... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HNW: Penyerangan Charlie Hebdo Ajarkan Kebebasan pada Dunia

Foto: Hidayat Nur Wahid (kanan) berbicara dalam diskusi bertajuk 'Freedom of speech and expression is not without limit?’ di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Jakarta Pusat, Senin lalu (25/1)

KIBLAT.NET, Jakarta – Belum kering ingatan umat Islam peristiwa penyerangan di kantor majalah Prancis penghina Nabi Muhammad, Charlie Hebdo. Serangan itu sebagai reaksi atas “kebengalan” majalah yang berkantor di Paris itu.

Sang pemimpin redaksi (pembred), Stephane Charbonnier, berdalih bahwa keputusannya menampilkan kartun Nabi Muhammad secara berulang-ulang itu sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

Mengomentari hal itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan tidak ada sesuatu yang tanpa batas di dalam kehidupan dunia. Termasuk kebebasan berbicara dan berekspresi.

“Limitasi (pembatasan) itu nyata adanya dan semua menerimanya dengan baik. Karena begitulah kehidupan berperadaban,” jelas Hidayat dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Freedom of speech and expression is not without limit?’ di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Jakarta Pusat, Senin lalu (25/1).

Menurutnya, dunia olahraga dapat menjadi contoh yang paling nyata. Dalam dunia olahraga, ekspresi yang luar biasa bisa disampaikan. Namun, terangnya, ternyata dalam dunia yang paling sportif itu tetap ada pembatasan berekspresi.

Misalnya, lanjut Hidayat, ketika pendukung sebuah klub sepak bola melihat pemain kesayangannya mampu memberikan poin, semua orang akan bertepuk tangan luar biasa dengan gegap gempita.  Tapi, begitu tim lawan gantian meraih poin, maka keadaan pendukung tim pertama akan terdiam dan senyap. Mereka semua mengikuti mekanisme tersebut, tidak ada yang protes.

“Bahkan dalam dunia olah raga yang paling sportif pun tidak ada unlimited of expression (kebebasan berekspresi), ada pembatasan,” tegasnya.

BACA JUGA  Lockdown, Simalakama bagi Jokowi

Hidayat kembali mencontohkan, begitu halnya dalam demokrasi. Meski seluruh dunia menganggap sistem demokrasi adalah sistem terbaik, tetap ada batasan dalam berekspresi. Tidak ada seseorang yang sesukanya menunjuk diri menjadi anggota DPR, hanya karena orang tersebut menginginkannya. Mereka dibatasi oleh mekanisme di dalam berdemokrasi.

Dalam konteks peristiwa Charlie Hebdo, Hidayat berkeyakinan insiden itu merupakan pelajaran bagi masyarakat dunia untuk menyadari kenyataan adanya batasan dalam segala sesuatu.

“Ini merupakan ujian pemahaman kita terhadap realita sehari-hari yang kita hadapi, realita demokrasi yang ada limitasi, realita olahraga ada pembatasan,” tegasnya

Lebih dari itu, lanjutnya, kedua belah pihak baik yang melakukan aksi ataupun yang reaksi juga adalah ujian bagi masyarakat dunia. Insiden yang meraih simpati dari banyak umat muslim itu menjadi pelajaran bagi internasional terkait konsistensi mendudukkan masalah secara proporsional, dalam konteks menyadari bahwa sesungguhnya dunia tidak mengenal sesuatu yang tanpa batas.

“Semuanya kita menikmati limitas, disadari atau tanpa disadari,” tutur politikus PKS ini.

Selain Hidayat, diskusi tersebut juga dihadiri Prof.Dr. Din Syamsuddin, Abdurrahman Fachir Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. Hidayat Nurwahid Wakil Ketua MPR, dan Andar Nubowo. Mereka memberikan penjelasan dalam pembahasan terkait penghinaan Nabi yang dilakukan tabloid Charlie Hebdo di Perancis.

Reporter: Bilal
Editor: Hunef

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Pudarnya Imperium AS (1/4): Amerika Serikat sebagai Sebuah Imperium

Diskusi mengenai imperium cukup menghangat di kalangan akademisi AS, terutama pasca serangan 11 September. Sebagian...

Selasa, 27/01/2015 20:00 0

Irak

Daulah Kehilangan Kontrol Provinsi Diyala

KIBLAT.NET, Diyala – Pejuang Daulah Islamiyah sepenuhnya kehilangan kontrol provinsi Diyala, Irak timur. Demikian diumumkan...

Selasa, 27/01/2015 17:08 0

Arab Saudi

Hari Ini, Obama dan Menterinya Ramai-Ramai Kunjungi Arab Saudi

KIBLAT.NET, Riyadh – Presiden Amerika serikat dan jajaran menterinya hari ini (Selasa, 27/01) ramai-ramai ke...

Selasa, 27/01/2015 15:25 0

Suriah

Kurdi Klaim Pukul Mundur Daulah dari Kobane

KIBLAT.NET, Kobani – Milisi sekuler Kurdi, Senin (26/01), mengumumkan berhasil memukul mundur Daulah Islamiyah dari...

Selasa, 27/01/2015 14:12 2

Irak

Sadis, Milisi Syiah Iraq Rampas Balita dari Ibunya dan Dieksekusi

KIBLAT.NET, Diyala – Milisi Syiah yang didanai pemerintah kembali dilaporkan melakukan pembantaian massal di wilayah...

Selasa, 27/01/2015 11:52 0

Yaman

Yaman Kacau, Ini Musuh Utama AS di Negara Tersebut

KIBLAT.NET, New Delhi – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, kembali menegaskan organisasi Al-Qaidah Yaman menjadi...

Selasa, 27/01/2015 11:02 0

Turki

Turki Ancam Blokir Situs Jejaring Sosial yang Biarkan Penghina Nabi

KIBLAT.NET, Ankara – Pengadilan Turki baru-baru ini memerintahkan situs jejaring Facebook memblokir setiap akun yang...

Selasa, 27/01/2015 09:52 0

Suriah

Jabhah Nusrah Konfirmasi Dua Komandannya Gugur oleh Serangan Koalisi

KIBLAT.NET, Aleppo Jabhah Nusrah mengonfirmasi, Senin (26/01), dua komandannya gugur dalam serangan udara koalisi di...

Selasa, 27/01/2015 09:12 0

Opini

MEA Tahun 2015, Penyempurna Liberalisasi Ekonomi

KIBLAT.NET – Kapitalisme adalah ide induk yang melahirkan gagasan Liberalisme Ekonomi. Dengan ide ini berbagai cara...

Senin, 26/01/2015 20:40 0

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Serang Demonstran di Sanaa

KIBLAT.NET, sanaa – Pemberontak Syiah Houtsi, Senin (26/01), menyerang ribuan demonstran di ibukota Yama, Sanaa,...

Senin, 26/01/2015 20:00 0

Close