... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

MEA Tahun 2015, Penyempurna Liberalisasi Ekonomi

Foto: MEA 2015

KIBLAT.NET – Kapitalisme adalah ide induk yang melahirkan gagasan Liberalisme Ekonomi. Dengan ide ini berbagai cara penjajahan baik secara langsung maupun tidak langsung telah menyengsarakan banyak pihak.

Sudah terbukti sejak zaman Imperialisme yang digulirkan Barat sampai sekarang didirikannya organisasi-organisasi dunia salahsatunya WTO (World Trade Organization), bukanlah menjadi harapan untuk meningkatkan geliat perekonomian namun justru membuat keterpurukan diberbagai negara-negara berkembang.

Dalam suatu agenda Seminar Nasional yang bertemakan “Tantangan dan Peluang Ekonomi Islam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015” pada hari Ahad tanggal 21 Desember 2014 di Gedung Erlangga Yogyakarta yang diisi oleh Dr. Hendri Saparini, Dwi Condro Triono. PhD, dan Ir. Ismail Yusanto, MM yang diselenggarakan oleh IMKPS (Ikatan Mahasiswa Keuangan dan Perbankan Syariah) STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) Hamfara Yogyakarta. Acara tersebut membahas berbagai hal terkait keikutsertaan Indonesia menjadi satu kesatuan dalam menyemarakkan Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015.

Perlu diketahui bahwasanya elemen-elemen utama dalam pasar tunggal dan basis produksi MEA tahun 2015 terbagi menjadi 5, yaitu: free flow of goods (bebas dari aliran barang), free flow of services (bebas dari aliran jasa), free flow of investment (bebas dari aliran investasi), free flow of capital (bebas dari aliran modal), free flow of skilled labour (bebas dari aliran keahlian bekerja).

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa MEA tahun 2015 nanti akan menjadi pasar bebas ASEAN. Yang nantinya keseluruhan komoditas produksi di ASEAN bebas keluar masuk negara-negara yang menyetujui keikutsertaannya dalam MEA tahun 2015. Bahkan suatu pemerintahan tidak dapat membatasi komoditas yang tidak mereka harapkan masuk ke negaranya.

Peluang sekitar 50% populasi dunia terdapat pada area ini, yang secara sembunyi-sembunyi telah direncanakan oleh Barat sebagai konsentrasi pasar global. Yang nantinya saat MEA digalakan pada kawasan ini masyarakat yang ada di negara-negara tersebut menjadi konsumtif terutama penduduk Indonesia. Karena di ASEAN jumlah penduduk paling banyak berada di Indonesia.

BACA JUGA  Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Sementara, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan, baik jasa ataupun barang. Disebabkan Indonesia telah melakukan kerjasama ekonomi dengan sangat agresif tanpa didahului perencanaan strategi daya saing yang memadai, seperti: Kebijakan dukungan daya saing lewat penekanan biaya dan perluasan pasar serta Kebijakan dukungan perlindungan.

Bahkan, apabila MEA tahun 2015 yg akan diterapkan nanti kita bandingkan dengan AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang dicanangkan pada tahun 1995 pertama hanya diawali oleh 7 negara ASEAN (Brunnei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapure, Thailand dan Vietnam). Bisa dikatakan bahwa semakin lama negara-negara ASEAN mengikuti skenario Barat semakin lumpuh kontrol pemerintahan terhadap perekonomian negaranya masing-masing.

Pasalnya, ketika AFTA mulai berjalan masih mungkin ada bea cukai yang masuk 1-5% dan diperbolehkan ada kebijakan khusus untuk melindungi industri atau barang dalam negeri yang sensitif. Berbeda halnya ketika MEA tahun 2015 mulai dilaksanakan nanti, maka perdagangan antar negara sangat bebas, tanpa bea cukai untuk memasukan barang ke dalam suatu negeri, dan bersiap untuk sepenuhnya bersaing dengan produk negara lain.

Menurut Prof. Rene Ofreneo, mantan dekan University of the Philippines-School of Labor and Industrial Relations, pasar bebas ASEAN adalah tiruan GATT (General Agreement on Tariffs and Trade). Jika WTO mengalamai kesulitan meliberalisasikan perdagangan, maka ASEAN dipandang sebagai harapan untuk menerapkan perdagangan global setelah pembicaraan di WTO terhenti.

Strategi terselubung ini diawali dengan mendirikannya G-7, sebagai forum untuk merumuskan berbagai kebijakan ekonomi, keuangan dan perdagangan internasional, serta untuk mengontrol semua kebijakan itu. Kemudian dibuatlah blok-blok perdagangan besar, seperti: NAFTA (AS, Kanada, Meksiko), Pasar Bersama Eropa (Uni Eropa), APEC (NAFTA, Australia, Jepang, Korea, China, ASEAN), CAFTA (ASEAN, China), AFTA – MEA (ASEAN).

Aspek terpenting dari perjanjian itu adalah adanya otoritas yang diberikan kepada negara-negara kapitalis kaya untuk mengintervensi urusan ekonomi dan perdagangan negara yang terikat dengan perjanjian itu melalui berbagai peraturan yang dirancang oleh negara berpengaruh itu. Kasus yang sudah pernah terjadi di Indonesia: UU Migas (2001), UU Penanaman Modal Asing (2007), UU Kelistrikan (2011).

BACA JUGA  Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Sikap yang semestinya kita lakukan adalah harus tegas menolak perdagangan bebas, sebab hal ini akan menjadi jalan bagi negara kafir penjajah untuk menguasai negeri-negeri muslim. Allah Swt berfirman dalam QS An-Nisa ayat 141, yang artinya: “Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman”.

MEA tahun 2015 merupakan bentuk imperialisme politik yang syarat dengan madharat bagi bangsa dan negara ini. Sebab, MEA tahun 2015 hanya merupakan perpanjangan tangan dari global governance yang menempatkan AS sebagai pengendali dan penguasa atas negara-negara dunia ketiga, termasuk di dalamnya Indonesia, dengan Singapura sebagai wakilnya.

Pada dasarnya, Islam menghendaki aliran barang, jasa ke dalam dan keluar negeri muslim bisa berjalan dengan lancar. Inilah jalan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Karena itu, hambatan masuk (seperti adanya cukai, kecuali sekedar mengikuti asas saling balas) dihapus. Tapi tidak berarti politik perdagangan internasional dalam Islam sama dengan pasar bebas. Dalam politik perdagangan Internasional, Islam memperhatikan barang dan jasanya bukan kewarganegaraannya. Sepanjang barang dan jasa itu halal, maka ia boleh masuk.

Sedangkan, barang dan jasa dari pedagang kafir harbi (yang sedang berperang dengan Islam), meski halal dan mau membayar cukai tinggi, tetap dilarang masuk. Jadi, jelaslah Islam memiliki tata cara tersendiri dalam mengatur perdagangan internasional, dimana hal itu kini tidak ada lagi oleh karena negeri muslim telah tunduk pada aturan kapitalisme global. Ganti sistem ekonomi Kapitalisme dengan sistem ekonomi Islam. Tata perdagangan Internasional dengan aturan yang adil menggantikan perdagangan bebas, yang telah menjadi alat eksploitasi negara Barat. Maka dari itu tak ada jalan lain selain menegakkan Khilafah Islam.

Wallahu a’lam bisshowab.

 

Penulis: Hanan Afif, KaDiv Kaderisasi GEMA PEMBEBASAN Wilayah DIY
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Serang Demonstran di Sanaa

KIBLAT.NET, sanaa – Pemberontak Syiah Houtsi, Senin (26/01), menyerang ribuan demonstran di ibukota Yama, Sanaa,...

Senin, 26/01/2015 20:00 0

Indonesia

Sri Bintang Pamungkas: Perpanjang Kontrak Freeport, Jokowi Antek Asing

KIBLAT.NET, Jakarta – Aktivis politik Dr. Ir. Sri Bintang Pamungkas menuding Presiden Joko Widodo atau...

Senin, 26/01/2015 19:28 0

Wilayah Lain

Awas! Jangan Berani Lecehkan Sahabat dan Keluarga Nabi di Negara ini

KIBLAT.NET, Khortum – Pemerintah Sudan kembali membuat gebrakan baru untuk menghadang aliran sesat. Baru-baru ini,...

Senin, 26/01/2015 19:00 1

Philipina

Bentrok dengan MILF, 30 Pasukan Khusus Filipina Tewas

KIBLAT.NET, Manguindanao – Lebih dari 30 pasukan khusus polisi Filipina tewas dalam bentrokan dengan pejuang dari...

Senin, 26/01/2015 18:25 0

Indonesia

Sebut Pendukung KPK “Masyarakat Tak Jelas”, Menteri Tedjo Dipolisikan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pernyataan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang menyebut masyarakat pendukung KPK adalah masyarakat...

Senin, 26/01/2015 18:00 0

Indonesia

BM ABA Malang Selenggarakan Program Bekam Gratis untuk Umat

KIBLAT.NET – Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf Cabang Malang mengadakan acara ‘Bekam Gratis untuk Umat’...

Senin, 26/01/2015 17:36 0

Investigasi

Inilah Peta Penyebaran Imigran Syiah di Cisarua

KIBLAT.NET – Warga Kecamatan Cisarua, Kapubaten Bogor mendadak resah. Daerah wisata yang penuh dengan pesantren ini...

Senin, 26/01/2015 17:00 0

Investigasi

Menengok Kehidupan Imigran Syiah di Bogor

KIBLAT.NET – Siapa yang tidak ingin hidup nyaman, dengan mendapatkan uang tanpa harus bekerja? Itulah...

Senin, 26/01/2015 16:34 0

Irak

Gara-gara Foto, Komandan Syiah Iraq Berselisih Sengit

KIBLAT.NET, Baghdad – Perselisihan sengit baru-baru ini terjadi di tubuh milisi bersenjata Syiah Iraq, Badr....

Senin, 26/01/2015 16:10 0

Indonesia

Ratusan Warga Surabaya Datangi Konjen Perancis Protes Charlie Hebdo

KIBLAT.NET, Surabaya – Penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad SAW oleh Majalah Charlie Hebdo sebanyak 5 juta kopi sontak...

Senin, 26/01/2015 15:40 0

Close