Abu Jibriel Heran, Syiah Mengaku Islam Tapi Juga Mengaku Minoritas

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Amir Majelis Mujahidin, Ustadz Abu Muhammad Jibriel mengaku heran dengan sikap orang Syiah di Indonesia, di satu sisi mereka mengaku sebagai Islam. Namun , di satu sisi mereka mengaku sebagai kelompok minoritas.

“Islam itu di Indonesia mayoritas, kalau mereka mengaku Islam kenapa mengaku minoritas dan minta perlindungan kepada undang-undang,” katanya saaat Rapat Dengar Pendapat antara Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) dengan Komisi VIII DPR-RI, pada Rabu (04/02).

Syiah berdiri untuk menghancurkan Islam, saat ini di Yaman ada upaya dari kalangan Syiah Houtsi untuk menghapuskan surah An-Nur dari dalam Al-Qur’an.

“Karena di dalam surah An-Nur terdapat firman Allah yang membantah tuduhan zina terhadap ummul mukminin Aisyah radhiallahu anhu,” ujar Abu Jibriel.

Jika peristiwa ini difahami dengan baik dapat dikatakan bahwa Syiah itu bukan Islam. Meski, menurutnya mungkin MUI masih segan mengatakannya. Padahal, syahadat, rukun islam, dan Al-Quran nya Syiah berbeda dengan Islam.

“Lantas atas dasar apa kita segan mengatakan Syiah Bukan Islam. karena itu, diusulkan kepada MUI agar membuat fatwa bahwa Syiah Bukan Islam,” tegasnya.

Seperti diketahui, para ulama lintas ormas dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis melalui Aliansi Nasional Anti Syiah mengunjungi Komisi VIII untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait maslah Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB) dan penyebaran paham sesat Syiah di berbagai daerah yang dianggap mengancam keutuhan bangsa.

BACA JUGA  Pakar Hukum Pertanyakan Proses Penetapan Tersangka 6 Pengawal HRS

 

Reporter: Bilal Muhammad

Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat