... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tentara Iraq Hanya Bergeming saat Milisi Syiah Bantai 72 Warga Muslim di Diyala

Foto: Milisi Syiah Irak menjadi pejuang asing yang turut bertempur di sisi Rezim Assad.

KIBLAT.NET, Diyala – Milisi Syiah dilaporkan telah membantai sedikitnya 72 warga Muslim Sunni tak bersenjata di Iraq. Sejumlah saksi mengatakan bahwa pasukan keamanan berdiri dan menyaksikan terjadinya pembantaian itu.

Eksekusi itu diduga telah terjadi di desa Barwanah, dekat kota Sinsil. Pembantaian yang berlangsung pada Senin (26/01) terjadi menyusul serangan selama tiga hari yang dilakukan oleh milisi Syiah dan pasukan pemerintah, untuk merebutnya dari pejuang Daulah Islamiyah (ISIS). Selain membantai mereka juga mengambil alih puluhan desa di wilayah itu.

Orang-orang yang selamat dari pembantaian itu menyebut milisi Syiah dan pasukan keamanan Iraq sebagai pelakunya. Ada lima orang saksi yang menuturkan kesaksian yang sama terkait kekejaman yang mereka saksikan, sebagaimana dilansir Reuters.

Sebanyak 10 Humvee pada Senin (26/01) sore tiba di desa Barwanah, berisi orang-orang berseragam hitam dan coklat. Seragam itu biasanya dipakai oleh milisi Syiah dan pasukan keamanan Iraq. Para saksi mengungkapkan bahwa ada beberapa warga sipil di antara rombongan yang tiba di wilayah pemukiman Sunni itu.

Seorang saksi bernama Abu Umar mengatakan para penduduk desa diseret dari rumah mereka, tanpa memandang usia. Para anggota milisi mengambil telepon seluler dan kartu identitas seorang pria, kemudian mengikat tangannya bersama keenam anaknya.

Mereka kemudian dibawa ke lapangan dan dipaksa berlutut selama sekitar dua jam. Pemandangan yang sama juga tampak di tempat-tempat yang berbeda di wilayah pemukiman itu. Ada lebih dari seratus orang dikumpulkan.

BACA JUGA  Pria Kulit Putih Bersenjata Meneror Masjid di Norwegia, Seorang Muslim Terluka

“Para milisi itu membawa mereka belakang dinding. Kurang dari satu menit kemudian terdengar tembakan,” kata Abu Umar. “Kami semua bisa mendengar ada suara tembakan, tapi kami tidak bisa melihatnya,” imbuhnya.

Saksi lain mengatakan bahwa pasukan pemerintah Irak hanya berdiri dan beberapa bahkan ada menangis saat melihat milisi Syiah membantai warga sipil. Seorang saksi bernama Abdullah al-Jubouri, yang bersembunyi di tumpukan sampah setelah melihat kedatangan Humvee, mengatakan bahwa ia melihat tentara dan milisi menembaki warga sipil Sunni dengan tangan terikat.

“Saya melihat mereka jatuh seperti kartu domino,” tambahnya.

Abu Mazel, yang juga melihat peristiwa pembantaian milisi Syiah, memberikan keterangan serupa. Pria itu mengatakan bahwa dia melihat beberapa pria bersenjata yang mengenakan ikat kepala hijau bertuliskan ‘Hussein’.

Abu Mazel menuturkan bahwa ia dipaksa berlutut bersama dengan sepupunya. Dia mendengar orang lain memohon belas kasihan, saat diseret akan dibunuh. “Sepupu saya mengangkat kepalanya, kemudian seseorang memukulnya,” katanya.

“Lima menit kemudian mereka datang dan membawanya pergi, kemudian mengeksekusinya,” terangnya.

Baranwah adalah sebuah desa yang terletak di provinsi Diyala, yang berbatasan dengan Iran. Sebelumnya wilayah ini berhasil dikuasai oleh pejuang Daulah, namun milisi Syiah dan pasukan pemerintah Iraq mengklaim bahwa mereka telah merebutnya.

Pada bulan Agustus lalu, sedikitnya 68 warga Sunni terbunuh di sebuah masjid di provinsi ini. Sumber keamanan Irak saat itu menyatakan bahwa milisi Syiah bertanggung jawab atas serangan itu.

BACA JUGA  Kemerdekaan Menurut H.O.S. Tjokroaminoto

 

Sumber : Rtnews/Reuters

Penulis : Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Boko Haram Mengancam, Uni Afrika Seru Pengerahan 7.500 Tentara

KIBLAT.NET, Abuja – Uni Afrika menyerukan pengerahan 7.500 pasukan tambahan dari lima negara anggotanya untuk...

Jum'at, 30/01/2015 11:55 0

Turki

Pengadilan Kriminal Internasional Hentikan Penyelidikan Mavi Marmara, IHH Ajukan Banding

KIBLAT.NET, Ankara – Sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) Turki mengajukan banding atas putusan Pengadilan Kriminal Internasional...

Jum'at, 30/01/2015 08:00 0

Indonesia

BNPT Terima Delegasi Pemerintah Cina Terkait Insiden di Palu

KIBLAT.NET, Jakarta – BNPT menerima kunjungan delegasi pemerintah Cina terkait penangkapan empat warganya yang terindikasi sebagai...

Jum'at, 30/01/2015 07:20 0

Indonesia

Ahok: Kami Adalah Kepala Preman Baru, Kamilah Godfather Baru!

KIBLAT.NET, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan agar para juru...

Jum'at, 30/01/2015 07:00 0

Indonesia

Ini Keluhan BNPT kepada Anggota DPR Soal Pencegahan Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Saud Usman Nasution mengeluhkan ada sejulah hambatan...

Jum'at, 30/01/2015 06:45 0

Indonesia

PII Minta Maksimalkan Penyadaran Bahaya Valentine Day pada Remaja Muslim

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua PB PII Bidang Komunikasi Umat, Helmi Al Djufri mengingatkan kepada semua...

Kamis, 29/01/2015 21:01 0

Indonesia

Taruna Muslim: Valentine Day Itu Invasi Budaya!

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Taruna Muslim, Ustadz Alfian Tanjung mengatakan perayaan Valentine Day merupakan operasi...

Kamis, 29/01/2015 20:33 0

Analisis

Pudarnya Imperium AS (3/4): Amerika Serikat Paling Mengancam Dunia

AS sebagai negara yang paling mengancam perdamaian dunia “Amerika Serikat adalah bahaya bagi dunia,” begitu...

Kamis, 29/01/2015 19:30 0

Indonesia

Pengamat: Pergulatan Kepentingan KPK-Polri, Akibat Jokowi Tak Punya Skema yang Jelas

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Jokowi sejak awal dinilai tidak memiliki skema yang jelas untuk dijabarkan...

Kamis, 29/01/2015 19:02 0

Indonesia

Satu Batalion Brimob Kelapa Dua Diterjunkan ke Poso

KIBLAT.NET, Poso – Sebanyak lima Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau satu peleton Korps Brimob Kelapa...

Kamis, 29/01/2015 16:32 0

Close