... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Larangan Guru Agama Asing, MUI: Wacana itu Memundurkan Pendidikan

Foto: Kantor Majelis Ulama Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Bidang Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Zaitun Rasmin, MA menolak kebijakan pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja melarang tenaga asing berprofesi sebagai guru agama mengajar di Indonesia dengan alasan mencegah radikalisme.

“Itu wacana yang tidak benar, wacana itu dapat memundurkan pendidikan di negeri kita,” katanya kepada Kiblat.net di kantor MUI Pusat, Jl.Proklamasi no.51, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/01).

Zaitun berpendapat, dengan kebijakan itu pemerintah tidak mengobati masalah pada akar persoalannya. Sebab, menurutnya radikalisme tidak muncul dari guru agama asing di lembaga pendidikan.

“Benarlah perkataan nenek moyang kita ‘Mana yang gatal, mana yang digaruk’. Kalau kita mau berbicara tentang guru-guru asing pengajar agama Islam, tidak ada radikalisme yang mereka ajarkan,” ucapnya

Apalagi, kata Zaitun, guru-guru tersebut berasal dari lembaga pendidikan resmi seperti dari Al-Azhar Mesir atau dari Universitas Ibnu Suud.

Mainstream pemerintahan mereka dan mainstream lembaga pendidikan mereka tidak ada mengajarkan radikalisme,” ujar ketua Ikatan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara ini.

Ia mengaku tahu hal itu, karena pernah mengalami menjadi pengajar agama di di Jepang. Di negeri Samurai itu, ia banyak berinteraksi dengan guru-guru agama asal Timur tengah. “Tidak ada mereka mengajarkan radikalisme dan pemikiran-pemikiran seperti itu,” tegasnya.

Zaitun berpendapat kebijakan itu sangat keliru, ia meminta pemerintah dapat bersikap bijak. Ia juga meminta pemerintah jangan mudah membuat isu, yang dapat memunculkan reaksi keras dari publik.

BACA JUGA  Baleg DPR Hapus RUU P-KS Dari Prolegnas Prioritas 2020

“Sebaiknya dalam membuat segala sesuatu itu harus sudah jelas konsepnya, baru dibuat wacananya. Jangan sudah kemana-mana isunya, ternyata kemudian terdapat kesalahan,” kritiknya.

Zaitun juga menilai alasan munculnya larangan guru-guru agama dari luar negeri untuk melestarikan Islam ala Indonesia tidak tepat dan terkesan berlebihan.

“Islam itu agama universal, jika ia datang ke negeri kita, Islam akan sesuai dengan keindonesiaan. Seperti, di Saudi umat Islam dari berbagai negara akan menyesuaikan diri dengan negerinya masing-masing, Jadi jangan khawatir berlebihan,” tandas Ketua Umum Wahdah Islamiyah itu.

Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri memutuskan untuk melarang tenaga kerja asing berprofesi sebagai guru agama dan teologia dari semua agama untuk bekerja di Indonesia.

Larangan itu akan dimasukan dalam revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 20 Tahun 2012 tentang Jabatan-Jabatan yang tertutup bagi Tenaga Kerja Asing.

Menaker berdalih latar belakang pelarangan karena tidak ingin lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menjadi tempat munculnya benih-benih radikalisme berlatar belakang agama yang diduga berasal dari luar negeri.
Reporter: Bilal

Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Nasihat untuk Muslim yang Marah kepada “Teroris” Penyerang Charlie Hebdo

KIBLAT.NET – Pasca peristiwa majalah Perancis Charlie Hebdo kita melihat di jejaring sosial sebagian muslim...

Selasa, 13/01/2015 23:17 1

Manhaj

Khawarij menurut Syaikh Ibnu Taimiyah (5/5): Beberapa Permasalahan dan Hukum Seputar Khawarij

Ada 8 Bahasan yang sering dipertanyakan terkait dengan Khawarij. Dalam hal ini, Syaikh Ibnu Taimiyah...

Selasa, 13/01/2015 20:00 1

Asia

Polisi China Tembak Mati 6 Muslim Uighur

KIBLAT.NET, Urumqi – Polisi Cina membunuh enam Muslim Uighur di wilayah Turkistan Timur (Xinjiang) yang...

Selasa, 13/01/2015 18:00 0

Mesir

Tujuh Mayat Ditemukan di Semenanjung Sinai Mesir

KIBLAT.NET, Sinai – Pasukan keamanan Mesir pada hari Senin (12/1/2015) menemukan empat mayat di Semenanjung...

Selasa, 13/01/2015 17:05 0

Turki

Gelar Pawai Anti Terorisme, Erdogan: Barat Munafik

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin (12/1/2015) menilai Barat sedang memperlihatkan...

Selasa, 13/01/2015 16:04 0

Munaqosyah

Densus Membunuh Terduga Teroris Dihukumi Mujtahid? (2/2)

Ringkasan tulisan sebelumnya: Ijtihad tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Harus ada kriteria tertentu yang...

Selasa, 13/01/2015 15:15 0

Artikel

Pembelaan terhadap Sang Nabi Pilihan

Serangan terhadap majalah satire Charlie Hebdo masih hangat terdengar di telinga. Redaktur bersama beberapa staffnya...

Selasa, 13/01/2015 12:00 0

Info Event

Hadirilah Bedah Buku “Syiah Ancam NKRI” di Masjid Al-Fajr Cijagra Bandung

KIBLAT.NET – Revolusi Iran tahun 1979 telah membawa Syiah mengalami evolusi dan transformasi. Dalam gerakannya,...

Selasa, 13/01/2015 10:19 0

Suriah

Lagi, Bocah Suriah Membeku di Kamp Pengungsi

KIBLAT.NET, Damaskus – Musim dingin kembali membunuh bayi Suriah di tengah bayang-bayang kesulitan hidup dan...

Selasa, 13/01/2015 00:05 0

Eropa

Kelompok Neo-Nazi Serang Masjid Suleymaniye di Dormagen

KIBLAT.NET, Dormagen – Kelompok Neo-Nazi kembali melakukan serangan terhadap Masjid Suleymaniye Uni Islam Turki di...

Senin, 12/01/2015 20:37 0

Close