... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cerita Dua Ulama Papua di KUUI: dari Dai Sabun hingga Ketua MUI Termuda

KIBLAT.NET – Perhelatan Kongres Umat Islam Indonesia (KUUI) ke-6 yang digelar di Yogyakarta 8-11 Februari 2015 adalah ajang silaturahmi para tokoh dan ulama umat Islam dari seluruh penjuru Nusantara. Dalam ajang lima tahunan ini, ‘Negeri Cenderawasih’ (Papua) turut mengirimkan dua putra umat Islam terbaiknya.

Ustadz Fadzlan Gharamatan, ulama Papua yang akrab disapa ‘Dai Sabun’ adalah salahsatu yang hadir dalam hajatan MUI kali ini sebagai putera asli Papua. Tak ketinggalan juga turut hadir seorang ulama yang juga putera asli Papua sebagai Ketua MUI termuda untuk wilayah Papua yang kini berusia 34 tahun KH. Syaiful Islam Al Payage, S.H.I.

Di sela-sela kesibukan kongres yang tengah berlangsung, kepada Kiblat.net keduanya menyempatkan diri untuk bercerita pengalaman dakwah dan kondisi umat Islam di tanah ujung timur Indonesia ini.

Menurut keduanya, kondisi dakwah di Papua saat ini tengah mengalami pasang surut. Di daerah lain mengalami peningkatan, di daerah yang lain justru sebaliknya.

Menurut Ustadz Fadzlan, umat Islam Indonesia harus tahu bahwa Irian atau Nuari dahulu adalah Negeri Muslim, yang selama ini dininabobokan oleh informasi birokrasi yang sekan-akan di sana tidak ada Islam.

Ustadz Fadlan Garamatan.

Ustadz Fadlan Garamatan.

 

Ada isu yang sengaja dibuat sehingga umat Islam dari Indonesia tengah dan Indonesia Barat enggan datang ke Irian. “Kenapa saya mengatakan Negeri Muslim karena agama-agama di Irian adalah agama Islam yang tertua. Agama Kristen masuk ke Irian, adalah karena jasa Sultan Tidore. Sultan Tidore ini Muslim,” ungkapnya.

BACA JUGA  Beredar Kabar Aksi 911 di Depan Kedubes Saudi, Jubir FPI: Itu Hoaks

Sependapat dengan pernyataan ini, menurut KH. Syaiful Islam, jika bukan karena umat Islam, Irian sudah lepas dari NKRI.

Inilah yang menjadi motivasi Ustadz Fadzlan untuk berdakwah mengembalikan kondisi Papua sebagai Negeri Muslim wilayah NKRI dengan banyak rintangan dan tantanganya. Melalui AFKN (Al-Fatih Kaffah Nusantara), Ustadz Fadzlan berdakwah berusaha melakukan aktivitas dakwah kepada umat Islam untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan, serta kepada umat non Islam untuk tahu akan ajaran Islam yang sesungguhnya. Sebagaimana yang telah diketahui banyak masyarakat Papua yang kini masuk Islam setelah terkena sentuhan dakwah beliau.

Hal itulah yang mengundang apresiasi dari KH. Syaiful kepada Ustadz Fadzlan. “Beliau itu kan Putera Asli Papua, sehingga dakwahnya sangat diterima masyarakat. Alhamdulillah melalui jasanya kini banyak masyarakat Papua yang kembali memeluk Islam,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan, saat ini Umat Islam di Papua baik pribumi maupun pendatang telah mencapai sekitar 70 %.

Adapun, faktor utama penghambat suksesnya dakwah di Papua menurut KH. Syaiful adalah faktor pendidikan dan ekonomi. Sementara, menurut Ustadz Fadzlan faktor yang lebih mempengaruhi adalah birokrasi. KH. Syaiful mengajak umat Islam khususnya di Indonesia untuk mengerahkan segala kemampuanya berdakwah di Papua.

“Kita semua akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di akhirat. Dan kita semua akan berdosa jika melupakan dakwah di Papua,” tuturnya.

Ustadz Syaiful Islam Payage

Ustadz Syaiful islam Payage

Selain itu, Ulama yang memperoleh gelar akademik di Yaman ini juga menyampaikan pentingnya membangun hubungan antara masyarakat pribumi (anshor) dan masyarakat pendatang (Muhajir) untuk menguatkan ukhuwah Islamiah. Lebih jauh, strategi yang diupayakan Ustadz Fadzlan untuk kesuksesan dakwah di Papua adalah dengan berusaha supaya umat Islam mampu menguasai birokrasi.

BACA JUGA  Pasca Putusan MA, Kuasa Hukum Baiq Nuril Tegaskan Kliennya Tak Langgar UU ITE

Di akhir perbincanganya dengan Kiblat.net, tak lupa keduanya memohon do’a dan dukungan kepada umat Islam di seluruh Indonesia demi kembalinya Papua sebagaimana ungkapan Ustadz Fadzlan, yaitu sebagai ‘Serambi Madinah’ dan menurut KH. Syaiful sebagai ‘Negeri yang Baldatun, Tayyibun, wa Rabbul Ghafur’.

 

Reporter: Muhammad Irfan

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Takut Didemo, Syiah Houtsi Tutup Jalan-jalan Utama di Sana

KIBLAT.NET, Sanaa – Milisi Syiah Houtsi, Rabu (11/02), menutup jalan-jalan utama di ibukota Yaman, Sanaa....

Rabu, 11/02/2015 16:44 0

Opini

Narkoba di Sekitar Kita, Apa Solusinya?

KIBLAT.NET – Christopher Daniel Sjarif merupakan pelaku tabrakan maut yang terjadi di Jalan Arteri, Pondok...

Rabu, 11/02/2015 16:38 0

Yaman

AS Tutup Kedubesnya di Yaman Usai Kudeta Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Amerika Serikat menutup kedutaan besarnya di Yaman, yang tengah dikuasai pemberontak Syiah...

Rabu, 11/02/2015 15:34 0

Yaman

Faksi-faksi Utama Parlemen Yaman Tolak Deklarasi Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Faksi-faksi utama di parlemen Yaman pada Selasa (10/02) menyatakan bahwa mereka menolak...

Rabu, 11/02/2015 14:26 0

Foto

Suriah Kembali Menangis, Ini Kekejaman Bashar Assad di Duma

KIBLAT.NET, – Sepekan ini Bashar Assad menggempur kota Duma, Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus. Lembaga pengawas...

Rabu, 11/02/2015 13:46 0

Suriah

Tak Hanya di Dunia Nyata, Bashar Assad juga Serang Duma di Dunia Maya

KIBLAT.NET, Damaskus – Tidak hanya dengan senjata militer, rezim Suriah juga menggunakan perang media dan...

Rabu, 11/02/2015 12:57 0

Yaman

Seperti Basyar Asad, Syiah Yaman Intimidasi Jurnalis dan Menutup Media

KIBLAT.NET – Pemberontak Syiah Hautsi Yaman melakukan cara-cara yang sama dengan rezim Basyar Asad terhadap...

Rabu, 11/02/2015 12:03 0

Suriah

Sepekan Duma Digempur, 120 Warga Terbunuh

KIBLAT.NET, Damaskus – Sudah sepekan militer Suriah menggempur kota Duma di Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus....

Rabu, 11/02/2015 10:54 0

Suriah

Kutuk Pembantaian di Duma, Aktivis Ramaikan Hastag دوما_تباد#

KIBLAT.NET, Damaskus – Aktivis Suriah, Senin (09/02), menggulirkan kampanye solidaritas untuk warga Suriah di kota...

Rabu, 11/02/2015 09:43 0

Afrika

Bom Mobil Meledak di Kota Diffa Usai Mujahidin Boko Haram Serang Penjara

KIBLAT.NET, Diffa – Sebuah bom meledak di kota perbatasan Diffa di Niger, pada Senin (10/2)...

Selasa, 10/02/2015 20:03 0

Close