Syiah Hautsi Serahkan Pelabuhan Al-Hudaydah untuk Kepentingan Iran

KIBLAT.NET, Al-Hudaydah – Pemberontak Syiah Hautsi melanjutkan upayanya menyerahkan Yaman kepada Iran. Baru-baru ini, pemberontak Syiah yang berasal dari Yaman utara itu menyepakati perluasan pelabuhan Al-Hudaydah dengan Iran.

Dilansir dari Al-Jazeera, Jumat (13/03), Dewan Politik pemberontak Syiah Houtsi yang beberapa waktu lalu mengunjungi Iran mengungkapkan termasuk isi kesepakatan itu pembangunan pembangkit listrik berdaya 165 megawatt.

Syiah Hautsi juga menyepakati penyediaan suku cadang dan pemeliharaan tengki bahan bakar pembangkit listrik di Marib dan penyaluran suplai listrik antara Marib dan Sana’a.

Tidak hanya itu, kedua belah pihak juga sepakat mengirim sekelompok ahli listrik dari Iran untuk mempelajari pembangunan pembangkit listrik baru dengan daya 1200 megawaat. Pembangkit listrik baru itu untuk memasok listrik di provinsi Aden, Hudaydah dan kota Al-Makha di provins Taiz.

Seorang pemimpin Syiah Hautsi menegaskan bahwa termasuk di antaranya isi perjanjian itu, pengembangan pelabuhan Al-Hudaydah dan meningkatkan kerjasama di bidang transportasi laut.

Sebelumnya, pemberontak Syiah Hautsi juga menandatangani kesepakatan kerjasama transportasi udara dengan Iran. Syiah Hautsi menyepakati jalur penerbangan langsung dari Sanaa ke Iran atau sebaliknya sebanyak 28 kali dalam semingu.

Kesepakatan itu mengundang kecaman dari pemerintahan Yaman kubu Abdu Rabbah Manshur Hadi. Mereka menegaskan bahwa kerjasama itu hanya untuk memperkuat pengaruh Iran di Yaman.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat