Islam ala Indonesia Tolak Syariat, Islam Ala Rasulullah SAW Terapkan Syariat

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ustadz Muhammad Al-Khaththath menanyakan apa yang dimaksud dengan Islam moderat dan Islam ala Indonesia.

Apakah Islam moderat itu yang dimaksud adalah menolak syariat Islam berlaku dalam kehidupan bernegara? Jika seperti itu, sudah tentu bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Islam yang dibawa Rasulullah SAW itu justru ditegakkan dan diterapkan dengan negara,” katanya kepada Kiblat.net pada Selasa (10/2). Hal itu diutarakannya ketika menanggapi pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Syaefuddin tentang perlunya mengembangkan Islam ala Indonesia.

Lanjutnya, Nabi SAW memutuskan perkara-perkara di masyarakat dengan hukum Islam yang diturunkan Allah SWT kepada beliau SAW seperti dijelaskan oleh QS Al-Maidah: 48-49.

Sementara, tidak mungkin memutuskan perkara di masyarakat kalau ia bukan seorang pejabat negara.

“Bukankah sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kita tidak boleh main hakim sendiri. Artinya, negara tidak punya wewenang memutuskan perkara persengketaan di masyarakat, Hakim itu harus kepala negara atau pejabat negara yang diberi wewenang,” terang Ustadz Khaththath.

Menurut Ustad Khaththath, Rasulullah SAW mengangkat sahabat Muadz bin Jabal sebagai wali negeri atau setara dengan gubernur di Yaman untuk menerapkan Syariat Nabi SAW. Nabi pernah bertanya kepada Muadz: Dengan apa anda memutuskan perkara? Maka dijawab oleh Muadz: Dengan Kitabullah.

“Jadi Islam yang dibawa oleh Rasulullah menjadikan negara sebagai pelaksana Syariah,” tegasnya.

BACA JUGA  Kemenag Gelar Seleksi Tahap II Calon Imam Luar negeri

Sementara itu, kata Ustadz Khaththath, Islam moderat menolak jihad dan hal-hal yang dianggap sebagai kekerasan. Berbeda dengan Islam yang diturunkan oleh Allah SWT.

“Apakah Islam yang dibawa oleh rasulullah SAW menolak jihad dan perang untuk meninggikan kalimat Allah? Tentu tidak,” ucapnya.

Bahkan, sambungnya, ayat Al-Qura’an yang menerangkan bahwa Nabi SAW adalah Uswah Hasanah atau teladan yang baik bagi umat Islam adalah ayat perang dalam surat perang.

“Ayat Uswah Hasanan ada di surat Al-Ahzab merujuk pada perang Ahzab atau perang sekkutu (koalisi musuh-musuh Islam, red),” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam sambutannya di acara ta’aruf Kongres Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta, Menteri Agama Lukmanul Hakim menyatakan bahwa Islam Indonesia yang moderat adalah Islam yang diharapkan dunia.

“Islam Indonesia oleh beberapa ilmuwan dari dalam dan luar negeri dianggap dapat menjadi model yang bisa diharapkan,” ujar Menag, Ahad (8/2/2015).
Reporter: Bilal Muhammad

Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat