... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bos BBC Arab Tolak Sebut Penyerang Charlie Hebdo Teroris

Foto: Tarik Kafala, pemimpin BBC Arab

KIBLAT.NET, London – Kepala kantor berita BBC berbahasa Arab menolak menyebut pelaku serangan Charlie Hebdo dengan sebutan  teroris. Ia berlasan, kata “teroris” terlalu politis untuk menggambarkan pelaku penyerangan majalah yang telah berulangkali melecehkan umat Islam itu.

Tarik Kafala adalah kepala kantor berita BBC Arab.  Ia memegang kendali seluruh laporan kantor berita asal Inggris itu yang berbahasa Arab.

Kepada kantor berita The Independent beberapa waktu lalu, Kafala menjelaskan alasannya terkait sikap media yang dipegangnya itu. Ia menegaskan bahwa kata “teroris” merupakan istilah yang mengandung politis.

“Kami berusaha menghindari menggambarkan seseorang sebagai teroris, atau tindakannya seperti teroris. (Untuk itu –red), Apa yang kami coba lakukan (dalam laporan penyerangan Charlie Hebdo –red) hanya menyebut (pelaku) dengan ‘dua penyerang yang menewaskan 12 orang di kantor majalah satir’.  Itu sudah cukup! kita mengetahui apa maknanya dan apa tindakan itu,” kata Kafala kepada kantor berita The Independent, Senin lalu (26/01).

Kafala menjelaskan, terorisme adalah sebuah kata yang sarat makna. PBB telah berjuang lebih dari satu dekade untuk mendefinisikan kata itu, dan mereka tidak bisa melakukannya.

“(Dalam maslah Charlihe Hebdo –red) Ini juga sangat sulit! Kita tahu apa itu kekerasan politik, kita tahu apa itu pembunuhan, pemboman dan penembakan, dan kita memberikan gambaran tentang semua itu. Itu jauh lebih mengungkapkan, yang kami yakini, daripada menggunakan kata seperti ‘teroris’ yang akan terlihat tendensius,” jelasnya.

BACA JUGA  HNW: Perusakan Musholla di Minahasa Tindakan Radikal

Ia menambahkan bahwa kata ‘teroris’ sendiri bisa menjadi penghalang bagi pemahaman pemirsa. Menurutnya, media yang dipimpinnya itu memiliki konsekuensi penuh kepada pemirsanya untuk menyampaikan tindakan itu, dengan menjelaskan apa yang terjadi.

“Media harus menggunakan kata-kata, yang secara khusus menggambarkan pelaku seperti ‘pelaku pemboman’ ‘penyerang’, ‘pria bersenjata,’ ‘penculik,’ ‘pemberontak’, dan ‘militan’,” tambah Kafalah.

Wartawan senior itu melanjutkan penjelasannya, kami tidak harus mengadopsi bahasa orang lain untuk kami gunakan sendiri. Tanggung jawab kami adalah tetap objektif dan melaporkan dengan cara yang memungkinkan pemirsa membuat penilaian mereka sendiri tentang siapa, apa dan kepada siapa yang melakukan.

Pernyataan ini pun membuat Kafala menerima banyak kritik di media sosial. Pendapatnya itu dianggap tidak sesuai dengan standar editorial BBC, yang berlaku di seluruh cabang lembaga berita tersebut.

Perlu diketahui, BBC Arab merupakan bagian terbesar kedua setelah dari media yang berpusat di Inggris, setelah bagian bahasa Inggris. Menurut angka resmi, cabang ini memiliki penonton mingguan sekitar 36 juta orang.

Sumber : rtnews
Penulis : Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Benarkah Kebebasan Berekspresi Tak Terbatas? Ini Penjelasan Waket MPR

KIBLAT.NET, Jakarta – Banyak orang beralasan kebebasan berekspresi sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM)....

Rabu, 28/01/2015 11:32 0

Indonesia

HNW: Penyerangan Charlie Hebdo Ajarkan Kebebasan pada Dunia

KIBLAT.NET, Jakarta – Belum kering ingatan umat Islam peristiwa penyerangan di kantor majalah Prancis penghina...

Rabu, 28/01/2015 10:24 0

Analisis

Pudarnya Imperium AS (1/4): Amerika Serikat sebagai Sebuah Imperium

Diskusi mengenai imperium cukup menghangat di kalangan akademisi AS, terutama pasca serangan 11 September. Sebagian...

Selasa, 27/01/2015 20:00 0

Turki

Turki Ancam Blokir Situs Jejaring Sosial yang Biarkan Penghina Nabi

KIBLAT.NET, Ankara – Pengadilan Turki baru-baru ini memerintahkan situs jejaring Facebook memblokir setiap akun yang...

Selasa, 27/01/2015 09:52 0

Opini

MEA Tahun 2015, Penyempurna Liberalisasi Ekonomi

KIBLAT.NET – Kapitalisme adalah ide induk yang melahirkan gagasan Liberalisme Ekonomi. Dengan ide ini berbagai cara...

Senin, 26/01/2015 20:40 0

Indonesia

Sri Bintang Pamungkas: Perpanjang Kontrak Freeport, Jokowi Antek Asing

KIBLAT.NET, Jakarta – Aktivis politik Dr. Ir. Sri Bintang Pamungkas menuding Presiden Joko Widodo atau...

Senin, 26/01/2015 19:28 0

Wilayah Lain

Awas! Jangan Berani Lecehkan Sahabat dan Keluarga Nabi di Negara ini

KIBLAT.NET, Khortum – Pemerintah Sudan kembali membuat gebrakan baru untuk menghadang aliran sesat. Baru-baru ini,...

Senin, 26/01/2015 19:00 1

Philipina

Bentrok dengan MILF, 30 Pasukan Khusus Filipina Tewas

KIBLAT.NET, Manguindanao – Lebih dari 30 pasukan khusus polisi Filipina tewas dalam bentrokan dengan pejuang dari...

Senin, 26/01/2015 18:25 0

Indonesia

Sebut Pendukung KPK “Masyarakat Tak Jelas”, Menteri Tedjo Dipolisikan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pernyataan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang menyebut masyarakat pendukung KPK adalah masyarakat...

Senin, 26/01/2015 18:00 0

Indonesia

BM ABA Malang Selenggarakan Program Bekam Gratis untuk Umat

KIBLAT.NET – Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf Cabang Malang mengadakan acara ‘Bekam Gratis untuk Umat’...

Senin, 26/01/2015 17:36 0

Close