... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Pudarnya Imperium AS (3/4): Amerika Serikat Paling Mengancam Dunia

AS sebagai negara yang paling mengancam perdamaian dunia “Amerika Serikat adalah bahaya bagi dunia,” begitu ungkapan Profesor Niall Ferguson. Mereka berbahaya karena menyangkal bahwa mereka adalah sebuah imperium militer dan ekonomi. Ferguson menambahkan bahwa penolakan Amerika untuk mengakui “siapa mereka” berarti mempertaruhkan risiko untuk tidak pernah mengambil pelajaran dari ekspansionisme Inggris.[1]

“Amerika Serikat adalah imperium yang tidak berani mengungkapkan namanya. Mereka adalah sebuah imperium dalam penyangkalan. Dan penyangkalan AS akan status tersebut akan menimbulkan bahaya nyata bagi dunia. Sebuah imperium yang tidak mengakui kekuasaannya sendiri adalah hal yang berbahaya.”

Indeks partisipasi perang. Terlihat, Amerika Serikat adalah yang paling sering terlibat perang.

Indeks partisipasi perang. Terlihat, Amerika Serikat adalah yang paling sering terlibat perang.

Dia mengatakan bahwa dengan pangkalan militer di tiga perempat dari negara-negara di dunia, dan penguasaan 31% dari seluruh kekayaan dunia, Amerika membuat imperium Inggris pada masa puncaknya pada tahun 1920 sekalipun, terlihat “seperti setengah matang”.

Namun dia juga memperingatkan bahwa Amerika terlalu banyak mendirikan imperium militer, terlalu suka melakukan intervensi jangka pendek, sebagaimana di Haiti, Lebanon, Irak, tanpa memiliki “komitmen berkelanjutan untuk melakukan pembangunan kembali”.

Kelemahan kritis Amerika, bagaimanapun, adalah kurangnya pengetahuan tentang diri. “Ketika Anda berbicara dengan orang Amerika tentang imperium, mereka akan mengatakan, ‘kami muncul untuk melawan imperialisme.” Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld mengatakan kepada al-Jazeera bahwa “kami tidak imperialistik.” Tapi bagaimana mungkin Anda tidak menjadi imperium jika anda memiliki 750 pangkalan militer di tiga perempat dari negara-negara di bumi?” Amerika tidak percaya bahwa mereka adalah imperium. Tapi sejak mereka mencaplok Filipina pada tahun 1898, mereka telah bertindak sebagai sebuah kekuatan imperium.”

BACA JUGA  Akhir Nasib Penguasa Tiran

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Johan Galtung yang menyatakan, “Bahwa sepanjang masih ada imperium militeristik Amerika Serikat, maka perdamaian dunia tidak akan ada di muka bumi. Ini adalah ganjalan utama bagi perdamaian dunia hari ini.”[2]

Survey oleh Gallup International, Amerika Serikat adalah negara yang paling mengancam perdamaian dunia.

Survey oleh Gallup International, Amerika Serikat adalah negara yang paling mengancam perdamaian dunia.

Teori yang diungkapkan Galtung membuktikan bahwa imperium Amerika Serikat tidak membutuhkan perdamaian, mereka hanya butuh perang. Galtung tidak menemukan dalam sejarah Amerika Serikat satu contoh pun perdamaian atau inisiatif perdamaian yang diniatkan dengan baik.

Imperium Amerika Serikat adalah kebebasan tak terbatas akan kekerasan dan perang, namun mereka melakukan penindasan terhadap kebebasan perdamaian dan hak asasi perdamaian secara konstan. Galtung yakin, hanya dengan jatuhnya imperium Amerika Serikat yang akan membuka perdamaian dunia.[3]

Kesimpulan tersebut senada dengan hasil survei yang dilakukan oleh Win/Gallup International yang dirilis akhir tahun 2013 silam. Polling tersebut dilakukan sejak tahun1977 dengan memberikan pertanyaan kepada lebih dari 66.000 orang di 65 negara tentang dunia. Hasilnya, AS dianggap sebagai ancaman paling berbahaya (24%) bagi perdamaian dunia dengan margin yang cukup besar dibanding negara lainnya, dengan Pakistan menduduki posisi kedua (8%).[4]

Sumber: Lapsus Syamina XVI “Pudarnya Hegemoni Imperium Amerika Serikat”

Footnote:

[1] http://www.theguardian.com/uk/2003/jun/02/highereducation.books

[2] http://peacefromharmony.org/?cat=en_c&key=599

[3] Ibid

[4] http://rt.com/news/us-biggest-threat-peace-079/

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Lawan Muslim Yaman, Syiah Houtsi Serang Demonstran dan Gelar Aksi Tandingan

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Houtsi terus menggunakan tindakan represif untuk menghalau demonstrasi damai yang...

Kamis, 29/01/2015 19:15 0

Indonesia

Pengamat: Pergulatan Kepentingan KPK-Polri, Akibat Jokowi Tak Punya Skema yang Jelas

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Jokowi sejak awal dinilai tidak memiliki skema yang jelas untuk dijabarkan...

Kamis, 29/01/2015 19:02 0

Indonesia

Satu Batalion Brimob Kelapa Dua Diterjunkan ke Poso

KIBLAT.NET, Poso – Sebanyak lima Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau satu peleton Korps Brimob Kelapa...

Kamis, 29/01/2015 16:32 0

Video News

Jabhah Nushrah Tembak Jatuh Pesawat Militer Nushairy

KIBLAT.NET – Mujahidin Jabhah Nushrah kembali merilis video aksi mereka dalam menjatuhkan pesawat milik militer...

Kamis, 29/01/2015 15:58 0

Profil

Jabhah Nusrah di Suriah (2/4): Struktur Jaringan dan Tehnik Membina Hubungan

Ringkasan sebelumnya: Jabhah Nusrah (JN) hadir di Suriah berawal dari eksistensi Al-Qaidah di Irak. Untuk...

Kamis, 29/01/2015 14:45 0

Yordania

Lagi, Daulah Ultimatum Yordania Sampai Matahari Tenggelam Kamis Ini

KIBLAT.NET, Amman – Daulah Islamiyah kembali memperbarui ultimatumnya kepada Yordania. Pilot Yordania yang ditawan Daulah,...

Kamis, 29/01/2015 14:34 0

Video Dokumenter

Aksi Latihan Militer Liwaul Haq

KIBLAT.NET – Mujahidin Liwaul Haq merilis video aksi mereka dalam pelatihan militer  yang diikuti oleh puluhan...

Kamis, 29/01/2015 13:53 1

Suriah

Daulah Kembali Dipaksa Mundur di Kobani

KIBLAT.NET, Kobani – Pejuang Daulah Islamiyah (ISIS) kembali dipaksa mundur oleh milisi sekuler Kurdi di...

Kamis, 29/01/2015 13:23 0

Indonesia

Charlie Hebdo, Bukti Standar Ganda Barat

KIBLAT.NET, Jakarta – Diamnya Perancis atas pelecehan yang dilakukan majalah Charlie Hebdo terhadap Nabi Muhammad,...

Kamis, 29/01/2015 11:22 0

Indonesia

Peneliti INSIST: Budaya Valentine Day Disokong Gencarnya Industrialisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST),...

Kamis, 29/01/2015 11:00 0

Close