... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Charlie Hebdo, Bukti Standar Ganda Barat

Foto: Adnin Armas

KIBLAT.NET, Jakarta – Diamnya Perancis atas pelecehan yang dilakukan majalah Charlie Hebdo terhadap Nabi Muhammad, bagi Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST), Adnin Armas merupakan bukti standar ganda yang berulangkali dilakukan Barat.

Menurutnya, Barat enggan menghukum Charlie Hebdo, tapi mereka marah ketika hal serupa menyasar pada komunitas Yahudi.

“Misalnya karikatur itu menghebatkan NAZI atau ada simbol-simbol tertentu yang menyinggung Yahudi, mereka dapat menganggapnya anti-semitism,” kata Adnin kepada Kiblat.net, pada Selasa (27/01) di Jakarta.

Bahkan, lanjut Adnin, dalam dunia olahraga seperti pada sepak bola, bila seseorang merayakan gol dengan salam ala NAZI atau simbol sejenisnya, maka sang atlet langsung dituduh sebagai anti-semit dan bisa berakhir karir serta prestasinya.

“Artinya, di Barat sendiri ada batasan. Tapi kenapa, jika mereka lakukan penghinaan terhadap Islam mereka tidak antipati. Tapi, jika melakukan simbol NAZI langsung dianggap anti-semit,” kritik Adnin.

Menurutnya, konsep kebebasan yang dianut Barat adalah konsep kerusakan dan standar ganda. Karena konsep kebebasan Barat dilakukan dengan menghina orang dan mencaci-maki perasaan umat Islam.

“Bagi mereka itu adalah kebebasan. Jadi konsep kebebasannya berdiri di atas penindasan orang lain. Itu konsep kebebasan yang keliru,” tutur Adnin.

Adnin menanyakan apakah masyarakat Barat tidak marah jika orang-orang yang mereka sayangi sayangi dilecehkan. Ia menghimbau agar masyarakat Barat merenungi hal itu dan berkaca bahwa perbuatan mereka tidak baik. Barat menurutnya, keliru dalam memahami kebebasan.

BACA JUGA  59 Negara Boikot Indonesia, PKS: Ini Cambuk Bagi Pemerintah

“Konsep yang mereka ikuti itu keliru, di satu sisi mereka menuduh umat Islam intoleran, padahal tindakan Charlie Hebdo merupakan wajah nyata sikap tidak toleran. Jadi kebebasannya ironi dan standar ganda. Kita tidak bisa percaya dan mengikuti konsep kebebasan mereka,” tandasnya.

Seperti diketahui, Charlie Hebdo tidak jera menampilkan kartun sosok Nabi Muhammad, meski majalah itu sudah menghadapi serangan bersenjata yang menewaskan 12 orang, termasuk pemimpin redaksi Stephane Charbonnier dan tiga kartunis senior mereka, Jean Cabut, Bernad Velhac, dan Georges Wolinski.

Dalam edisi perdana pasca serangan ini, Charlie Hebdo menampilkan sosok Nabi Muhammad dengan wajah sedih sedang meneteskan air mata dan memegang tulisan ‘Je Suis Charlie’ (Saya adalah Charlie). Slogan yang digunakan untuk menolak aksi kekerasan untuk menanggapi kartun penghinaan Nabi yang dibuat Charlie Hebdo.

 

Reporter: Bilal

Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yordania

Jika Daulah Bebaskan Pilot Yordania, Wanita Ini Akan Segera Dilepaskan

KIBLAT.NET, Amman – Juru bicara pemerintah Yordania, pada Rabu, (28/01) bahwa negaranya bersedia untuk menyerahkan...

Kamis, 29/01/2015 10:31 0

Asia

Ibu Tawanan Daulah kepada PM Jepang: Tolong, Selamatkan Nyawa Kenji!

KIBLAT.NET, Tokyo – Ibu dari tawanan Daulah (ISIS), Kenji Goto, pada Rabu, (28/01) meminta agar...

Kamis, 29/01/2015 10:00 0

Suriah

Iran Resmi Deklarasikan Hizbullah Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Pasukan Garda Revolusi Iran, Selasa lalu (27/01), mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendirikan...

Kamis, 29/01/2015 09:55 0

Palestina

Puluhan Pengunjuk Rasa Serbu Markas PBB di Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Puluhan pengunjuk rasa pada Rabu, (28/01) berusaha menyerbu markas PBB di Gaza,...

Kamis, 29/01/2015 09:33 0

Turki

Punguti Sisa Makanan, Bocah Pengungsi Suriah Dipukuli Manajer Restoran

KIBLAT.NET, Istanbul -Nasib malang dialami seorang bocah pengungsi Suriah. Dia dipukuli oleh seorang manajer Burger...

Kamis, 29/01/2015 09:20 0

Lebanon

Koran Lebanon: Daulah Tunjuk Syaikh Ahmad Al-Assir sebagai Amir Daulah di Lebanon

KIBLAT.NET, Beirut – Ulama Sunni Lebanon, Syaikh Ahmad al-Assir ditunjuk¬†menjadi “amir” untuk cabang Daulah/ISIS di...

Kamis, 29/01/2015 09:09 0

Wilayah Lain

Dalam Setahun, 148 Lokasi Umat Islam China Digrebek

KIBLAT.NET, Urumqi – Pasukan keamanan China menggerebek 148 lokasi di wilayah Turkistan, Timur (Xinjiang), Barat...

Kamis, 29/01/2015 08:51 0

Analisis

Pudarnya Imperium AS (2/4): Proses Pembangunan Imperium Amerika Serikat

Tepat setelah terjadinya serangan 11 September tahun 2001, Zoltan Grossman merilis daftar intervensi militer AS...

Rabu, 28/01/2015 20:00 0

Amerika

Usai Kudeta Syiah di Yaman, Pentagon Gelar Diskusi dengan Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Washington – Para pejabat AS sedang mengadakan diskusi dengan perwakilan dari milisi Syiah di...

Rabu, 28/01/2015 17:00 0

Eropa

Jet Tempur Yunani ‘Obrak-abrik’ Pangkalan Militer NATO

KIBLAT.NET, Albacete – Sepuluh orang tewas dan 13 lainnya terluka setelah sebuah jet tempur F-16...

Rabu, 28/01/2015 16:00 0

Close