... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Narkoba di Sekitar Kita, Apa Solusinya?

Foto: Narkoba (ilustrasi)

KIBLAT.NET – Christopher Daniel Sjarif merupakan pelaku tabrakan maut yang terjadi di Jalan Arteri, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (20/1). Dalam kecelakaan tersebut mengakibatkan empat meninggal dan lima luka berat. Korban luka saat ini masih dalam perawatan intesif di Rumah Sakit Fatmawati.

Christoper, hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan Polres Metro Jakarta Selatan. Christoper diduga mengkonsumsi narkoba jenis Asam lisergat dietilamida (LSD). LSD adalah jenis narkoba yang langka di Indonesia. Menurut Kepala Bidang Humas, Polda Metrojaya, Kombes Martinus Sitompul, mengatakan narkoba jenis ini diduga tidak lagi beredar di Indonesia. Terakhir beredar pada tahun 90-an. Martinus mengatakan, narkoba jenis ini terbilang mahal. Sebab, satu sentimeter kali satu sentimeter narkoba jenis ini berharga Rp300 ribu.

LSD merupakan jenis narkoba yang memiliki dampak adiktif yang rendah. Namun, reaksi yang cepat membuat narkoba jenis ini malah lebih berbahaya daripada jenis sabu. Dampak mengonsumsi narkoba jenis ini adalah dapat menimbulkan halusinasi, menyebabkan distori, meningkatkan stamina dan mengubah mood dengan cepat. Narkoba jenis ini bereaksi dengan cepat, tidak sampai 10 menit narkoba jenis LSD ini bisa langsung berefek pada pengguna.

Martinus Sitompul mengatakan pelaku kecelakaan maut ini terancam hukuman berlapis. Pertama, undang-undang lalu lintas dengan ancaman 12 tahun. Kedua, undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Indonesia Sarang Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan pengguna narkotika dan obat terlarang di Indonesia per 2012 meningkat menjadi 4 juta orang atau meningkat 2 persen dari populasi dan meningkat dari riset sebelumnya yang sebesar 3,8 juta jiwa.

Pemberantasan Narkoba di Indonesia saat ini laksana menegakkan ‘benang basah’, sangat sulit sekali. Karena, ketika ditemukan kasus kakap peredaran dan jaringan narkoba, tidak lama berselang ditemukan lagi peredaran dan jaringan narkoba yang lebih besar lagi. Dan anehnya, itu bukan dilakukan oleh orang yang sama; seolah-olah aparat penegak hukum berkejar-kejaran dengan jaringan narkoba yang berbentuk ‘sel-sel’ yang senantiasa tumbuh kembali dan cepat berkembang. Tidak ada matinya.

Namun, di sisi lain, hingga saat ini, sanksi yang diberikan kepada pengedar dan pemakai narkoba masih terbilang ringan; belum sampai memberikan hukuman yang menimbulkan efek jera. Bahkan hampir sebagian besar nama yang pernah dipenjara karena kasus narkoba secara berulang keluar masuk penjara dengan kasus serupa. Kalaupun dihukum dan dimasukkan ke dalam penjara, selepas dari penjara bukannya insyaf, tetapi justru ‘naik statusnya’. Yang dulunya pengguna menjadi pengedar kelas teri. Yang dulunya pengedar kelas teri menjadi pengedar kelas kakap. Demikian seterusnya.

Terlebih lagi, sebagaimana yang diungkapkan BNN, pengguna yang melaporkan diri ke BNN untuk direhabilitasi tidak akan terkena jerat hukum karena dilindungi Undang-Undang. Terlihat ketidaktotalan dalam pemberantasan narkoba. Solusi yang ditawarkan adalah upaya rehabilitasi pecandu, karena para pecandu hanya dianggap sebagai korban, bukan penjahat. Artinya bahwa, kemungkinan pecandu bisa naik tingkat menjadi pengedar sangat besar, karena pecandu hanya dijadikan sebagai korban, yang hanya perlu direhabilitasi, tidak diberikan hukuman yang membuat efek jera. Inilah salah satu yang membuat persoalan narkoba tidak pernah selesai.

BACA JUGA  Penjara Bagi Pemilik Pesantren Jelas Aneh bin Nyleneh

Sangat bisa dipahami kenapa hukuman yang diterapkan kepada para penjahat narkoba tidak menimbulkan efek jera atau sangat ringan. Karena aturan yang diterapkan di negeri ini adalah lahir dari kecerdasan akal manusia yang sangat terbatas, yang sangat lemah untuk memahami perkara yang terbaik bagi kehidupannya. Aturan yang diterapkan di negeri ini adalah aturan yang dibuat oleh manusia, yang sangat boleh jadi di dalamnya terdapat tarik ulur kepentingan, penuh dengan lobi-lobi dari para pemilik kepentingan tersebut. Maka, alhasil persoalan narkoba sepertinya akan menjadi persoalan yang akan terus membelit negeri ini, jika aturannya masih sama.

Islam Memberi Solusi
Manusia adalah makhluk yang paling utama (afdhalul makhluqat), bahkan lebih utama daripada malaikat. Keutamaan manusia ini tiada lain terletak pada akalnya. Akal inilah yang telah mengangkat kedudukan manusia dan sekaligus menjadikannya makhluk yang paling utama. (Lihat Hakekat Berpikir, Taqiyuddin an-Nabhani, hal 1).

Keistimewaan akal adalah karena ia mampu melakukan aktivitas berfikir yang akan melahirkan berbagai pemikiran untuk menyelesaikan berbagai problem kehidupan sehingga manusia mampu menata kehidupannya dengan baik dan harmonis bersama manusia dan makhluk lainnya serta akan tercipta kebaikan-kebaikan dalam kehidupan umat manusia. Dalam banyak ayat al-Qur’an, Allah mengajak manusia untuk senantiasa menggunakan akalnya untuk berpikir tentang hakikat penciptaan.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”. (Q.S Ali-‘Imran/3 : 190-191)

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka serta merta mereka berada dalam kegelapan.” (Q.S Yasin/36 : 37)

Akal manusia ini menjadi sandaran iman. Akal inilah yang jika digunakan sesuai porsinya akan sampai pada keimanan yang benar dan akan sangat mudah manusia beriman kepada Allah, Pencipta sekaligus Pengatur alam semesta, manusia dan kehidupan, karena akal manusia mampu menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah/kehebatan Allah.

Maka, Islam telah melarang hal-hal yang bisa merusak akal manusia, seperti meminum Khamr, mengkonsumsi narkotika, dll. Islam telah menempatkan akal pada tempatnya yang tinggi dan layak, yaitu menjadikan akal sebagai objek hukum/manaathut takliif, yang dengan akal tersebut manusia mampu berpikir untuk menyelesaikan setiap problem hidupnya. (Lihat Mafahim Islamiyah karya Muhammad Husain Abdullah, hal 195).

Narkoba adalah zat yang memabukkan dengan beragam jenis seperti heroin atau putaw, ganja atau marijuana, kokain dan jenis psikotropika; ekstasi, methamphetamine/sabu-sabu dan obat-obat penenang; pil koplo, BK, nipam dsb. Zat yang memabukkan dalam al-Quran disebut khamr, artinya sesuatu yang dapat menutup akal.

BACA JUGA  Soal "Good Looking", Menag Sebaiknya Bertaubat

Abdullah bin Umar ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
“Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram”. (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Islam telah mengharamkan segala sesuatu yang bisa merusak akal manusia. Penjagaan Islam terhadap akal manusia adalah dengan pelaksanaan syariat Islam yang datangnya dari Allah, al-Khaliq al-Mudabbir.

keluarga bahagia

Negara memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap rakyatnya. Dengan mengupayakan agar terjadi peningkatan ketakwaan setiap individu masyarakat kepada Allah. Negara harus melakukan edukasi kepada masyarakat agar paham bahwa mengonsumsi, mengedarkan bahkan memproduksi narkoba adalah perbuatan haram yang akan mendatangkan murka Allah, yang di akhirat nanti pelakunya akan dimasukkan ke dalam neraka. Ketakwaan setiap individu masyarakat akan menjadi kontrol bagi masing-masing sehingga mereka akan tercegah untuk mengkonsumsi, mengedarkan apalagi membuat narkoba.

Selain melakukan upaya peningkatan ketaqwaan individu, Negara berkewajiban melaksanakan sistem hukum pidana Islam. Sistem pidana Islam, selain bernuansa ruhiah karena bersumber dari Allah SWT, juga mengandung hukuman yang berat. Pengguna narkoba dapat dipenjara sampai 15 tahun atau dikenakan denda yang besarnya diserahkan kepada qâdhi (hakim). (lihat Nizhâm al-‘Uqûbât,al-Maliki, hal 189). Jika pengguna saja dihukum berat, apalagi yang mengedarkan atau bahkan memproduksinya; mereka bisa dijatuhi hukuman mati sesuai dengan keputusan qâdhi (hakim) karena termasuk dalam bab ta’zîr.

Rasulullah saw pernah bersabda:
“Rasulullah saw. mengutuk sepuluh orang yang karena khamr: pembuatnya, pengedarnya, peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, penjualnya, pemakan hasil penjualannya, pembelinya dan pemesannya.” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Penegakkan hukum ini harus konsisten. Setiap orang yang menggunakan narkoba harus dijatuhi hukuman tegas. Orang yang sudah kecanduan harus dihukum berat. Demikian pula semua yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran narkoba, termasuk para aparat yang menyeleweng.

Rekrutmen aparat penegak hukum juga harus selektif. Aparat yang menegakkan hukum haruslah yang bertakwa. Dengan sistem hukum pidana Islam yang tegas, yang notabene bersumber dari Allah SWT, serta aparat penegak hukum yang bertakwa, hukum tidak akan dijualbelikan. Mafia peradilan—sebagaimana marak terjadi dalam peradilan sekular saat ini—kemungkinan kecil terjadi dalam sistem pidana Islam. Ini karena tatkala menjalankan sistem pidana Islam, aparat penegak hukum yang bertakwa sadar betul, bahwa mereka sedang menegakkan hukum Allah, yang akan mendatangkan pahala jika mereka amanah dan akan mendatangkan dosa jika mereka menyimpang atau berkhianat.

Selain itu, dalam sistem pidana Islam, hakim yang curang dalam menjatuhkan hukuman, atau menerima suap dalam mengadili, misalnya, diancam hukuman yang berat. Dalam sebuah hadis dinyatakan:

“Seorang hakim, jika memakan hadiah berarti dia telah memakan suht (haram), dan jika menerima suap berarti dia telah terjerumus dalam tindakan kufur”. (HR Ahmad).

Maka, persoalan narkoba yang menjerat negeri ini hanya bisa diselesaikan secara tuntas jika dan hanya jika diterapkan hukum Islam dalam Negara. Negara dalam system pemerintahan Islam disebut Negara Khilafah Islamiyyah, dan kewajiban kaum muslimin seluruhnya untuk menegakkan Khilafah Islamiyyah. Wallahu ‘alam.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bukan Hanya Syiah, Ahmadiyah Juga Tak Diundang Kongres Umat Islam

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Kongres Umat Islam VI yang digelar kali ini di Yogyakarta ternyata menyimpan...

Rabu, 11/02/2015 16:02 0

Yaman

AS Tutup Kedubesnya di Yaman Usai Kudeta Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Amerika Serikat menutup kedutaan besarnya di Yaman, yang tengah dikuasai pemberontak Syiah...

Rabu, 11/02/2015 15:34 0

Indonesia

Dianggap Bukan Bagian dari Islam, Syiah Tak Diundang dalam Kongres Umat Islam Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Hari ini merupakan hari terakhir digelarnya Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI....

Rabu, 11/02/2015 14:59 0

Yaman

Faksi-faksi Utama Parlemen Yaman Tolak Deklarasi Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Faksi-faksi utama di parlemen Yaman pada Selasa (10/02) menyatakan bahwa mereka menolak...

Rabu, 11/02/2015 14:26 0

Indonesia

Tunggu Kedatangan Jokowi di KUII, MUI Bagikan Buku “Mewaspadai Ajaran Syiah di Indonesia”

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Majelis Ulama Indonesia pada Rabu, (11/02) membagikan buku panduan “Mengenal dan Mewaspadai...

Rabu, 11/02/2015 13:54 0

Foto

Suriah Kembali Menangis, Ini Kekejaman Bashar Assad di Duma

KIBLAT.NET, – Sepekan ini Bashar Assad menggempur kota Duma, Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus. Lembaga pengawas...

Rabu, 11/02/2015 13:46 0

Suriah

Tak Hanya di Dunia Nyata, Bashar Assad juga Serang Duma di Dunia Maya

KIBLAT.NET, Damaskus – Tidak hanya dengan senjata militer, rezim Suriah juga menggunakan perang media dan...

Rabu, 11/02/2015 12:57 0

Yaman

Seperti Basyar Asad, Syiah Yaman Intimidasi Jurnalis dan Menutup Media

KIBLAT.NET – Pemberontak Syiah Hautsi Yaman melakukan cara-cara yang sama dengan rezim Basyar Asad terhadap...

Rabu, 11/02/2015 12:03 0

Suriah

Sepekan Duma Digempur, 120 Warga Terbunuh

KIBLAT.NET, Damaskus – Sudah sepekan militer Suriah menggempur kota Duma di Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus....

Rabu, 11/02/2015 10:54 0

Suriah

Kutuk Pembantaian di Duma, Aktivis Ramaikan Hastag دوما_تباد#

KIBLAT.NET, Damaskus – Aktivis Suriah, Senin (09/02), menggulirkan kampanye solidaritas untuk warga Suriah di kota...

Rabu, 11/02/2015 09:43 0

Close