... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Silang Sengkarut Tewasnya Pasukan Elit Kanada oleh Kawan Sendiri

Foto: Tentara khusus Kanada tewas oleh tentara Kurdi yang mereka bantu memerangi ISIS.

KIBLAT.NET – Belum lama ini, kabar tewasnya seorang anggota pasukan elit Kanada yang tergabung dalam koalisi pimpinan AS akibat tertembak oleh pasukan Kurdi lokal yang mereka bantu dalam perang melawan ISIS, menjadi sorotan media.

Ini merupakan kasus pertama yang diklaim oleh Departemen Pertahanan Kanada di mana seorang tentara meninggal pada hari Jumat setelah melaksanakan misi non-tempur mereka dengan membantu pasukan Kurdi, seperti yang diumumkan oleh Joint Task Force pada hari Sabtu (07/03) lalu.

Sersan Andrew Joseph Doiron, anggota pasukan khusus yang ditugaskan untuk melatih pasukan Kurdi di Iraq.

Sersan Andrew Joseph Doiron, anggota pasukan khusus yang ditugaskan untuk melatih pasukan Kurdi di Iraq.

Sersan Andrew Joseph Doiron yang terbunuh dan tiga tentara lainnya yang hanya terluka dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Sersan Andrew Doiron akhirnya meninggal karena luka yang dialaminya, demikian menurut pejabat yang juga menyatakan bahwa insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Doiron dan tiga tentara lainnya yang tidak disebutkan namanya itu sebelumnya bertugas di Resimen Operasi Khusus Kanada yang bermarkas di Garrison Petawawa – Ontario.

Ungkapan Belasungkawa

Kepala Staf Militer Kanada, Jenderal Tom Lawson pada hari Sabtu mengungkapkan belasungkawanya,“Kami telah kehilangan lagi seorang anggota terbaik dari keluarga kami”, seperti yang diberitakan oleh the National Post. “Dia adalah seorang prajurit dan pejuang, Sersan Doiron merupakan tentara profesional yang sempurna dan mendapat apresiasi dari semua pihak. Pengorbanannya tidak akan pernah dilupakan. Pikiran dan doa kami bersama keluarganya dan kawan-kawannya.” Kemudian Lawson melanjutkan,”Saya berterima kasih atas pengabdian dan dedikasinya. Dia akan selalu diingat.”

Perdana Menteri Kanada Stephen Harper juga menyampaikan belasungkawa untuk Doiron dan tentara lainnya yang terluka dalam insiden tersebut.

Sementara, Joint Task Force juga tidak ketinggalan ikut merilis, “Ungkapan dukacita kami untuk keluarga Sersan Andrew Joseph Doiron. Dengan sukarela dan tanpa pamrih dia mengabdi dan bertugas membantu membawa kebebasan untuk orang-orang yang belum pernah dijumpainya. Kami berterima kasih atas pengabdiannya, dan kematiannya akan membuat Task Force merasa sangat kehilangan”, tambahnya.

Menurut sumber barat, dia adalah tentara Kanada pertama yang tewas dalam misi itu. Empat tentara lainnya yang berasal dari selain Iraq dalam kampanye militer pimpinan AS tersebut adalah dua marinir Amerika yang tewas pada bulan Oktober, seorang pilot AU AS pada bulan Desember, dan seorang perwira Jordania – yang tidak diakui oleh barat bahwa pesawatnya tertembak oleh pejuang oposisi – yang ditangkap oleh ISIS pada bulan Desember yang kemudian dieksekusi pada bulan Januari.

Pasukan Kurdi

Pasukan Kurdi Iraq

Doiron membantu pemerintah Kanada dalam melatih pasukan lokal Kurdi Iraq untuk memerangi ISIS. Bulan lalu, militer Kanada mengatakan tentara mereka terlibat baku tembak dengan militan ISIS, meskipun sebenarnya misi mereka adalah non-tempur, menurut the Post.

BACA JUGA  Peran Alim Ulama di Tengah Wabah Corona

Akhirnya pemerintah Amerika juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Doiron pada hari Sabtu malam tersebut melalui juru bicara Dewan Keamanan Nasional Bernadette Meehan, “Kami sampaikan rasa simpati kami kepada rakyat Kanada dan kepada keluarga dan orang-orang tercinta Sersan Doiron. Hati dan perasaan kami juga bersama ketiga orang pasukan tentara nasional Kanada yang terluka dan kami berharap segera kesembuhannya.”

Sementara pihak keluarga mengeluarkan pernyataan singkat pada hari Ahad malam meminta privasi dan masa berkabung, “Putra kami telah memberikan segalanya, dan melalui kematiannya, kami telah memberikan segalanya. Kami telah kehilangan putra kami tercinta.”

Saling Menyalahkan

Pemerintah Kanada dan para pejabat Kurdi memiliki pendapat yang berbeda dan saling menyalahkan terkait kematian tentara Kanada akibat salah tembak itu. Kematian Sersan Dorion diklaim sebagi korban pertama dari Kanada dalam pasukan koalisi anti ISIS. Pada hari Ahad, (08/03), pejabat Kurdi mengatakan bahwa Dorion terbunuh setelah dia dan beberapa tentara lainnya tiba-tiba muncul di garis depan tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk meminta bantuan serangan udara.

“Mereka ke garis depan untuk (mengkoordinir) bantuan serangan udara karena area tersebut dikuasai ISIS sehari sebelumnya.” kata Hezar Amir, direktur koordinasi & relasi Peshmerga, sebuah unit tentara Kurdi yang berbicara kepada The Associated Press.

Di lain pihak, militer Kanada menyangkal bahwa tim Dorion berada di area tersebut untuk melancarkan serangan udara. “Saya bisa mengkonfirmasi bahwa itu sama sekali tidak benar, mereka berada di sana bukan untuk meminta bantuan serangan udara” kata Daniel Lebouthillier.

Juru bicara Peshmerga lainnya, Halgurd Hekmat, mengatakan sebelumnya kelompok Kanada tersebut berada di desa Bashiq, propinsi Nainawa di Iraq dekat dengan kota yang dikuasai oleh militan Mosul. “Ketika mereka kembali, pasukan Peshmerga meminta mereka untuk mengenalkan diri”, kata Hekmat kepada the Associated Press. “Mereka menjawab dengan bahasa Arab, saat itulah Peshmerga mulai menembak. Ini kesalahan mereka”.

Tetapi sumber tingkat tinggi pemerintah Kanada menolak keterangan itu, dan memberikan pernyataan kepada CBC News bahwa Doiron dan tiga orang temannya hanya berjarak beberapa ratus meter dari garis depan dan sebelumnya telah menyepakati suatu tempat pertemuan dengan pasukan Kurdi yang serba salah. Menteri Pertahanan Kanada Jason Kenney memberikan reaksi, “Kita akan meminta kepada pihak berwenang Kurdi, supaya bisa kooperatif dengan penyelidikan kami, sehingga kita bisa menemukan alasan kenapa kecelakaan tragis ini terjadi dan supaya ini tidak terjadi lagi”.

BACA JUGA  Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Sumber pemerintah Kanada secara anonim melanjutkan, “Tim pasukan Kanada bahkan telah berada di lokasi lebih awal pada hari itu untuk koordinasi dan bahkan mereka telah menentukan jam untuk kembali malam itu, dengan isyarat yang sudah ditentukan sebelumnya untuk memperkenalkan diri kepada pasukan Kurdi”.

Ia melanjutkan, “Pasukan khusus itu tidak sembarangan,” katanya membantah pernyataan pejabat Kurdi sebelumnya bahwa mereka muncul tanpa ada pemberitahuan. Dia menambahkan bahwa pasukan khusus tersebut sudah biasa menggunakann sistem ini sebelumnya.

Tim pasukan Kanada telah tiba di tempat pertemuan dan telah bisa dikenali oleh dua grup Peshmerga lainnya tanpa ada insiden apapun, tetapi grup yang ketiga ini malah menyambut mereka dengan tembakan. Secara terpisah, menteri pertahanan Kanada Jason Kenney juga bersikeras bahwa pasukan Kanada berada di garis belakang saat Doiron terbunuh.

“Mereka sedang mendekat ke arah pos observasi Kurdi di belakang garis operasi yang lebih depan,” kata Jason saat wawancara dengan CBC News. “Jelas mereka telah mengenalkan diri mereka, dan yang kami pahami bahwa mereka telah diizinkan untuk bergerak ke arah pos observasi tersebut..”

Lalu, “Seorang milisi Kurdi mulai menembaki keempat tentara Kanada tersebut dan lainnya juga ikut-ikutan. Maka akhirnya menjadi sebuah kasus kesalahan identifikasi yang tragis”

Pekan ini, Menteri Luar Negeri Rob Nicholson secara rahasia mengunjungi Iraq untuk mendiskusikan tentang misi dan kemungkinan perpanjangan. Saat itu Nicholson mengatakan kepada para prajurit Kanada, ”Pada saat resiko secara umum tidak berada pada level tertinggi, namun tetap saja sewaktu-waktu resiko bisa datang saat kalian di lapangan”. Sekitar 600 personel tentara Kanada dikirim untuk Operation Impact, membantu pasukan Kurdi melawan ISIS, termasuk di antaranya: kru pendukung serangan udara, berupa: perintah, control, dan logistik. Mereka juga diperkuat dengan 69 anggota pasukan operasi khusus Kanada di Iraq, yang bertugas sebagai penasehat taktik dan strategi bagi pasukan keamanan Iraq.

Perdana Menteri Stephen Harper berbicara kepada parlemen pada akhir September lalu bahwa pasukan Kanada tidak akan bersama dengan pasukan Kurdi di garis depan, tetapi Jenderal Tom Lawson, mengatakan pada bulan Januari bahwa 80 persen latihan dilakukan di belakang garis depan, sementara 20 persennya berada di garis depan.

Dia juga mengatakan bahwa tentara Kanada akan membantu pasukan Kurdi dengan mengarahkan serangan udara koalisi terhadap ISIS, sebuah pekerjaan yang sebenarnya beresiko karena mereka berada di area yang dekat dengan pertempuran langsung melawan jihadis.

 

Alih bahasa: Sanist Siberia

Sumber: thehill.com, The Associated Press dan Reuters

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Begini Rasa Takutnya Muslim Uighur kepada Allah Meski di Dalam Penjara

KIBLAT.NET, Jakarta – Pada hari terakhir perjalanan tim Road4Peace 6 ke Thailand Selatan, rombongan menemui...

Jum'at, 13/03/2015 17:46 0

Malaysia

HASI Salurkan Bantuan US $1000 untuk Pengungsi Uighur dan Rohingya

KIBLAT.NET, Jakarta – Kaum muslimin Indonesia melalui Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) telah menyalurkan bantuan...

Jum'at, 13/03/2015 17:38 0

Indonesia

An-Nashr Institute: Ironis, Kebohongan Syiah Difasilitasi Media Besar

KIBLAT.NET, Jakarta – Pernyataan sepihak gembong Syiah, Jalaludin Rahmat yang mengatakan berkas pengaduan kasus penyerangan...

Jum'at, 13/03/2015 17:01 0

Irak

ISIS Terima Baiat Boko Haram

KIBLAT.NET, Mosul – Daulah Islamiyah atau yang lebih dikenal dengan ISIS, Kamis (12/03), menyatakan menerima...

Jum'at, 13/03/2015 16:53 0

Indonesia

Aher Pakai Kaos Tolak Syiah, Istri Jalaludin Gerah

KIBLAT.NET, Jakarta — Aktivis Syiah Emilia mengaku gerah dengan maraknya kampanye mewaspadai ajaran Syiah yang...

Jum'at, 13/03/2015 16:45 0

Indonesia

Aktivis Syiah Emilia AZ: Apakah Harus Ada Dark Justice?

KIBLAT.NET, Jakarta — Aktivis Syiah dari Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE),...

Jum'at, 13/03/2015 16:12 0

Turki

Intel Koalisi AS Bantu Tiga Remaja Inggris Kabur ke Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Kamis (12/03), mengumkan bahwa dinas keamanan...

Jum'at, 13/03/2015 16:07 0

Irak

Iraq Gulirkan Operasi Pembebasan Tikrit Fase Kedua

KIBLAT.NET, Tikrit – Militer memulai pertempuran fase kedua untuk membebaskan kota Tikrit dari Daulah Islamiyah...

Jum'at, 13/03/2015 15:03 0

Irak

ISIS Ledakkan Markas Militer Iraq, 40 Tentara Tewas

KIBLAT.NET, Ramadi – Seorang pejabat di Irak menyatakan bahwa pejuang daulah menyerang markas tentara Irak...

Jum'at, 13/03/2015 14:40 0

Irak

22 Tentara Iraq Tewas Oleh Serangan Rekan Sendiri

KIBLAT.NET, Anbar – Perwira militer dan sumber polisi Iraq, Kamis (12/03), mengatakan bahwa sekelompok tentara...

Jum'at, 13/03/2015 10:58 0

Close