... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Inilah Hasil Kongres Umat Islam Indonesia yang Dibacakan Ketua MUI

Foto: Jokowi tutup Kongres Umat Islam Indonesia di Yogyakarta.

KIBLAT. NET, Yogyakarta – Presiden RI Ir. Joko Widodo secara resmi menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) keenam yang berlangsung di Yogyakarta sejak Senin-Rabu (9-11/02/2015). Sebelum Jokowi menyampaikan pidato penutupan, terlebih dahulu Dien Syamsudin sebagai Ketua Umum MUI Pusat membacakan hasil kongres kepada seluruh hadirin.

Inilah hasil kongres umat Islam Indonesia (KUII) ke 6 yang dibacakan Dien Syamsudin dengan judul ‘Risalah Yogyakarta’

Atas berkat rahmat Allah SWT, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Yogyakarta pada tanggal 19-22 Rabiul Akhir 1436 H bertepatan tanggal 8-11 Februari 2015 telah berlangsung dengan lancar, baik, dan dinamis yang dihadiri oleh pemimpin Majelis Ulama Indonesia tingkat pusat dan tingkat provinsi seluruh Indonesia, Zuama dan cendekiawan Muslim, Pimpinan Ormas-Ormas Islam tingkat pusat, para sultan kesultanan di Nusantara, pengasuh pondok pesantren, pimpinan perguruan tinggi Islam, dan para tokoh Islam perorangan. Didorong keinginan luhur untuk menunaikan tanggung jawab kepada bangsa dan Negara, KUII VI menyampaikan Risalah Yogyakarta sebagai berikut:

Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah puncak perjuangan dan cita-cita umat Islam Indonesia.

Bahwa sebagai bagian terbesar dari bangsa ini, umat Islam memiliki tanggung jawab terbesar untuk menjaga, mengawal, membela, mempertahankan, dan mengisi Negara Indonesia berdasar wawasan Islam rahmatan lil alamin dan washatiyah dalam semangat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, sebagai ciri Islam Indonesia yang berpaham Ahlus Sunna wal Jama’ah.

Bahwa penyelenggaraan Negara Proklamasi harus berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai ruhnya. Oleh karena itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan Negara sekuler dan bukan Negara liberal.

BACA JUGA  Adian Husaini: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

Bahwa kehidupan nasional dewasa ini telah mengalami penyimpangan dan pergeseran (deviasi dan distorsi) dari cita-cita nasional ditandai dengan derasnya liberalisasi dan kapitalisasi dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya. Sebagai akibatnya, muncul gejala kerusakan dalam kehidupan bangsa, antara lain ditandai oleh sikap dan perilaku pragmatis, koruptif, manipulatif, materialistik, konsumtif, individualistik, dan hedonistik.

Bahwa dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar, umat Islam bersama seluruh komponen bangsa bertekad, meluruskan kiblat bangsa, demi terwujudnya Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Kongres Umat Islam Indonesia VI tahun 2015:

1. Menyeru seluruh komponen umat Islam Indonesia untuk bersatu padu, merapatkan barisan dan mengembangkan kerja sama serta kemitraan strategis, baik di organisi dan di lembaga Islam maupun di partai politik, untuk membangun dan melakukan penguatan politik, ekonomi, dan sosial budaya umat Islam Indonesia yang berkeadilan dan berperadaban.

2. Menyeru penyelenggara negara dan kekuatan politik nasional untuk mengembangkan praktik politik nasional untuk mengembangkan praktik politik yang ber-akhlaqul karimah dengan meninggalkan praktik politik yang menghalalkan segala cara, dengan menjadikan politik sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, keamanan dan kedamaian bangsa.

3. Menyeru penyelenggara Negara untuk berpihak kepada masyarakat yang berada di lapis bawah (dhu’afa dan mustadh’afin) dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berorientasi kepada pemerataan dan keadilan,serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis syariah, baik keuangan maupun sektor riil dan menata ulang penguasaan Negara atas sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, serta meniadakan regulasi dan kebijakan yang bertentangan dengan Konstitusi dan merugikan rakyat.

4. Menyeru seluruh komponen umat Islam Indonesia untuk bangkit memberdayakan diri, mengembangkan potensi ekonomi, meningkatkan kapasitas SDM umat, menguatkan sector usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis ormas, masjid, dan pondok pesantren, meningkatkan peranan kaum perempuan dalam perekonomian, mendorong permodalan rakyat yang berbasis kerakyatan, dan mendorong kebijakan pemerintah pro rakyat.

BACA JUGA  Bertemu Muhammadiyah, Presiden Tegaskan Tak Buat Perppu Ciptaker

5. Menyeru pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspasai dan menghindarkan diri dari budaya yang tidak sesuai dengan nilai syareat Islamdan budaya luhur bangsa, seperti penyalahgunaan narkoba,minuman keras, pornografi dan porno aksi, serta pergaulan bebas, dan perdagangan manusia.hal itu perlu dilakukan dengan meningkatkan pendidikan akhlak di sekolah/madrasah dan keluarga, penguatan ketahanan keluarga dan adanya keteladanan (uswah hasanah) para pemimpin, tokoh, dan orang tua. Seiring dengan itumenyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan regulasi dan kebijakan yang membu pintu lebar-lebar masuknya budaya yang merusak serta melakukan penegakan hukum yang tegas dan konsisten.

6. Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas bergesernya tata ruang/ lanskap kehidupan Indonesia di banyak daerah arus liberalisasi budaya dan ekonomi. Oleh karena itu, meminta penyelenggara Negara serta berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan langkah-langkah nyata untuk menggantikanya dan menata ulang regulasi dan kebijakan lanskap kehidupan Indonesia agar tetap berwajah keislaman keindonesiaan.

7. Memprihatinkan kondisi umat Islam di beberapa Negara di dunia, khususnya Asia yang mengalami perlakuan diskriminatif dan tidak memperoleh hak-haknya sebagai warga Negara. KUII meminta kepada pemerintah negara-negara yang bersangkutan untuk memberikan perlindungan berdasarkan prinsip prinsip hak asasi manusia yang berkeadilan dan berkeadaban. Menyeru kepada Pemerintah dan umat Islam Indonesia untuk memberikan bantuan kepada mereka dalam semangat ukhuwah Islamiyah dan kemanusiaan.

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’ma al-maula wa ni’mal al-nashir.

Yogyakarta, 22 Rabiul Akhir 1436 H
11 Februari 2015 M


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Tembaki Demonstran

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Houtsi menyerang ratusan warga Yaman yang turun ke jalan di...

Kamis, 12/02/2015 11:28 0

Yaman

Takut Didemo, Syiah Houtsi Tutup Jalan-jalan Utama di Sana

KIBLAT.NET, Sanaa – Milisi Syiah Houtsi, Rabu (11/02), menutup jalan-jalan utama di ibukota Yaman, Sanaa....

Rabu, 11/02/2015 16:44 0

Opini

Narkoba di Sekitar Kita, Apa Solusinya?

KIBLAT.NET – Christopher Daniel Sjarif merupakan pelaku tabrakan maut yang terjadi di Jalan Arteri, Pondok...

Rabu, 11/02/2015 16:38 0

Yaman

AS Tutup Kedubesnya di Yaman Usai Kudeta Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Amerika Serikat menutup kedutaan besarnya di Yaman, yang tengah dikuasai pemberontak Syiah...

Rabu, 11/02/2015 15:34 0

Yaman

Faksi-faksi Utama Parlemen Yaman Tolak Deklarasi Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Faksi-faksi utama di parlemen Yaman pada Selasa (10/02) menyatakan bahwa mereka menolak...

Rabu, 11/02/2015 14:26 0

Foto

Suriah Kembali Menangis, Ini Kekejaman Bashar Assad di Duma

KIBLAT.NET, – Sepekan ini Bashar Assad menggempur kota Duma, Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus. Lembaga pengawas...

Rabu, 11/02/2015 13:46 0

Suriah

Tak Hanya di Dunia Nyata, Bashar Assad juga Serang Duma di Dunia Maya

KIBLAT.NET, Damaskus – Tidak hanya dengan senjata militer, rezim Suriah juga menggunakan perang media dan...

Rabu, 11/02/2015 12:57 0

Yaman

Seperti Basyar Asad, Syiah Yaman Intimidasi Jurnalis dan Menutup Media

KIBLAT.NET – Pemberontak Syiah Hautsi Yaman melakukan cara-cara yang sama dengan rezim Basyar Asad terhadap...

Rabu, 11/02/2015 12:03 0

Suriah

Sepekan Duma Digempur, 120 Warga Terbunuh

KIBLAT.NET, Damaskus – Sudah sepekan militer Suriah menggempur kota Duma di Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus....

Rabu, 11/02/2015 10:54 0

Suriah

Kutuk Pembantaian di Duma, Aktivis Ramaikan Hastag دوما_تباد#

KIBLAT.NET, Damaskus – Aktivis Suriah, Senin (09/02), menggulirkan kampanye solidaritas untuk warga Suriah di kota...

Rabu, 11/02/2015 09:43 0

Close