... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Jabhah Nusrah di Suriah (3/4): Eksistensi JN di Suriah

Foto: Jabhah Nusrah di Syria. Sumber: Aljazeera

Ringkasan sebelumnya: Tehnik JN dalam membangun koalisi, menghasilkan sebuah persekutuan yang solid antar mujahidin. Dalam hal ini, JN membagi jaringan koalisi ke dalam 3 bagian. Bagian pertama adalah mereka yang sejalan dengan visi misi JN dari kalangan salafi jihadis, kedua adalah kelompok yang agak moderat tapi sejalan dengan tujuan JN, sedangkan ketiga adalah dengan oposisi moderat nasionalis.

Model Pasukan Khusus Jabhah Nusrah (JN)

Kekuatan tempur JN sangat efektif memainkan peran penting dalam membangun dan membina hubungan dengan kelompok lain. JN tersohor dengan “OPsEC”-nya (Satuan Keamanan Operasional) yang mumpuni, terkendali dan rapi dalam operasi rahasia. Kemiliteran dikontrol dengan ketat dan formal sebagai penyumbang kekuatan ganda bagi unit yang lain.

Pasukan oposisi sebenarnya telah menyesuaikan diri dengan medan yang dihadapi. Pembagian pasukan yang akan bertempur, disesuaikan dengan profesionalisme masing-masing satuan. JN sendiri dalam hal ini mendapatkan posisi yang terhormat di mata kelompok-kelompok jihad yang lain. JN berkontribusi di setiap lini, secara otomatis mereka bergantung padanya.

JN mempunyai kemampuan yang unik untuk mencapai tujuan operasional, dengan sasaran-sasaran strategis dan lebih luas dampaknya bagi rezim Assad. Operasi-operasi yang direncanakan menitikberatkan pada target yang tepat, dan benar-benar membuat tentara Nushairiyah terpukul.

Berbeda dengan karakteristik operasi infanteri gaya konvensional yang diterapkan oleh militer ISIS, JN memerankan karakteristik operasi khusus. Kehadiran mereka justru menambah kekuatan oposisi Suriah. Meskipun kelompok oposisi bergantung padanya, JN tetap berbagi peran kunci dengan kelompok lain di garis depan.

Parade militer JN di Idlib. Sumber: muqawamah.com

Parade militer JN di Idlib. Sumber: muqawamah.com

Hal itu membuktikan bahwa mereka sebenarnya saling membutuhkan. Sifat arogan, ingin menang sendiri atau angkuh karena lebih mendominasi dalam koalisi dihilangkan. Karena pada dasarnya, mereka mempunyai visi dan misi yang selaras. Struktur dan komposisi JN pada sektor kekuatan elit militer berorientasi ke arah perubahan positif masyarakat Suriah secara keseluruhan.

Meski JN lebih terlihat mengejar kampanye militer melawan rezim, prioritas yang tak kalah pentingnya bagi  JN adalah integritas dalam struktur kekuasaan dan pemerintahan lokal. JN akan selalu memperkuat pengaruh dalam hal ideology, agar perjuangan militer merebut kekuasaan tidak sia-sia. Betapa banyak para mujahidin yang hebat dalam peperangan, tapi lupa dalam integritas kekuasaan. JN ingin membenahi semua kesalahan-kesalahan itu.

Perintah militer yang digunakan JN di setiap daerah adalah sistem otonomi. Perintah ini diberdayakan untuk menyesuaikan langkah adaptasi dengan perubahan dalam pertempuran,  atau komposisi angkatan-angkatan oposisi. Memang, JN tidak secara resmi menyatakan sebuah bentuk  pemerintahan wilayah atau negara layaknya ISIS, akan tetapi JN tetap membuat sistem struktural terhadap sebuah daerah yang teratur.

Dalam bidang moneter, JN membentuk sebuah komite sentral yang disebut “Muslim Treasury” yang bertugas mengumpulkan dana dan mendistribusikannya ke berbagai medan pertempuran. Struktur komando dan kontrol yang tersusun rapi ini akan diadaptasikan ke seluruh medan pertempuran. Hal ini diharapkan dapat memaksimalkan pasukan JN di mana pun berada dan terjamin kesejahteraannya.

Selain itu, struktur ini memungkinkan JN untuk memudahkan koordinasi operasi dengan oposisi lain, sehingga kekuatan dapat dikerahkan secara sempurna. Hal ini secara tidak langsung juga meningkatkan pengaruh JN di mata pejuang lainnya. JN menggunakan operasi militer untuk mentransformasi masyarakat dan menciptakan keharmonisan hubungan antara jajaran kemiliteran dan agama. Maka dari itu, dibentuklah dewan syariah yang berfungsi sebagai penasihat para komandan militer JN.

Kamp militer JN di Dara'a. Sumber: muqawamah.com

Kamp militer JN di Dara’a. Sumber: muqawamah.com

Usaha-usaha ini diintegrasikan JN di semua lini perjuangannya. Dewan syariah bertugas memberikan bimbingan manhaj yang benar, untuk memastikan aktivitas militer yang terarah dan mengejar tujuan jangka panjang. Para penasihat syariah ini pun bertugas membimbing semua mujahidin dan memberikan pengajaran dienul Islam. Jadi, para penasihat ini menjadi pusat pengetahuan dien Islam bagi para pejuang.

Taktik, Tehnik dan Prosedur Operasional Jabhah Nusrah (JN)

Taktik, tehnik dan prosedur (ttPs) yang diperagakan JN memiliki ciri khas dan menjadikan kekuatan efektif luar biasa di medan pertempuran. JN menjadi sangat ditakuti karena afiliasinya dengan Al-Qaidah, kekuatannya mendukung penuh oposisi Suriah. Pelatihan dan pengalaman perang yang diperoleh para mujahidin JN merupakan aset berharga bagi Al-Qaidah. Karena suatu saat, mereka mungkin akan bergabung kembali dengan Al-Qaidah dan berjuang bersama.

Vakumnya keamanan di Suriah dimanfaatkan dengan baik oleh Al-Qaidah dengan “JN”-nya. Ini dilakukan untuk menciptakan peluang besar agar cita-cita besarnya terwujud. Komandan-komandan militer JN melakukan beberapa perencanaan operasional yang matang dan tidak serampangan. Rencana-rencana serangan dikembangkan dengan  penngintaian yang telah dikumpulkan sebelumnya.

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Pada tahun 2014, kontribusi JN amat signifikan terhadap keberhasilan kampanye militer anti Assad di Suriah. JN membagi pasukannya dalam kelompok-kelompok taktis kecil yang dibebani misi-misi operasional. Misi-misi operasi dirembug bareng dengan kelompok-kelompok lainnya, dengan disertai perencanaan yang matang.

JN mengambil kendali sejumlah operasi yang melibatkan sejumlah kekuatan besar oposisi. Komandan pun menggunakan “Sand Tables” (media pasir), rincian peta medan tempur untuk membimbing langkah para pejuang secara mendetail dalam operasi mendatang.

JN juga memproduksi video dan foto, sebagai bukti bahwa mujahidin begitu disipilin dan menggunakan jaringan radio dalam komunikasinya. Dalam operasi pengepungan kota Homs pada awal 2014, terlihat mujahidin JN mengkoordinasikan pembagian frekuensi radio (via Handy Talky) untuk berkomunikasi sebelum operasi dimulai. Jenis perencanaan formal ini menggambarkan sifat profesional JN sebagai kekuatan tempur.

Ilustrasi bom mobil

Ilustrasi bom mobil

JN juga secara aktif terlibat dalam industri pembuatan senjata, dan telah membuat unit satuan khusus. Unit ini bertanggung jawab penuh dalam produksi amunisi dan pembuatan alat peledak (VbiEDs : Vehicle-borne improvised Explosive Devices).  Usaha-usaha ini dikembangkan agar tercipta kemandirian dalam hal stok amunisi. Jadi, tidak hanya mengandalkan ghanimah atau bantuan dari luar saja, tetapi sudah mampu memproduksi amunisi sendiri.

Pada 29 Juli 2014 dalam sebuah rekaman video, Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini mengungkap pembuatan artileri yang diimprovisasi, diberi nama dengna “Ababil”. Artileri ini dilaporkan mampu menjangkau 12 km. Selain itu, JN juga mengumumkan berdirinya unit produksi dan pengembangan militer pada 24 April 2014. Unit ini telah menerbitkan setidaknya dua panduan tentang pembuatan senjata.

Taktik JN dalam menggunakan VbiEDs (Bom Mobil) dirasa sangat menimbulkan dampak yang besar bagi musuh. Dengan cara ini para mujahidin menjadi lebih cepat menguasai suatu wilayah dan lebih efisien. Karena musuh telah hancur di titik yang paling sentral dari pertahanannya.

Kemampuan dalam operasi VbiEDs ini diakuisisi para veteran JN dari para mujahidin AQI (Al-Qaidah of Iraq) terhadap pasukan koalisi. Penyebaran VbiEDs biasanya dikerahkan di aset-aset strategis yang bermanfaat bagi pasukan oposisi. Taktik warisan AQI ini terbukti memberikan pukulan yang hebat bagi rezim Assad.

Sistem Perekrutan oleh Jabhah Nusrah (JN)

Setelah konflik Suriah pecah, JN dituntut segera menjadi kekuatan elit untuk melawan rezim. Perekrutan anggota baru dilakukan dengan ketat untuk menambah sel-sel awal sebagai embrio lahirnya kekuatan baru yang lebih besar. Amir JN, Al-Jaulani mengatakan bahwa saat JN masuk ke Suriah, jumlah anggota mereka tidak lebih dari 7 sampai 8 orang pada akhir 2011.

Lambat laun jumlah anggota pun bertambah dengan seleksi yang super ketat. Kawan-kawan lama dari Iraq yang melintasi perbatasan ke Syria –para mujahidin Al-Qaidah— juga turut menambah jumlah pasukan. Inilah faktor terbesar yang melatarbelakangi keberhasilan JN di setiap pertempuran. Anggotanya banyak dari para veteran yang banyak telah makan asam garam di Irak maupun Afghanistan.

Jubir JN: Abu Muhammad Al-Jaulani

Jubir JN: Abu Muhammad Al-Jaulani

JN juga merekrut para pemuda Suriah sebagai kader pejuang baru untuk menambah anggota inti berpengalaman. Mereka dididik dengan ketat agar kelak menjadi pengganti para pemimpin yang mungkin syahid atau sudah tidak mampu bertugas lagi. JN juga merekrut pejuang asing termasuk dari Timur Tengah, Afrika Utara dan Eropa. Menurut salah satu komandan perang JN, ada 800 orang Yordania yang masuk dalam barisan JN.

Dari sekian para pejuang asing, Syaikh Aiman mengirimkan salah seorang senior Al-Qaidah, Muhsin Al-Fadli untuk berkoordinasi dengan JN dalam hal ini. Al-Qaidah memanfaatkan kesempatan ini untuk mendidik para pejuang berpasport barat untuk menargetkan AS dan negara Eropa dengan dukungan dari pakar pembuat bom AQAP. Salah satu pejabat AS meyakini bahwa mungkin ada pembentukan kamp-kamp pelatihan khusus untuk melatih pejuang asing dari Barat. Ke depannya, ini dimanfaatkan untuk menyebarkan para pejuang ke negara asal mereka .

Sistem Pelatihan Jabhah Nusrah (JN)

Ketatnya JN dalam perekrutan menghasilkan keterampilan tingkat tinggi  di atas rata-rata dalam pertempuran. Pelatihan militer JN dirancang untuk menciptakan tentara yang mampu bertugas dalam misi jangka panjang. Aturan dalam pelatihan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari sisi kemiliteran dan manhaj yang benar. JN adalah pelopor pembentukan militer masa depan negara Islam di Suriah. Yaitu dengan pembelajaran ideologi secara intensif dan memprioritaskan kesetiaan serta mendidik kebajikan para pejuang.

BACA JUGA  BJ Habibie Wafat, Ulama dan Tokoh Sampaikan Duka Cita

JN menjadi aktor militer yang mengutamakan keselamatan dan keamanan populasi sipil Suriah,  sehingga masyarakat simpati padanya. JN menyediakan pelatihan militer dengan sejumlah kamp-kamp pelatihan di Suriah. Di kamp-kamp konsentrasi itu tidak hanya mengedepankan pelatihan fisik saja, lebih diprioritaskan pelatihan manhaj yang benar. Selain itu, pelatihan senjata dan taktik dalam berperang juga diberlakukan.

Mengutip sebuah wawancara dari salah seorang dewan syariah JN oleh Time yang mengatakan, “Perekrutan anggota JN dimulai dengan sepuluh hari kursus berkenaan dengan pemahaman dien untuk memastikan pemahaman dien Islam, moral dan reputasinya. Kemudian dilanjutkan dengan lima belas hingga dua puluh hari program pelatihan militer.”

Wawancara itu mungkin hanyalah sebagian kecil dari pelatihan bagi anggota baru. Kenyataannya, mungkin lebih dari itu. JN juga merilis beberapa gambar dan video dari kamp-kamp pelatihan bagi para mujahidin. Jika kita melihat video dari pelatihan JN, akan terlihat sebuah bendera yang menggambarkan betapa eratnya hubungan JN dan Al-Qaidah. “Al-Qaidah di Suriah : Jabhah Nusrah”.

Roket yang sedang ditembakkan mujahidin JN. Sumber: muqawamah.com

Roket yang sedang ditembakkan mujahidin JN. Sumber: muqawamah.com

Selain perekrutan dan pelatihan, JN juga mengejar transformasi generasi baru masyarakat Suriah melalui pelatihan agama dan pelatihan militer untuk para pemuda. JN juga memberikan perhatian penuh pada pendidikan anak-anak Suriah. Hal ini dimulai dengan Da’wa Outreach,  di mana anak-anak disalurkan untuk dididik di sejumlah sekolah agama formal.  Pemberian pendidikan bagi anak ini merupakan komponen dari tujuan jangka panjang Al-Qaidah dan multi generational untuk pendirian kekhalifahan Islam global.

Apa yang diterapkan JN ini merupakan konsep, taktik dan prioritas Al-Qaidah dalam mengorganisie para pemuda Suriah. Pemuda ditujukan untuk menciptakan generasi masa depan yang kelak menjadi cikal bakal negara Islam. Tujuan jangka panjang yang telah dirintis sejak dini, sebuah cita-cita agung untuk mengembalikan hegemoni Islam di bumi Allah.

Kampanye Militer Jabhah Nusrah (JN) Sejak Agustus 2013

Jabhah Nusrah yang pada awalnya hanya berjumlah tujuh hingga delapan orang, sekarang menjelma menjadi kekuatan tempur yang ditakuti rezim Assad. JN secara disiplin telah meningkatkan efektifitas tempur untuk meningkatkan keberhasilan di setiap operasi. Hal ini pun berpengaruh pada perhatian kelompok lain yang mulai bergantung pada JN.

Pada 21 Agustus 2013, tentara rezim menyerang Ghouta, pinggiran kota Damaskus dengan gas sarin. Inilah yang menjadi titik balik perang di Suriah karena AS hanya bungkam dan berpangku tangan. Padahal jelas-jelas rezim Assad menggunakan senjata kimia beracun.

Bungkamnya AS dan dunia Barat ini membuat JN semakin berpengaruh di  mata oposisi. Oposisi moderat sangat mengharapkan campur tangan Barat dalam hal ini. Namun, harapan itu bertepuk seblah tangan. AS hanya duduk manis sembari menonton konflik berdarah ini. JN pun segera mengambil kesempatan emas ini dengan menjadi pelopor perlawanan peda rezim Assad atas pembantaian di Ghouta.

Penggunaan senjata kimia oleh rezim ini mendapat kecaman internasional. Tetapi kecaman hanyalah kecaman yang tidak berefek apapun tanpa aksi nyata. JN sebagai kekuatan oposisi yang besar pengaruhnya, menjadi motor penggerak perlawanan. JN terus menghadapi rezim yang dibantu Hizbullah dalam membombardir para mujahidin di Suriah. Penggunaan kimia oleh rezim diganti dengan bom barel yang tak kalah dahsyat bahayanya.

Efek penghancuran dari bom barel. Sumber: globalmedia.web.id

Efek penghancuran dari bom barel. Sumber: globalmedia.web.id

Sepanjang tahun 2014, Carter Center mengkalkulasikan bahwa terjadi peningkatan 450% bom barel yang digunakan rezim antara bulan Maret dan April 2014. Selain bom barel, rezim juga menggunakan gas klorin untuk membombardir kekuatan oposisi. Korban sipil pun berjatuhan,  dan JN menjadi tumpuan utama untuk mengadakan perlawanan. Dukungan masyarakat Suriah begitu membahana karena dunia internasional hanya melipat tangan dengan fenomena seperti ini. JN memaksimalkan potensi bersama kelompok lainnya untuk melawan rezim.

Perlawanan asimetris ini dihadapi oposisi dengan berbagai taktik dan tehnik. JN melakukan penetrasi dan serangan-serangan yang mematikan di sejumlah pusat komando rezim. Perlawanan-perlawanan ini sedikit banyak membuat mereka kelimpungan. Dominasi JN ini membuat pengaruh oposisi moderat sedikit demi sedikit tersingkirkan. Masyarakat lebih dekat dan percaya pada JN ketimbang pada oposisi nasionalis.

Disarikan dari “Jabhat Al-Nusra In Syiria” an Islamic Emirate for Al-Qaeda, Jennifer Cafarella

Penulis : Dhani El_Ashim

Editor: Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yordania

Balas ISIS, Pemerintah Yordania Akan Eksekusi Mati Tahanan Wanita

KIBLAT.NET, Amman – Usai pejuang Daulah/ISIS mengeksekusi pilot Yordania Muadz Al-Kasaesbeh, pemerintah dan militer Yordania benar-benar...

Rabu, 04/02/2015 11:00 0

Eropa

Wikileaks: Pemerintah Italia Awasi Umat Islam Secara Agresif

KIBLAT.NET, Roma – Bocoran dokumen Wikileaks dari tahun 2005 mengungkapkan bahwa populasi Muslim Italia telah dipantau...

Rabu, 04/02/2015 10:38 0

News

Qatar: Hanya Fokus pada ISIS Adalah Sesuatu yang ‘Menyedihkan’

KIBLAT.NET, Doha – Menteri Luar Negeri Qatar, Khalid Al-Attiya menekankan bahwa pasukan koalisi pimpinan AS dalam...

Rabu, 04/02/2015 10:00 0

Afrika

Presiden Nigeria Lolos dari Serangan Bom Mobil

KIBLAT.NET, Gombe – Sebuah bom mobil meledak di dekat stadion di kota Nigeria timur laut,...

Rabu, 04/02/2015 09:46 0

Indonesia

Orangtua Harus Paham Sejarah Valentine Day

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA), Sarah Mantovani mengatakan para orangtua harus...

Rabu, 04/02/2015 09:15 0

Indonesia

MUI: Valentine Day Jangan Dijadikan Ajang Pembolehan Maksiat

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Asrorun Niam Sholeh mengingatkan...

Rabu, 04/02/2015 09:00 0

Suriah

Serangan Udara Rezim Renggut Nyawa Puluhan Rakyat Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Serangan udara rezim Bashar Assad yang membabi buta kembali merenggut nyawa puluhan rakyat Suriah....

Rabu, 04/02/2015 08:52 0

Yordania

Video ISIS Memperlihatkan Pilot Yordania Dibakar Hidup-Hidup

KIBLAT.NET – Daulah Islam Selasa 3 Pebruari 2015 merilis video berdurasi 22 menit menunjukkan pelaksanaan...

Rabu, 04/02/2015 06:20 0

Yaman

Lagi, Komandan Syiah Houtsi Dieksekusi Pengendara Motor

KIBLAT.NET, Ibb – Pembunuhan terhadap komandan Syiah Houtsi kembali terjadi di provinsi Ibb. Muhammad Al-Masawi...

Selasa, 03/02/2015 17:00 0

Yaman

Bungkam Warga Yaman, Syiah Houtsi Sebar Mata-mata dan Tangkap Aktivis

KIBLAT.NET, Sanaa – Milisi Syiah Houtsi, Senin (02/01), memberlakukan langkah-langkah ketat untuk mencegah gerakan rakyat...

Selasa, 03/02/2015 15:35 0

Close