Balas Pembantaian Ghoutah, Mujahidin Hujani Damaskus dengan Roket

KIBLAT.NET, Damaskus – Puluhan roket menghujani ibukota Damaskus pada Ahad (25/01) yang dikontrol rezim Suriah. Serangan itu terjadi beberapa hari setelah koalisi pejuang Suriah, Jaisy Al-Islam, mengancam akan menggempur Damaskus.

Ancaman itu dikeluarkan setelah rezim Suriah menyerang pasar ramai di wilayah Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus, pada Jumat (23/01). Sedikitnya 60 warga yang mayoritas anak-anak dan wanita terbunuh akibat serangan itu.

Sesaat setelah serangan, Komandan Jaisy Al-Islam, Zahran Alusy, memperingatkan warga sipil Damaskus untuk berada di dalam rumah mereka selama jam kerja mulai hari Ahad. Zahran menegaskan pejuangnya akan melancarkan operasi roket menargetkan Damaskus sebagai balasan atas serangan rezim yang membunuh banyak warga Ghoutah.

Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, puluhan roket menghujani Damaskus selepas waktu Dzhuhur pada Ahad itu. Dilaporkan sedikitnya 50 roket jatuh di sejumlah lingkungan di wilayah yang dikontrol rezim Suriah itu.

Banyak korban berjatuhan akibat serangan balasan itu. Hal itu karena warga tidak mengindahkan ancaman Jaisy Al-Islam. Mereka tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Di sisi lain, militer Suriah lebih dulu menggempur sejumlah wilayah di Ghoutah Timur. Jet-jet tempur Suriah pada Ahad pagi mengebom kota Duma, Zamalka dan Zabdin yang telah dikepung.

Pada gilirannya, aktivis media oposisi Suriah Abu Anas Ad-Dumy menegaskan bahwa serangan yang diluncurkan mujahidin itu sebagai balasan atas pembantaian yang dilakukan rezim di Ghoutah Timur. Ia menunjukkan, ratusan orang terbunuh akibat serangan yang hampir setiap hari memporak-porandakan wilayah di pedesaan Damaskus itu.

Abu Anas menjelaskan, sampai saat ini sudah ribuan warga Ghoutah terbunuh oleh serangan rezim. Serangan-serangan itu, lanjutnya, tidak membedakan antara sipil dan kombatan.

“Seluruh orang yang berada di Ghoutah menjadi target sah militer Suriah,” pungkas Abu Anas.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat