... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kebangkitan Firaun Baru

Foto: Abdul Fatih al-Sisi

KIBLAT.NET – Dalam sebuah wawancara di TV Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, yang menggulingkan Muhammad Morsi, menyatakan Ikhwanul Muslimin telah selesai.

Berbicara dalam wawancara televisi pertamanya saat kampanye pemilu, ia berkata, “Aku ingin memberitahu anda bahwa bukan aku yang mengakhiri Ikhwanul Muslimin (IM). Tapi anda, orang-orang Mesir, yang mengakhiri IM.”

Mesir telah berada dalam kekacauan sepanjang tiga tahun terakhir. Gelombang revolusi Arab Spring pada tahun 2011, menyeret Hosni Mubarak jatuh dari tampuk kekuasaannya. Dalamapemilihan umum yang berlangsung setahun kemudian, Muhammad Morsi menjabat sebagai presiden pertama yang dipilih secara bebas oleh warga Mesir. Tapi, dia hanya menjabat kurang dari setahun, ketika tak lama ia juga dikudeta.

Sejak itu, al-Sisi yang memimpin militer mempersiapkan kembalinya kebangkitan militer dan kelanjutan dari dominasi lembaga ini dalam kancah politik Mesir.

Tentara Mesir tidak pernah menerima jika mereka digulingkan dari kekuasaan. Mereka juga menjadi lebih marah ketika Ikhwanul Muslimin, yang telah mereka asingkan dari lingkar kekuasaan selama beberapa dekade, justeru sukses pada ajang pemilu.

Sesuatu hal yang membuat kubu militer Mesir terpaksa menerima hasil pemilu adalah dukungan untuk Morsi oleh AS. Setelah kemenangan Morsi atas Ahmed Shafiq, AS membuat berbagai pernyataan mendukung Morsi.

Para pejabat AS bahkan juga semakin memberikan dukungan yang lebih kuat ketika Morsi memberikan jaminan bahwa ia akan mematuhi setiap perjanjian dan konvensi yang telah disetujui oleh rezim sebelumnya, terutama perjanjian Camp David. Itulah sebabnya, AS terus memberikan bantuan kepada Mesir $ 1,3 milyar tiap tahunnya.

Diplomat AS, Victoria Nuland pada saat itu mengatakan, “Presiden Morsi telah mengadakan diskusi dengan lembaga peradilan, serta dengan pemangku kepentingan lainnya di Mesir. Seperti yang saya katakan, saya pikir kita belum tahu apa hasil dari pembicaraan mereka, tapi itu jauh lebih baik dari seorang otokrat.”

Namun, di setiap persimpangan, militer Mesir selalu memastikan bahwa kepentingan mereka tidak pernah dirugikan dan akan melakukan segalanya untuk mempertahankan status quo.

BACA JUGA  Bercermin dari Usulan Referendum Aceh

Militer membentuk koalisi dengan Ikhwanul Muslimin sepanjang tahun 2011 hingga 2012 untuk mengelola peralihan kepemimpinan pasca-Mubarak, menjaga agar aspirasi revolusi tetap hidup, dan mengekang agar mobilisasi massa tetap terkendali. Militer berhasil mengkooptasi gerakan rakyat untuk melawan Morsi dan -bersama dengan pihak keamanan- mereka muncul sebagai pemenang dari kudeta berdarah itu.

Militer Mesir di bawah rezim al-Sisi bekerja secara serius menghancurkan Ikhwanul Muslimin dan setiap ancaman yang mengancam kekuasaan mereka. Tentara dan polisi menembaki ratusan pendukung Morsi yang secara teratur berkumpul di Kairo dalam berbagai aksi protes. Ratusan orang terbunuh dalam satu insiden, yang digambarkan oleh Human Rights Watch sebagai “insiden paling serius atas pembunuhan massal di luar hukum dalam sejarah Mesir modern.”

Sepanjang Agustus 2013, anggota Ikhwanul Muslimin berkemah selama berhari-hari di depan masjid Rabaa di Kairo, untuk memprotes kudeta militer terhadap Muhammad Morsi. Pasukan keamanan dengan kendaraan lapis baja dan buldoser segera bertindak represif, membantai sedikitnya 600 orang dan melukai ribuan lainnya.

Al-Sisi kemudian mengumumkan bahwa Mesir berada dalam darurat militer. Sebuah pengadilan dagelan didirikan untuk mengadili Morsi dan anggota IM lainnya atas tuduhan “melakukan tindakan kekerasan dan menghasut pembunuhan dan premanisme.”

Pada Desember 2013, pemerintah yang didukung militer Mesir menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, mengkriminalisasikan kegiatan dan membekukan aset dan keuangannya. Pada April 2014, hakim lokal menjatuhkan hukuman mati bagi 683 anggota Ikhwanul Muslimin dalam sidang massal.

Apa yang melegitimasi tindakan Sisi adalah dukungan yang ia terima dari AS. AS membalikkan dukungannya dari Morsi kepada al-Sisi ketika situasinya terlihat jelas bahwa Morsi tidak mampu mengamankan kepentingan AS akibat ketidakstabilan internal, tindakan anarkis dan keraguan yang dibawa Morsi sejak awal.

Ketika Morsi digulingkan pada 3 Juli 2013, Presiden Obama hanya mengatakan: “Angkatan bersenjata Mesir harus bergerak cepat dan bertanggung jawab untuk mengembalikan kekuatan penuh kepada pemerintahan sipil sesegera mungkin.”

BACA JUGA  Mengejutkan! Anak-anak yang Menjadi Korban Meninggal Kerusuhan 22 Mei Bukan Cuma Harun Ar-Rasyid

Sementara, Menteri Luar Negeri John Kerry menegaskan kembalinya rezim militer sebagai “pemulihan demokrasi” atas situasi di Mesir yang jatuh pada malam penggulingan Mubarak. Militer kembali berkuasa, kroni-kroni era Mubarak juga kembali menempati posisi kunci dan oposisi yang berhadapan dengan pemerintahan militer langsung dipenjara. AS hanya bungkam terkait hal ini, bahkan malah mendukungnya.

Pada Januari 2014, kubu militer Mesir mampu melewati krisis konstitusional dalam referendum nasional yang dilihat oleh rezim militer sebagai alat yang bukan hanya menormalkan proses politik pasca-kudeta, tetapi juga menciptakan sebuah sistem yang dipadatkan untuk kepentingan angkatan bersenjata.

Rezim Sisi berusaha untuk menciptakan sebuah kesepakatan nasional yang cocok untuk sebagian besar rakyat mesir, terutama mengingat tantangan yang dihadapi kubu militer sejak awal era politik multi partai hampir tiga tahun lalu.

Partai An-Nour, partai kelompok Salafi Mesir sendiri menyatakan akan mengerahkan pendukungnya untuk menyetujui referendum itu, sementara Ikhwanul Muslimin menyerukan pemboikotan suara. Kini, Partai An-Nour benar-benar mendukung rezim al-Sisi, membuktikan bahwa Islam hanya sebatas retorika bagi kelompok Salafi.

Untuk meningkatkan kredibilitasnya, al-Sisi memainkan sebuah sandiwara. Ia mengundurkan diri dari tentara untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Satu-satunya calon lain dalam pemilihan presiden, Hamdeen Sabahi, hanya sebuah upaya formalitas.

Rezim al-Sisi terus membuat Ikhwanul Muslimin terpuruk selama mereka berkuasa dengan terus mengulangi tuduhan bahwa IM terhubung dengan militan garis keras. Intelijen militer juga terus mengungkapkan plot pembunuhan terhadap al-Sisi untuk mendelegitimasi IM.

Mesir memang memiliki sejarah panjang penguasa yang bangga menundukkan rakyat hanya untuk menemukan kisah horor mereka. Kisah bagaimana orang-orang itu justeru kembali melemahkan kekuasaan mereka. Hanya waktu yang akan mengatakan apakah Sisi akan menjadi korban lain atau apakah ia akan belajar dari nasib pendahulunya.

 

Sumber: Revolution Observer

Alih bahasa: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Jika Syiah Houtsi Jalankan Pemerintahan, Suku-suku Wilayah Saba Jaga Ladang Minyak

KIBLAT.NET, Al-Baidha – Suku-suku dari wilayah Saba (Sheba), yang meliputi tiga provinsi Maarib, Al-Jawf dan...

Senin, 09/02/2015 19:00 0

Yordania

AS Merasa Cara Eksekusi Pilot Yordania Untungkan Negaranya

KIBLAT.NET, Amman – Pejabat senior Amerika Serikat sekaligus koordinator koalisi internasional untuk memerangi Daulah Islamiyah...

Senin, 09/02/2015 18:00 1

Inggris

Ribuan Warga Muslim Inggris Protes Charlie Hebdo

KIBLAT.NET, London – Setidaknya 1.000 warga Muslim Inggris mengadakan aksi protes di pusat kota London...

Senin, 09/02/2015 17:01 0

Indonesia

Liga Arab Kecam Kudeta Syiah Houtsi di Yaman

KIBLAT.NET, Amman – Ketua Liga Arab, Nabil al-Arabi pada hari Ahad, (08/02) mengecam gerakan pemberontak Syiah...

Senin, 09/02/2015 16:59 0

Indonesia

Syarif Baraja: Islam Ala Indonesia Berarti Bukan Islam Ala Sahabat Nabi SAW

KIBLAT.NET, Jakarta – Dai muda dan Motivator ‘Sholat For Success’, Ustadz Syarif Baraja menolak pandangan...

Senin, 09/02/2015 16:02 0

Suriah

Eksekusi Tawanan Lagi, ISIS Gunakan Cara Baru

KIBLAT-NET – Kantor media Daulah Islam wilayah Khair (Deir Zour) merilis video yang dijuduli: “Tentara...

Senin, 09/02/2015 15:39 1

Indonesia

“Apa yang Membuat Hendropriyono Begitu Istimewa di Mata Jokowi?”

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Joko Widodo berambisi mewujudkan mobil nasional dengan menggandeng pabrikan otomotif asal...

Senin, 09/02/2015 15:09 0

Irak

Jenderal Iran Kembali Tewas di Samara, Iraq

KIBLAT.NET, Shalahudin – Seorang Jenderal Iran kembali tewas dalam pertempuran di Iraq. Jenderal yang menjadi...

Senin, 09/02/2015 14:05 0

Foto

Kampanye Anti Valentine Day di Solo, dari Poster Dakwah hingga Seminar

KIBLAT.NET, Surakarta – Dalam rangka kampanye anti Valentine Day, sejumlah elemen umat Islam Surakarta mengadakan...

Senin, 09/02/2015 14:04 0

Irak

Lagi, Milisi Syiah Iraq Sembelih Dua Pemuda Sunni

KIBLAT.NET, Anbar – Koalisi milisi Syiah Iraq kembali membantai pemuda suku Ahlu Sunnah. Kali ini,...

Senin, 09/02/2015 13:40 0

Close