... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Wawancara dengan Amir Mujahidin Kaukasus di Suriah, Salahuddin As-Sishani

Foto: Salahudin As-Sishani, Amir Jaisyul Muhajirin wal Anshar.

KIBLAT.NET – Jihad Muqowamah yang dimulai dengan perlawanan rakyat Suriah yang tertindas melawan rezim tirani Syiah Nusairiyah dan Partai Baath dengan cepat bertransformasi dari sebuah perang sipil menjadi konflik berskala besar. Seluruh kekuatan baik lokal maupun global saling berebut pengaruh.

Pada saat semua tiran di seluruh dunia dari timur hingga barat secara langsung maupun tidak langsung menyuntikkan kekuatan terhadap rezim Assad, satu-satunya pihak yang datang membantu masyarakat Suriah adalah para mujahidin yang jujur yang datang dari berbagai belahan negeri-negeri muslim di seluruh dunia.

Salah satu kelompok perlawanan yang paling berpengaruh memimpin pertempuran melawan rezim Assad dan milisi syiah yang didukung oleh negara bernama Republik Majusi Iran adalah cabang Imarah Kaukasus yang beroperasi di negeri Syam, yaitu Jaisyul Muhajirin Wal Anshor.

Mereka telah menarik perhatian atas kesuksesan mereka di medan tempur melawan rezim dan juga karena hubungan yang baik antara mereka dengan warga Suriah secara umum. Pemimpin Umum Jaisyul Muhajirin wal Anshor, Salahuddin As-Sishani menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh situs berita Islam independen, Ummet-I Islam. Kiblat.net menghadirkan wawancara dengan Salahuddin As-Sishani ke hadapan sidang pembaca.

Ummet-i Islam: Amir Salahuddin, pertama-tama kami menyampaikan terima kasih atas kesediaan anda menerima wawancara. Belum lama ini kami mendengar kabar adanya usaha pembunuhan terhadap diri anda. Namun demikian, qoddarallah, mujahidin lainnya Ukasah Dagestani telah menemui syahid. Jika tidak keberatan, bisakah anda memberi informasi tentang peristiwa ini?

Salahuddin Sishani: Upaya pembunuhan terhadap para pemimpin mujahidin di negeri Syam merupakan suatu hal yang tidak asing lagi. Ikhwan-ikhwan kita masih terus menginvestigasi untuk menemukan penyebab kejadian tersebut yang mengakibatkan syahidnya saudara kita Ukasah. Kami tidak terburu-buru untuk mendapatkan hasil akhirnya. Insya Allah, kita akan menemukan penyebabnya cepat ataupun lambat.

Ummet-i Islam: Bagaimana situasi secara umum mujahidin di Suriah bagian utara di mana kelompok anda juga sangat aktif? Apa yang bisa anda sampaikan dari sudut pandang gerakan Islam untuk jangka pendek ke depan?

Salahuddin Sishani: Alhamdulillah, keadaan kami dan juga keadaan ihwan-ihwan di kelompok-kelompok Islam yang lain hari demi hari semakin membaik. Dan ini tidak terbatas hanya pada usaha memukul mundur serangan rezim Syiah Nusairy serta usaha menggagalkan pengepungan pasukan mereka terhadap kota Aleppo. Pada saat ini kelompok-kelompok Islam mulai berinteraksi secara efisien dan saling pengertian dan mulai terbentuk kesepahaman di antara mereka. Sekarang operasi-operasi diatur/dilaksanakan dari pusat komando gabungan. Bagi saya, hal ini adalah sebuah keberhasilan yang besar.

Insya Allah, kami berharap ini adalah langkah besar menuju persatuan kelompok-kelompok Islam. Namun, kita tidak bisa terburu-buru mengenai hal itu (persatuan). Sebagaimana para ulama jihadi menasehati kita, kita harus peka terhadap kelompok-kelompok paling kecil sekalipun dan tidak memaksa mereka untuk meleburkan diri ke dalam kelompok-kelompok yang lebih besar.

Ummet-i Islam: Bisakah anda memberikan informasi kepada kami mengenai pembentukan baru Front Ansaruddin? Kelompok-kelompok mana saja yang ikut membentuk Front Ansaruddin, serta bagaimana hubungan antar mereka (kelompok-kelompok itu) di dalam Ansaruddin?

Salahuddin Sishani: Kami, sebagai Jaisyul MuhajirinWal Anshar, membentuk aliansi dengan Fajrul Syam, di mana banyak saudara-saudara kami dari Turki juga hadir dan terlibat, di antaranya: Gerakan Syamul Islam dan Katibah al-Khadra. Kemudian Katibah al-Khadra menyatakan kepada kami mengenai keinginannya untuk bergabung dengan Jaisyul Muhajirin Wal Anshar, yang kami terima dengan sukacita. Saudara kami Mu’tasim, pemimpin Lajnah Syar’iyyah, melakukan pengorbanan besar ini. Kami berbaris dalam satu formasi barisan untuk mencapai tujuan bersama. Kami tidak salah dalam melihat kepada saudara-saudara kami ini dan mereka menunjukkan kepada kami hal-hal terbaik mereka. Kami sangat senang dengan mereka dan bergabung bersama mereka.

BACA JUGA  Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Ummet-i Islam: Jaisyul Muhajirin Wal Anshar masuk dalam daftar organisasi teroris internasional yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika. Apa komentar anda mengenai hal ini?
Salahuddin Sishani: Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan mengenai hal ini. Saya pribadi tidak berminat dan tidak peduli mengenai berita ini serta berita sejenisnya. Namun saya telah menanyakan pendapat para mujahidin lainnya mengenai daftar ini dan saya dapati mereka bahkan lebih tidak tertarik dibandingkan saya.

Ummet-i Islam: Bentrokan antara kelompok Daulah (ISIS) dengan kelompok-kelompok Islam lainnya seperti Jabhah Nusrah dan Ahrarus Syam terus berlangsung di Suriah. Bagaimana pendirian/sikap Ansaruddin terkait isu ini?

Salahuddin Sishani: Kami tidak pernah berkomentar tentang di mana posisi kami terkait isu-isu semacam itu. Namun demikian ini bukan alasan untuk membolehkan menumpahkan darah kaum muslimin. Kami tidak ingin memerangi siapapun selain orang-orang kafir dan memerangi orang-orang kafir adalah tujuan utama kami. Namun demikian bagi siapa saja yang mencoba menyerang kami, mereka akan mendapat belasan yang setimpal.

Ummet-i Islam: Bagaimana hubungan anda dengan maasyarakat lokal dan juga dengan mujahidin Anshar lainnya? Apakah ada perubahan sikap dari penduduk lokal (Anshar) terhadap pada muhajirin, terutama setelah terjadinya pertempuran antara kelompok Daulah (ISIS) dengan kelompok mujahidin lainnya?

Salahuddin Sishani: Alhamdulillah, karena sikap/posisi kami jelas dalam menghadapi fitnah ini, hubungan kami dengan penduduk lokal dan juga dengan para mujahidin Anshar bahkan semakin membaik. Kami bahkan menjadi lebih dekat seperti saudara sendiri. Kami tidak menyaksikan selain keramahtamahan dan kebaikan dari mereka. Segala puji bagi Allah yang menyatukan hati-hati kaum muslimin.

Ummet-i Islam: Jihad sudah berlangsung selama bertahun-tahun di negeri asal kalian di Kaukasus utara. Apa yang menyebabkan mujahidin Kaukasus datang ke Suriah padahal jihad masih berlangsung di sana?

Salahuddin Sishani: Setiap orang punya alasan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, tadinya saya ingin pergi dari Georgia ke Dagestan dan Chechnya dengan sekelompok ihwan. Kejadian ini ceritanya menjadi berbeda-beda seperti yang tertulis di situs-situs berita Islam. Kami ingin pergi ke Chechnya, namun perjalanan takdir membawa kami ke Suriah, dan kami menemukan diri kami sendiri telah berada di Suriah. Pada saat itu saya telah berbaiat kepada Amir Dokku Abu Utsman rahimahullah. Dan sekarang saya sudah berbaiat kepada Amir yang baru, Syeikh Ali Abu Muhammad. Jika seandainya Amir Imarah Kaukasus memanggil saya, saya akan meletakkan amanah sebagai pemimpin Jaisyul Muhajirin wal Anshar dan pergi ke manapun seperti yang ia perintahkan ke mana saya harus pergi.

Suriah

Amir Jaisy Muhajirin wal Anshar, Salahudin Al-Shishani

Ummet-i Islam: Beberapa pemimpin wilayah yang berada di propinsi Chechnya dan Dagestan menarik baiat mereka terhadap pemimpin Imarah Kaukasus Syeikh Ali Abu Muhammad, lalu kemudian memberikannya kepada pemimpin kelompok Daulah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi. Sehingga muncul perpecahan di antara mujahidin di Kaukasus. Apa pendapat anda tentang hal ini?

Salahuddin Sishani: Terutama berkaitan dengan masalah sumpah, memenuhi janji merupakan masalah kehormatan bahkan bagi masyarakat jahiliyah. Hal seperti ini sudah pernah terjadi di Kaukasus sejak jaman dahulu. Demikian jika seseorang yang telah menyatakan sebagai bagian dari jihad dan mujahidin lalu memutuskan janji setianya tanpa alasan yang valid, saya melihat mereka menjadi jauh dari Islam dan Syariah. Dan saya berfikir jika mereka memutuskan janji setia mereka dari Ali Abu Muhammad sebagai orang yang telah mereka kenal, kemudian berjanji setia (baiat) kepada Ibrahim Awwad (Abu Bakar al-Baghdadi) yang mereka tidak kenal sebelumnya, berarti mereka mengikuti ambisi dan hawa nafsu saja. Namun kami dan saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Masing-masing orang bertanggung jawab dengan apa yang mereka kerjakan. Saya kira, barangkali dengan cara ini Allah melakukan pembersihan (seleksi/tamhis) atas barisan mujahidin. Wallahu A’lam.

BACA JUGA  Ubah Indonesia Jadi Lebih Baik, K.H. Ma’ruf Amin Ingin Teladani Perjuangan Rasulullah

Ummet-i Islam: Apa nasehat anda untuk para mujahidin di Kaukasus dalam menghadapi fitnah semacam ini?

Salahuddin Sishani: Ini mirip dengan pertanyaan sebelumnya. Saya ingin menambahkan bahwa sebagai muslim kita tahu bahwa kehidupan dunia merupakan ujian, dan ujian ini tidak akan pernah berakhir sampai kita meninggal dunia. Merupakan kemenangan pertama bagi para pemuda muslim jika mereka bisa meninggalkan segala keterikatan mereka dengan keluarga, sanak saudara, teman, dan tempat tinggal lalu kemudian bertekad untuk ikut berjihad. Namun demikian banyak orang yang lalai melupakan fakta bahwa ujian belum berakhir. Dan ujian itu sama sekali bukan hanya berupa pertempuran, dihujani bombardir, serta serangan intensif dari pihak musuh. Hal yang paling penting adalah untuk selalu istiqomah di jalan yang benar dan tidak menuju kepada kesesatan. Sangat mungkin seseorang yang bersenjata bisa terjerumus kepada hal-hal yang ganjil dan berakhir dengan perang yang salah. Jika para pemuda muslim yang belum berpengalaman itu tidak mengerti apa yang seharusnya dilakukan, mereka harus bertanya kepada orang-orang yang tahu persoalan (ulama). Mereka harus memberi perhatian terhadap para ulama dan pendapat-pendapat mereka tentang masalah tersebut. Bahkan seandainya para ulama jihadi itu tidak memiliki pendapat terhadap permasalahan tersebut, seorang muslim harus punya perhatian dan cara pandang yang bijak untuk tidak mengikuti seruan yang mengajak kepada perselisihan dan penyerangan (terhadap sesama muslim)

Dikabarkan bahwa Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang “karomah apa yang paling besar”, dan ia menjawab bahwa sebesar-besar karomah adalah istiqomah di jalan yang benar hingga akhir kehidupan.

Ummet-i Islam: Apakah anda punya pesan untuk kaum muslimin di Turki melalui situs Ummat-I Islam?

Salahuddin Sishani: Ya, pertama saya ingin mengingatkan diri saya sendiri, dan juga kepada saudara-saudara kita di Turki dan seluruh kaum muslimin lainnya akan sejarah yang gemilang dari para pendahulu kita. Kita bangga dengan sejarah kita, perjuangan Imam Mansur dan Imam Syamil. Dan juga umat Islam bangga dengan Khilafah Utsmaniyah. Kami bangga dengan Sultan Muhammad al-Fatih dan para pendahulu lainnya.

Dan saya ingin mengingatkan kepada semua orang bahwa kehormatan hanya ada bersama Islam. Jika kita mencari kehormatan kepada selain Islam, maka Allah SWT akan menimpakan kehinaan kepada kita.

Semoga Allah SWT menguatkan diri kita untuk selalu berada di atas jalan kebenaran dan jihad.
Terima kasih atas semuanya. Semoga Allah SWT menolong anda juga di jalan ini. Semoga Dia memberi pahala kepada anda dan membawa anda kepada jalan kebaikan. Fii Amanillah.

 

Alih Bahasa: Yasin Muslim
Sumber: www.ummetislam.net

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

IPW Minta Kepolisian Selidiki Dugaan Intimidasi dalam Pemeriksaan Ayah Aisyahnaz

KIBLAT.NET, Jakarta – Pihak kepolisian diminta melakukan penyelidikan terkait dugaan intimidasi dan teror oleh penyidik...

Ahad, 22/03/2015 15:20 0

Video Kajian

Fiqih Nazilah: Hukum Uang Muka Untuk Pembelian

KIBLAT.NET– Fiqih Nazilah: Hukum Uang Muka Untuk Pembelian. Istilah  uang muka tentu saja sudah tak asing...

Ahad, 22/03/2015 07:27 1

Indonesia

IPW: Polisi Cenderung Melakukan Intimidasi Terkait Isu Radikalisme dan Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan dugaan adanya tindakan intimidasi yang dilakukan aparat...

Sabtu, 21/03/2015 18:00 0

Investigasi

Kasak-kusuk ISIS dan Nasib Naas Ayah Aisyahnaz

KIBLAT.NET – “Wah, kalau sekarang kayaknya, tidak bisa ditanya-tanya dulu. Dari kemarin sudah ditanya-tanya terus....

Sabtu, 21/03/2015 17:16 2

Manhaj

Jangan Salah, Jihad Masih Akan Senantiasa Ada

Dalam perang melawan kelompok jihadis (kontra terorisme), AS mulai menyadari bahwa konfrontasi militer bukanlah satu-satunya...

Sabtu, 21/03/2015 16:00 0

News

Kanada Perpanjang Misi Militer Lawan ISIS di Iraq

KIBLAT.NET – Perdana Menteri Kanada Stephen Harper pada hari Rabu mengatakan bahwa Kanada akan berusaha...

Sabtu, 21/03/2015 11:05 0

News

TPM: Kasus Ustadz Afif Jadi Pintu Masuk Pidanakan Pendukung ISIS

KIBLAT.NET, Jakarta – Tindakan hukum yang diberlakukan terhadap Ustadz Afif Abdul Majid dinilai sebagai pintu...

Sabtu, 21/03/2015 10:48 0

News

Laporan ICG: Syiah Hautsi dari Saada hingga Sanaa

KIBLAT.NET – International Crisis Group (ICG), sebuah lembaga pemantau konflik yang berbasis di Brussels, Belgia...

Sabtu, 21/03/2015 10:41 0

Indonesia

Sepulang dari Turki, BNPT Akan Mengisolir 16 WNI yang Hilang

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui bahwa tidak ada pasal...

Sabtu, 21/03/2015 09:33 0

Video Kajian

Tadzkirah: Sebelum Terlambat

KIBLAT.NET- Allah SWT berfirman dalam Al Quran : وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ...

Sabtu, 21/03/2015 09:29 0

Close