... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Seperti Basyar Asad, Syiah Yaman Intimidasi Jurnalis dan Menutup Media

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Pemberontak Syiah Hautsi Yaman melakukan cara-cara yang sama dengan rezim Basyar Asad terhadap jurnalis dan media. Selama revolusi Suriah, Basyar telah menargetkan para wartawan. Al-Jazeera, 2013 lalu menyebut Suriah sebagai wilayah yang paling berbahaya bagi awak media. Sejak awal revolusi Maret 2011 sampai 15 Maret 2011 jumlah wartawan yang tewas di Suriah telah mencapai 162 orang, menurut data statistik Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Cara-cara tersebut juga dilakukan oleh kelompok Ansharullah Yaman. Ansharullah adalah kelompok bersenjata Syiah Hautsi yang dipimpin oleh Abdul Malik Hautsi. Sejak kelompok Hautsi ini menguasai tuas pemerintah, mereka tidak hanya berperan dalam menyerang media atau penyitaan hak para jurnalis untuk berekspresi, tetapi langsung pada penutupan media secara permanen, dengan dalih “memerangi media corong kelompok Takfiri.”

Pemberontak Syiah Houthi berjalan di sebuah pos pemeriksaan di Sana'a, 11 Desember 2014. (foto oleh Reuters Mohamed al-Sayaghi)

Pemberontak Syiah Houthi berjalan di sebuah pos pemeriksaan di Sanaa, 11 Desember 2014. (foto: Reuters/Mohamed Al-Sayaghi)

Kelompok Ansharullah (Syiah Hauthi) telah menguasai ibukota Sanaa pada 21 September 2014 lalu. Dan fase membungkam media telah mereka mulai sejak awal pergerakan mereka di Ibukota. Mereka melalukan penyerbuan kantor media, menutup sebagian media, dan meneror kegiatan wartawan, dalam bentuk kekerasan fisik dan penangkapan. Publikasi materi apa pun yang isinya anti Ansharullah (Hautsi) maka akan ditutup. Surat kabar Al-Akhbar Al-Yaum juga ditutup oleh Hautsi, seperti dilansir Al-Arabi Al-Jadid, 6 Februari 2015. Menurur laporan, Al-Akhbar Al-Yaum bukanlah satu-satunya.

BACA JUGA  Alhamdulillah, Arab Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober

Seorang jurnalis yang bekerja di surat kabar tersebut menceritakan kepada Al-Arabi Al-Jadid, rincian penyerbuan Hauthi ke kantornya.

“Setengah enam sore, kami dikejutkan oleh orang-orang bersenjata dari kelompok Hautsi menyerbu aula kantor. Mereka memaksa kami keluar,” ungkapnya. Ia meminta namanya tidak disebutkan untuk keamanan.

“Semua staf diminta keluar dari kantor. Setelah satu jam setengah mereka meminta kami kembali masuk. Mereka mengumpulkan informasi dan identitas kami. Kemudian memaksa kami untuk meninggalkan kantor,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa para satpam dan pekerja di mesin cetak masih ditahan oleh Hauthi, “Kami tidak tahu bagaimana nasib mereka. Koran versi cetak sudah tidak diterbitkan. Kami juga kehilangan pekerjaan dan tidak tahu kapan mereka akan mengembalikan kantor kami.”

Berdasarkan keterangannya, Hautsi telah mengobrak-abrik kantor surat kabar itu sejak awal serbuan, tidak tahu apa yang mereka cari, dengan tetap melakukan patroli bersenjata.

Perlu disebutkan bahwa September 2014, kantor televisi pemerintah berubah menjadi halaman konfrontasi setelah kelompok Hautsi melakukan serangan terkoordinasi, yang berakhir pada penguasaan stasiun televisi tersebut. Bersamaan dengan peningkatan pemberontakan bersenjata terhadap otoritas negara, Hautsi mampu memperketat kontrol atas semua media kecuali surat kabar “14 Oktober” yang diterbitkan dari kota Aden (wilayah Yaman Selatan yang dekat dengan wilayah yang dikontrol oleh Al-Qaidah).

