Boko Haram Mengancam, Uni Afrika Seru Pengerahan 7.500 Tentara

KIBLAT.NET, Abuja – Uni Afrika menyerukan pengerahan 7.500 pasukan tambahan dari lima negara anggotanya untuk menghadapi pejuang Boko Haram. Mereka akan tergabung dalam Satgas Gabungan Multinasional (MNJTF).

“Saya sangat prihatin dengan situasi yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas pejuang Boko Haram, termasuk eskalasi kekerasan baru-baru ini terjadi di lapangan,” kata Kepala Komisi Uni Afrika Nkosazana Dlamini-Zuma, menjelang digelarnya pertemuan puncak KTT Uni Afrika pada Jumat (30/01).

Empat negara yang menjadi medan perjuangan Boko Haram, yaitu Kamerun, Chad, Niger dan Nigeria sepakat dalam pengerahan pasukan itu. Benin juga menyatakan kesediaannya bergabung dalam Satgas Gabungan Multinasional (MNJTF).

“Serangan terus-menerus di timur laut Nigeria dan peningkatan serangan di Danau Basin Chad, di sepanjang perbatasan dengan Chad dan Kamerun, dan di provinsi-provinsi di utara negara itu, memiliki potensi mendestabilisasi seluruh kawasan. Lebih jauh akan berdampak pada keamanan dan kemanusiaan,” ungkap Dlamini-Zuma.

Lebih jauh Dlamini-Zuma menerangkan bahwa lebih dari 13.000 orang  tewas dalam konflik antara pasukan Uni Afrika dengan pejuang Boko Haram. Sementara lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal mereka sejak 2009.

“Oleh karena itu, disarankan agar negara-negara di wilayah ini diberi wewenang untuk meningkatkan kekuatan MNJTF hingga mencapai 7.500,” tambahnya.

Dia menambahkan, tugas pasukan tersebut adalah melakukan operasi militer untuk mencegah perluasan wilayah Boko Haram, dan kegiatan kelompok lainnya. Harapannya mereka dapat menghapuskan keberadaan kelompok-kelompok tersebut.

Nigeria adalah negara dengan jumlah pasukan terbesar di Afrika Barat. Namun mereka terpaksa menerima kritik tajam dari dalam dan di luar negeri, karena gagal menghentikan para pejuang Boko Haram.

Sumber : Telegraph
Penulis : Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat