/3/2015).

Hikmahanto mencontohkan Pasal 139a yang menyebutkan, “Makar dengan maksud melepaskan wilayah atau daerah lain dari suatu negara sahabat untuk seluruhnya atau sebagian dari kekuasaan pemerintah yang berkuasa di situ, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun”.

“Pasal ini dapat digunakan bagi WNI yang berhubungan dengan ISIS mengingat ISIS memerangi pemerintahan yang sah di Irak dan Suriah. Dua negara ini merupakan negara sahabat dari Indonesia,” ucap Hikmahanto.
Reporter: Bilal Muhammad

BACA JUGA  KH Luthfi Basori Nilai Penolak Muslim United Kelompok Liberal

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

IPAC: Pemimpin MILF Tak Pernah Lindungi Marwan

KIBLAT.NET – Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), sebuah lembaga kajian yang berbasis di...

Senin, 23/03/2015 17:26 0

Indonesia

Munarman: Propaganda Hitam Pendukung ISIS, Bentuk Kepandiran Kelompok Anti-Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Upaya menghalang-halangi seperti yang dilakukan pemerintah, kampanye dan propaganda hitam terhadap pendukung ISIS,...

Senin, 23/03/2015 16:40 0

Indonesia

Pendukung ISIS Dijerat Pasal Serangan Negara Sahabat, An-Nashr Institute: Suriah Bukan Negara Sahabat

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur An-Nashr Institute, Munarman, SH mengkritik pernyataan pakar hukum internasional Hikmahanto Juwono...

Senin, 23/03/2015 16:00 0

Indonesia

PUSHAMI: Sekuritisasi Isu ISIS, Pra-kondisi RUU Kamnas

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Pengkajian Kebijakan Strategis Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Jaka Setiawan...

Senin, 23/03/2015 15:23 0

Rohah

Seorang Gubernur, Keledai, dan Bunyi Lonceng

Seorang gubernur daerah suatu ketika berjalan-jalan melihat rakyatnya. Saat itu, ia ingin berkunjung ke sebuah...

Senin, 23/03/2015 10:18 0

Video Kajian

Tabligh: Lamanya Ujian Oleh Ust. Abu Harits, Lc

KIBLAT.NET- Setiap manusia pasti diuji oleh Allah SWT. Banyak sekali dari kita yang tumbang dan...

Senin, 23/03/2015 07:32 0

Video News

Detik Detik Jatuhnya Helikopter Milik Militer Nushairiyah di Pedesaan Idlib

KIBLAT.NET – Sebuah helikopter milik tentara Nushairiyah jatuh di pedesaan Idlib, helikopter yang membawa seorang...

Senin, 23/03/2015 05:35 0

Indonesia

Selain Rumah Amin Mude, Densus 88 Geledah Rumah di 3 Lokasi Ini

KIBLAT.NET, Jakarta – Rupanya, tidak hanya rumah Amin Mude di Legenda Wisata, Cibubur, Bogor, saja...

Ahad, 22/03/2015 16:10 0

Indonesia

Polisi Kembali Gerebek Rumah Amin Mude di Cibubur

KIBLAT.NET, Jakarta – Meski sudah pernah digerebek pada akhir Desember 2014 lalu, Tim Densus 88 Polri...

Ahad, 22/03/2015 16:01 0

Artikel

Wawancara dengan Amir Mujahidin Kaukasus di Suriah, Salahuddin As-Sishani

KIBLAT.NET – Jihad Muqowamah yang dimulai dengan perlawanan rakyat Suriah yang tertindas melawan rezim tirani Syiah Nusairiyah dan...

Ahad, 22/03/2015 15:44 0

Close