Peta Politik Yaman. Source: American Enterprise Institute’s Critical Threats Project

Hauthi juga mengontrol siaran televisi pemerintah Aden, sejak tayangannya dihentikan pada malam pengunduran diri Presiden Yaman Abd Rabbuh Manshur Hadi. Sebab, siarannya bisa dikendalikan dari stasiun pusat di ibukota Sanaa.

BACA JUGA  Syekh Ali Jaber: Allah Selamatkan Saya dari Pembunuhan

Lebih jauh, Hauthi mengontrol kebijakan editorial semua media pemerintah. Hautsi-lah yang sekarang berbicara dalam semua acara dan kegiatan. Pada awal Februari 2015, Stasiun televisi menayangkan konferensi yang diselenggarakan oleh pendukung kelompok Syiah Yaman ini.

Lebih daripada itu, Hautsi juga menguasai kantor pers “Tsaurah Foundation”, yang menjadi sumber penerbitan surat kabar terbesar milik pemerintah. Kantor tersebut meliputi percetakan-percetakan besar dan gudang kertas. Pengambilalihan tersebut telah memaksa editornya Faisal Makram mengundurkan diri, setelah rumahnya diserbu oleh pemberontak.

Awal 2015 menjadi tahun duka bagi media Yaman. Organisasi lokal telah menghitung jumlah pelanggaran hak-hak media oleh kelompok Hautsi. Di Ibukota saja, Freedom Foundation mencatat ada 25 kasus kekerasan terhadap jurnalis dan  profesional media hingga Minggu dan Senin (25 dan 26 Januari 2015), dari total 49 kasus pelanggaran yang dimonitor sejak awal bulan lalu. [Agus Abdullah]


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Islam ala Indonesia Tolak Syariat, Islam Ala Rasulullah SAW Terapkan Syariat

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ustadz Muhammad Al-Khaththath menanyakan apa yang dimaksud...

Selasa, 10/02/2015 18:51 0

Indonesia

FUI: Islam Bukan Produk Budaya, Tidak Ada Islam Arab Apalagi Islam Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen Forum Umat Islam, Ustadz Muhammad Al Khaththath menegaskan Islam yang perlu...

Selasa, 10/02/2015 18:01 0

Indonesia

ACT Dirikan 12 Posko Kemanusiaan Korban Banjir Jabotabek

KIBLAT.NET, Jakarta – Hingga pukul 19.00 WIB, Senin (09/02) titik banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya...

Selasa, 10/02/2015 17:00 0

Majalah Kiblat

Download Majalah Kiblat: Mission Accomplished

Bismillah… Perancis, Rabu 7 Januari 2015, dikagetkan oleh serangan penembakan di kantor majalah satir, Charlie...

Selasa, 10/02/2015 15:14 1

Opini

Kongres Umat Islam dan Penodaan Agama oleh Syiah

KIBLAT.NET – Kongres Umat Islam (KUI) VI saat ini tengah digelar di Yogyakarta. Namun, mampukah...

Selasa, 10/02/2015 14:20 0

Opini

Gagasan Gender dan Sederet Kebohongannya

KIBLAT.NET – Kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi di Indonesia. Kasus kekerasan ini paling sering...

Selasa, 10/02/2015 14:01 0

Indonesia

MUI Berharap Kongres Umat Islam Indonesia Jadi Ajang Silaturahim Ulama dan Umat

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Sekitar 775 orang mengikuti acara pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia keenam di Yogyakarta...

Selasa, 10/02/2015 13:01 0

Indonesia

Ini Cerita Sultan Hamengkubuwono X Soal Kekhilafahan Islam di Tanah Jawa

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Dalam acara Kongres Umat Islam Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku tuan rumah...

Selasa, 10/02/2015 12:41 0

Analisis

Kebangkitan Firaun Baru

KIBLAT.NET – Dalam sebuah wawancara di TV Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, yang menggulingkan Muhammad Morsi,...

Senin, 09/02/2015 19:55 0

Indonesia

Liga Arab Kecam Kudeta Syiah Houtsi di Yaman

KIBLAT.NET, Amman – Ketua Liga Arab, Nabil al-Arabi pada hari Ahad, (08/02) mengecam gerakan pemberontak Syiah...

Senin, 09/02/2015 16:59 0

Close