... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS Nilai Hendropriyono Kuat Pengaruhi Pemerintahan Jokowi

Foto: Hendropriyono

KIBLAT.NET, Jakarta – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menempatkan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono dalam lingkar kekuasaan di pemerintahannya dinilai kontradiksi dengan janjinya di masa kampanye. Hal itu diutarakan oleh Wakil Koordinator Bidang Advokasi KontraS, Yati Andriyani, belum lama ini.

Menurut Yati, Jokowi pernah berjanji akan menyelesaikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat secara berkeadilan.

“Ini menjadi ironis, seharusnya Jokowi tidak menempatkan orang-orang yang memiliki kaitan dengan kasus pelanggaran HAM di posisi penting, Jangan-jangan janjinya palsu,” katanya dalam diskusi bertema “A.M Hendripriyono Diduga Terlibat Peristiwa Talangsari, Jokowi Tahu Nggak?” di kantor KontraS, Jakarta, Jumat (30/01.

Seharusnya, kata Yati, Jokowi berkomitmen dengan janjinya dan tidak memberikan pihak-pihak yang memiliki kaitan dengan pelanggaran HAM berat. KontraS menilai Hendropriyono yang terkait dengan kasus pelanggaran HAM berat pada peristiwa Talangsari.

“Sebagaimana kita ketahui, Jokowi pernah menawarkan ke Hendro menjadi Watimpres, menantunya menjadi ajudan presiden, anaknya menjadi Komisaris Telkomsel,” ungkapnya.

Yati merasa heran mengapa ketika Hendropriyono mengaku berani dihadapkan ke pengadilan HAM, tetapi pemerintah tidak menggelar peradilan HAM dengan segera.

“Saya ingin menekankan kalau Hendronya berani, mengapa Jokowi, Komnas Ham, dan Kejagung tidak berani?,” tanyanya.

Sambungnya, Indonesia telah mengalami kemunduran dengan menempatkan orang-orang yang terkait kasus pelanggaran HAM berat ke dalam arena kekuasaan dan perpolitikan. Menurutnya, di dalam pemerintahan demokrasi tidak ada kesempatan bagi pihak yang terkait dengan pelanggaran HAM.

BACA JUGA  Lagi, PKS Potong Gaji Anggota Untuk Bantu Rakyat Terdampak Corona

“Ini flashback, seharusnya dalam pemerintahan yang bertransisi menuju negara demokratis dilakukan mekanisme Vetting (screening dan verivikasi,red),” tegasnya.

KontraS menilai Henropriyono berada dilingkar kekuasaan penting pemerintahan Jokowi, meski Hendro tidak menerima jabatan sruktural.

“Kelihatan betul Hendro memiliki pengaruh di pemerintahan Jokowi. Buktinya, Hendro berani secara terbuka mendesak Jokowi melantik Budi Gunawan. Ini terlihat sekali ada perselingkuhan negara ‘dalam tanda petik’ dengan orang-orang ini,” ucapnya.

Negara dinilai memfasilitasi orang-orang yang masih terkait dengan kasus pelangaran HAM untuk dapat posisi strategis. Padahal, KontraS sering memberikan masukan kepada negara untuk melakukan mekanisme Vetting agar orang yang terkait pelanggaran HAM tidak dimasukkan ke pemerintahan.

“Tetapi, ini tidak pernah dijadikan rujukan oleh pemerintahan Jokowi yang tidak pernah peduli dengan Hak Azasi Manusia,” tegas Yati.

Sebagaimana diketahui, Kontras menilai Hendropriyono terlibat dalam kasus Talangsari berdasarkan bukti melalui keterangan para saksi. Saat peristiwa tersebut, Hendropriyono menjabat sebagai Komandan Resor Militer 043 Garuda Hitam Lampung. Hendropriyono disebut sebagai pemimpin dalam penyerangan kepada kelompok masyarakat di Talangsari.

 

Reporter: Bilal Muhammad

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Koalisi Milisi Syiah Iraq Berubah Nama Menjadi Garda Nasional

KIBLAT.NET, Baghdad – Koalisi milisi Syiah Iraq, Al-Hasd Al-Syakbi, baru-baru ini mengubah nama menjadi pasukan...

Senin, 02/02/2015 13:40 0

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Culik Aktivis dan Pengunjuk Rasa di Ibukota

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Houtsi menculik sejumlah pengunjuk rasa yang melakukan aksi protes di...

Senin, 02/02/2015 12:01 0

Suriah

SRGC: Bis yang Dibom di Damaskus Mengangkut Milisi Syiah

KIBLAT.NET, Damaskus – Komisi Umum Revolusi Suriah atau yang lebih dikenal Syrian Revolution General Commission...

Senin, 02/02/2015 11:19 0

Rohah

Debat Singkat Si Arab dan Si Miskin

Seorang miskin datang ke orang Arab untuk meminta-minta. Si miskin berkata, “Tuan, seorang yang tidak...

Senin, 02/02/2015 11:05 0

Wilayah Lain

Bahayakan Negara, Bahrain Cabut Kewarganegaraan Puluhan Pengikut Syiah

KIBLAT.NET, Manamah – Pemerintah Bahrain mencabut kewarganegaraan 72 orang warganya yang sebagian di antaranya merupakan...

Senin, 02/02/2015 10:33 0

Mesir

Al-Sisi Bentuk Kekuatan Besar-Besaran untuk Balas Pejuang Sinai

KIBLAT.NET, Kairo – Presiden Mesir Abdul Fatal Al-Sisi mengatakan tidak akan menerima serangan mematikan yang...

Senin, 02/02/2015 10:12 0

Munaqosyah

Maslahat Hukuman Mati bagi Penghina Nabi

Penyerangan terhadap kantor majalah penghina rasul Charlie Hebdo membuat semua mata tertuju ke Perancis. Berbagai...

Senin, 02/02/2015 09:22 0

Suriah

Bom Syahid Jabhah Nusrah Guncang Ibukota Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Jabhah Nusrah mengaku bertanggung jawab atas serangan bom Syahid di sebuah bis...

Senin, 02/02/2015 09:11 0

Mesir

Setelah 400 Hari, Mesir Akhirnya Bebaskan Wartawan Al-Jazeera

KIBLAT.NET – Wartawan Al-Jazeera, Peter Greste, yang ditahan di Mesir selama 400 hari telah dibebaskan...

Senin, 02/02/2015 06:16 0

Mesir

Mesir Masukkan Brigade Al-Qassam Sebagai Organisasi Teroris

KIBLAT.NET, Kairo – Pengadilan Mesir pada Sabtu (31/01) memutuskan pelarangan terhadap sayap militer kelompok Hamas...

Ahad, 01/02/2015 20:34 0

Close