... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

IPW Minta Kepolisian Selidiki Dugaan Intimidasi dalam Pemeriksaan Ayah Aisyahnaz

Foto: Indonesia Police Watch (IPW)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pihak kepolisian diminta melakukan penyelidikan terkait dugaan intimidasi dan teror oleh penyidik dalam pemeriksaan ayah Aisyahnaz, Mahfouzt Firdaus, yang berujung pada percobaan bunuh diri. Dengan penyelidikan itu diharapkan citra buruk polisi tidak semakin terpuruk.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menyatakan, tindakan intimidasi dan teror yang dilakukan polisi dalam proses penyidikan merupakan masalah internal kepolisian.

Menurutnya, para pimpinan di kepolisian bertanggung jawab dalam memperingatkan anggotannya, sehingga tidak melakukan tindakan tersebut.

“Para pimpinan kepolisian jangan malah memebiarkan penyidiknya itu melakukan intimidasi dan teror terhadap para terperiksa. Dan juga tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Neta kepada Kiblat.net, Jumat (20/03).

Neta khawatir, jika hal itu terus terjadi maka masyarakat tidak akan mau lagi membantu polisi. Masyarakat menjadi enggan memberikan kerterangan yang dibutuhkan oleh pihak berwajib.

“Kalaupun mereka memberikan keterangan, ya mereka merasa terintimidasi, stres dan putus asa,” imbuhnya.

Melihat peristiwa yang menimpa ayah Aizyahnaz, IPW mendesak agar instansi kepolisian terkait melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Kepolisian harus mengungkap dugaan adanya intimidasi dan teror terhadap Mahfouzt Firdaus sehingga berujung pada percobaan bunuh diri.

“Jadi dalam hal ini Polda Jabar harus menyelidiki kasus ini. Supaya citra polisi yang sekarang ini telah terpuruk, tidak semakin terpuruk,” pungkasnya.

 

BACA JUGA  Polisikan Novel Baswedan, Politisi PDIP Dewi Tanjung Dianggap Ngawur

Reporter : Imam S.

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Fiqih Nazilah: Hukum Uang Muka Untuk Pembelian

KIBLAT.NET– Fiqih Nazilah: Hukum Uang Muka Untuk Pembelian. Istilah  uang muka tentu saja sudah tak asing...

Ahad, 22/03/2015 07:27 1

Manhaj

Jangan Salah, Jihad Masih Akan Senantiasa Ada

Dalam perang melawan kelompok jihadis (kontra terorisme), AS mulai menyadari bahwa konfrontasi militer bukanlah satu-satunya...

Sabtu, 21/03/2015 16:00 0

News

Kanada Perpanjang Misi Militer Lawan ISIS di Iraq

KIBLAT.NET – Perdana Menteri Kanada Stephen Harper pada hari Rabu mengatakan bahwa Kanada akan berusaha...

Sabtu, 21/03/2015 11:05 0

News

TPM: Kasus Ustadz Afif Jadi Pintu Masuk Pidanakan Pendukung ISIS

KIBLAT.NET, Jakarta – Tindakan hukum yang diberlakukan terhadap Ustadz Afif Abdul Majid dinilai sebagai pintu...

Sabtu, 21/03/2015 10:48 0

News

Laporan ICG: Syiah Hautsi dari Saada hingga Sanaa

KIBLAT.NET – International Crisis Group (ICG), sebuah lembaga pemantau konflik yang berbasis di Brussels, Belgia...

Sabtu, 21/03/2015 10:41 0

Video Kajian

Tadzkirah: Sebelum Terlambat

KIBLAT.NET- Allah SWT berfirman dalam Al Quran : وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ...

Sabtu, 21/03/2015 09:29 0

Info Event

Hadiri Tabligh Akbar “Memperkokoh Aqidah Aswaja, Menjaga NKRI dari Bahaya Syiah”

KIBLAT.NET – Hadirilah Tabligh Akbar “Memperkokoh Aqidah Aswaja, Menjaga NKRI dari Bahaya Syiah” Hari/Tanggal :...

Sabtu, 21/03/2015 07:07 0

Afrika

AS Konfirmasi Pemimpin Senior Al-Shabaab Gugur dalam Serangan Udara

KIBLAT.NET, Moghadisu – Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada hari Rabu (18/3) mengkonfirmasi bahwa serangan udara...

Sabtu, 21/03/2015 05:17 0

Prancis

Dianggap Tidak Demokratis, Aktivis Kecam RUU Anti-Teror Perancis

KIBLAT.NET, Paris – Pegiat pro-demokrasi di Perancis mengecam rancangan undang-undang anti-teror kontroversial yang memberikan wewenang...

Sabtu, 21/03/2015 04:12 0

Palestina

Israel Tangkap 4 Wanita Palestina di Masjid Al-Aqsha

KIBLAT.NET, Al Quds – Polisi Israel pada hari Kamis (19/3) menahan empat perempuan Palestina di...

Sabtu, 21/03/2015 03:09 0

Close