... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syubuhat Seputar Serangan Charlie Hebdo

Foto: Pelaku penyerangan Charlie Hebdo

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagian umat Islam mengecam penyerangan di kantor majalah penghina Nabi Muhammad, Charlie Hebdo, di Prancis beberapa waktu lalu. Mereka menganggap bahwa aksi itu menimbulkan kerugian lebih besar bagi umat Islam.

Mereka berdalih bahwa aksi itu dilarang berdasarkan kaidah fiqih yang berbunyi “Menolak kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan”. Menurut mereka, aksi dua pemuda di kantor majalah yang berulang kali memuat karikatur Nabi Muhammad itu menimbulkan kerusakan lebih besar dibanding kemaslahatan.

Buktinya, menurut mereka, umat Islam di negara-negara kafir (seperti di negara Barat –red) saat ini hidup dalam ancaman. Mereka semakin ditekan dan diskriminasi oleh orang-orang kafir.

Selain itu, mereka juga berpemahaman bahwa aksi tersebut harusnya dilakukan oleh pihak berwenang (pemerintah), bukan inisiatif pribadi. Sehingga hal tersebut tidak menimbulkan kerusakan lebih besar.

Ketua umum Majelis Dakwa Nusantara (Madina), Ustadz Abu Harits, LC, menjelaskan bahwa itu merupakan subhat yang dicetuskan untuk melemahkan salah satu Syariat Islam, Amar Makruf Nahi Mungkar. Beliau menilai bahwa aksi penyerangan di Paris merupakan salah satu bentuk Nahi Mungkar.

Terkait dengan subhat-subhat di atas, Ustadz lulusan LIPIA Jakarta ini menegaskan bahwa aksi itu justeru membawa kemaslahatan lebih besar. Kemaslahatan itu berupa, orang-orang kafir tidak berani lagi menghina umat Islam dan simbolnya.

“Ini merupakan kemaslahatan lebih besar, yaitu kehinaan umat Islam hilang dan Islam kembali muncul dengan mulia,” tegas ustad yang juga menjabat sebagai Sekjen di Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) kepada kiblat.net pada Jumat (16/01), di bilangan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

BACA JUGA  Jalani Rapid Test di Lapas, Habib Bahar Negatif Corona

Aksi tersebut juga mengobati luka hati umat Islam yang sekian lama disakiti oleh majalah tersebut. Meski aksi protes berulang kali digelar, tapi majalah satire tersebut tetap memuat kartun Nabi Muhammad.
Jika dikatakan umat Islam hari ini terpojok, lanjutnya, sejak duku umat Islam sudah dipojokkan dan diskriminasi oleh orang-orang Kafir. Jadi, umat Islam diperlakukan seperti itu tidak hanya karena insiden penyerangan di Paris.

“Tanpa penyerangan Paris, umat Islam pun sudah didiskriditkan. Oleh karena itu, hendaklah mereka tetap bersabar dalam menjalan Syariat Islam,” tandasnya.

Apakah aksi Amar Makruf Nahi Mungkar sebesar ini harus dilakukan oleh pihak berwenang atau pemerintah? Abu Haris menjelaskan bahwa syarat itu tidaklah mutlak. Ada sebagian yang harus dilakukan oleh pihak berwenang, namun jika itu dilakukan inisiatif sendiri tidak dilarang.

Beliau mengemukakan, hal itu sebagaimana yang dilakukan oleh seorang yang membunuh budak perempuannya di zaman Nabi karena terus menghina Rasul. Rasulullah pun membenarkan hal itu dan tidak menghukumi qishas (balasan) bagi tuan budak tersebut.

Sementara dalil melakukan Nahi Mungkar atas perintah Rasulullah SAW, sebagaimana yang terjadi pada peristiwa yang dikenal dengan Uraniyin. Pada peristiwa tersebut, Rasulullah memerintah para sahabat menangkap orang-orang yang mengkhianati dan mencuri serta membunuh tukang gembala unta Nabi Muhammad.

“Masih banyak contoh-contoh lainnya di zaman Nabi Muhammad dibolehkannya melakukan Amar Makruf Nahi Mungkar atas inisiatif pribadi, yang tidak cukup waktu disebutkan satu persatu,” jelasnya.

BACA JUGA  Dianggap Langgar PSBB, Habib Bahar Kembali Ditahan

Akan tetapi, beliau memperingatkan, dibolehkan melakukan Nahi Mungkar atas inisiatif pribadi dengan syarat kemungkaran tersebut adalah kemungkaran yang jelas, yang disebutkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Selain itu, tidak ada seorang pun mencoba untuk mengubah atau mencegah kemungkaran tersebut.

Reporter: Hunef

Editor: Hamdan


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Tazkiyatun Nafs Mujahid (5/7): Tawakal, Sumber Kemenangan Jihad

Artikel di bawah ini adalah lanjutan dari Serial Tazkiyatun Nafs Mujahid 4   Setelah rasa...

Jum'at, 16/01/2015 20:15 0

Suriah

Di Atas Puing Daerah Muslim, Syiah Hizbullah Deklarasikan Negara Syiah di Homs

KIBLAT.NET, Homs – Sumber-sumber media Suriah melaporkan milisi Syiah Hizbullah baru-baru ini membentuk negara Syiah...

Jum'at, 16/01/2015 16:20 0

Inggris

Pasca Diserang Hacker, AS dan Inggris Berencana Jalani Simulasi Perang Cyber

KIBLAT.NET, London – Pasca serangan cyber, Inggris dan Amerika Serikat berencana menjalani simulasi perang cyber....

Jum'at, 16/01/2015 16:09 0

Irak

Komandan Tinggi Syiah Iraq Tewas di Samarra

KIBLAT.NET, Samarra – Milisi Syiah Iraq, Al-Hasd Al-Syakbi, mengumumkan seorang komandan seniornya tewas dalam pertempuran...

Jum'at, 16/01/2015 13:00 0

Manhaj

Apakah Rahmatan lil Alamin Hanya Identik dengan Kelembutan?

Ketika mendengar istilah Islam rahmatan lil ‘alamin, mungkin yang pertama kali muncul dalam benak masyarakat...

Jum'at, 16/01/2015 09:35 0

Suriah

PBB: Suriah Butuh Waktu 40 Tahun untuk Memulihkan Wilayah Terkena Konflik

KIBLAT.NET, Jenewa – Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura menyatakan untuk memulihkan wilayah yang...

Jum'at, 16/01/2015 09:33 0

Eropa

Baru Pulang dari Suriah, 2 Pria Belgia Dibunuh dalam Operasi Anti-Teror

KIBLAT.NET, Brussels – Dua orang pria yang baru saja pulang dari Suriah dikonfirmasi telah terbunuh...

Jum'at, 16/01/2015 09:12 0

Suriah

Jabhah Nusrah Bebaskan 2 Gadis Aktivis Kemanusiaan Asal Italia

KIBLAT.NET, Aleppo – Mujahidin Jabhah Nusrah membebaskan 2 gadis pekerja kemanusiaan asal Italia. Keduanya dibebaskan pada...

Jum'at, 16/01/2015 09:04 0

Prancis

Tandatangani Protokol Anti Penodaan Agama, Perancis Harus Menindak Charlie Hebdo

KIBLAT.NET, Jakarta – Tim Pembela Muslim, Farid Ghozali menilai Perancis seharusnya menindak majalah Charlie Hebdo...

Kamis, 15/01/2015 21:03 0

Timur Tengah

Resmi, AQAP Bertanggung Jawab Atas Serangan Charlie Hebdo

KIBLAT.NET, Paris – Al-Qaidah di Jazirah Arab (AQAP), pada Rabu (14/01), secara resmi bertanggung jawab...

Kamis, 15/01/2015 12:00 0

Close