Awas! Jangan Berani Lecehkan Sahabat dan Keluarga Nabi di Negara ini

KIBLAT.NET, Khortum – Pemerintah Sudan kembali membuat gebrakan baru untuk menghadang aliran sesat. Baru-baru ini, negara Afrika Utara itu mengesahkan Undang-undang yang mengkriminalisasikan para pencela sahabat dan istri Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari portal akhbarak.net, Senin (26/01), Majelis Nasional Sudan meloloskan undang-undang pelecehan sahabat, istri dan keluarga Nabi Muhammad. Peraturan baru itu mengancam hukuman 5 tahun penjara hingga hukuman mati bagi penghina sahabat Nabi.

Menurut kantor berita resmi Sudan, Sauna, Komite Legislasi, Hukum dan HAM Sudah telah mengajukan proposal kepada Dewan untuk membuat amandemen KUHP tahun 1991. Amandemen itu berisi kriminalisasi seluruh pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap para sahabat, istri dan keluarga Nabi.

Dalam Amandemen itu, pelaku penghinaan diancam hukuman lima tahun penjara. Jika kembali melakukan, pelaku diancam hukuman mati.

Berdasarkan laporan Sauna, dalam KUHP tahun 1991 itu salah satu pasalnya menyebutkan bahwa penghina agama dianggap murtad. Akan tetapi, pasal itu bersifat umum. Sehingga, pasal itu dirinci dan disempurnakan dengan mengkriminalkan pelaku penghina sahabat Nabi.

Pemerintah Sudan beberapa waktu terakhir berusaha menghilangkan pengaruh Iran di negaranya. Sebelumnya, Pemerintah Sudan menutup seluruh pusat kebudayaan Iran yang ada di ibukota dan cabang-cabang di kota lain.

Iran dengan paham Syiah-nya dianggap membahayakan keutuhan negara dan mengancam sosial serta ideologi bagi negara yang sebagian besar penduduknya adalah Ahlussunnah. Selain itu, nasihat para ulama juga mendorong pemerintah memproteksi diri dari paham Syiah.

Sumber: akhbarak.net
Penulis: Hunef

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat