... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perancis Tanda Tangani Protokol Anti-Penodaan Agama, Charlie Hebdo Tak Ditindak

Foto: Majalah Terbaru Charlie Hebdo kembali menyinggung umat Islam.

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait penghinaan majalah Charlie Hebdo kepada Nabi Muhammad SAW, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyidin Junaidi menilai negara-negara Barat bersikap tidak adil dan jujur kepada umat Islam.

Pasalnya, dalam kasus Charlie Hebdo Barat menggunakan kebebasan agama sebagai tolok ukur bukan penodaan agama.

Jika, menggunakan tolok ukur penodaan agama sudah tentu Charlie Hebdo dapat dijerat secara hukum.

“Barat selalu mengacu kepada kebebasan ekspresi walaupun itu menodai agama, sebetulnya negara-negara Barat sudah menandatangani protokol penodaan agama,” kata Muhyidin kepada Kiblat.net pada Selasa, (13/01).

Lebih dari itu, Barat menurutnya harus patuh dengan protokol anti penodaan agama itu. Bukan malah membiarkan pelaku kriminal penodaan agama dapat hidup dengan bebas.

“Jangan orang yang menista agama dipelihara, inilah bentuk standar ganda Barat,” cetusnya.

Kalau mereka ingin dunia ini damai, kata Muhyidin, Barat tidak boleh memancing kemarahan kelompok lain. “Janganlah mereka (Barat) melakukan yang aneh-aneh, hentikan standar ganda,” tegasnya.

Menurutnya, protokol anti-penodaan agama dapat digunakan menghukum untuk menghukum Charlie Hebdo yang telah menistakan nabi Muhammad SAW dan Islam, karena Perancis ikut menandatangani protokol itu.

“Tapi, permasalahannya agak susah untuk diterapkan, ketika kita ingin menarik mereka (Barat)ke Mahkamah Internasional,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejumlah pria bertopeng menyerbu kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Rabu (7/1/2015) ketika sedang menggelar rapat redaksi. Mereka menembaki orang-orang yang ada di kantor bersebut, termasuk penjaga keamanan, sehingga menewaskan 12 orang.

BACA JUGA  Datangi Kejagung, LBH PASTI Minta Proyek Kartu Prakerja Diusut

Majalah Charlie Hebdo memang dikenal kerap menerbitkan kartun-kartun yang menghina dan melecehkan umat Islam serta simbol-simbolnya. Pada tahun 2007 Charlie Hebdo diperkarakan karena memuat kartun Nabi Muhammad, sehingga membuat marah umat Muslim dunia.

Majalah ini terbit sejak 1970, mendapat inspirasi namanya dari tokoh kartun Amerika, Charlie Brown. Sejak awal majalah ini diterbitkan untuk ?meledek? selebriti, politisi bahkan agama.

Pada 2006, Charlie Hebdo menjadi target utama umat Islam yang tidak menerima agamanya dilecehkan, setelah mencetak ulang 12 kartun Nabi Muhammad yang sempat diterbitkan harian Denmark, Jyllands-Posten.

Salah satu kartun menampilkan sebuah bom yang ditempatkan dalam sebuah surban memicu protes di negara-negara muslim. Namun, redaksi majalah ini selalu berkilah bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi.

Bahkan, Charlie Hebdo kembali meluncurkan terbitan perdana pasca serangan bersenjata. Charlie Hebdo terbaru masih menampilkan sosok yang dianggap “Nabi Muhammad” di sampul depannya.

Dalam edisi terbarunya ini, Charlie Hebdo menampilkan sosok Nabi Muhammad dengan wajah sedih sedang meneteskan air mata dan memegang tulisan “Je Suis Charlie” (Kami adalah Charlie). Slogan yang digunakan untuk menolak aksi kekerasan untuk menanggapi kartun penghinaan Nabi yang dibuat Charlie Hebdo.

Lebih dari itu, di atas sosok yang menggunakan sorban putih ini, tertera tulisan “Tout Est Pardonne”, yang berarti “Semua telah dimaafkan”.
Reporter: Bilal

BACA JUGA  Soal Pelibatan TNI untuk KUB, Bukhori: Menag Gagal Paham

Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Nasihat untuk Muslim yang Marah kepada “Teroris” Penyerang Charlie Hebdo

KIBLAT.NET – Pasca peristiwa majalah Perancis Charlie Hebdo kita melihat di jejaring sosial sebagian muslim...

Selasa, 13/01/2015 23:17 1

Manhaj

Khawarij menurut Syaikh Ibnu Taimiyah (5/5): Beberapa Permasalahan dan Hukum Seputar Khawarij

Ada 8 Bahasan yang sering dipertanyakan terkait dengan Khawarij. Dalam hal ini, Syaikh Ibnu Taimiyah...

Selasa, 13/01/2015 20:00 1

Asia

Polisi China Tembak Mati 6 Muslim Uighur

KIBLAT.NET, Urumqi – Polisi Cina membunuh enam Muslim Uighur di wilayah Turkistan Timur (Xinjiang) yang...

Selasa, 13/01/2015 18:00 0

Mesir

Tujuh Mayat Ditemukan di Semenanjung Sinai Mesir

KIBLAT.NET, Sinai – Pasukan keamanan Mesir pada hari Senin (12/1/2015) menemukan empat mayat di Semenanjung...

Selasa, 13/01/2015 17:05 0

Turki

Gelar Pawai Anti Terorisme, Erdogan: Barat Munafik

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin (12/1/2015) menilai Barat sedang memperlihatkan...

Selasa, 13/01/2015 16:04 0

Munaqosyah

Densus Membunuh Terduga Teroris Dihukumi Mujtahid? (2/2)

Ringkasan tulisan sebelumnya: Ijtihad tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Harus ada kriteria tertentu yang...

Selasa, 13/01/2015 15:15 0

Artikel

Pembelaan terhadap Sang Nabi Pilihan

Serangan terhadap majalah satire Charlie Hebdo masih hangat terdengar di telinga. Redaktur bersama beberapa staffnya...

Selasa, 13/01/2015 12:00 0

Info Event

Hadirilah Bedah Buku “Syiah Ancam NKRI” di Masjid Al-Fajr Cijagra Bandung

KIBLAT.NET – Revolusi Iran tahun 1979 telah membawa Syiah mengalami evolusi dan transformasi. Dalam gerakannya,...

Selasa, 13/01/2015 10:19 0

Suriah

Lagi, Bocah Suriah Membeku di Kamp Pengungsi

KIBLAT.NET, Damaskus – Musim dingin kembali membunuh bayi Suriah di tengah bayang-bayang kesulitan hidup dan...

Selasa, 13/01/2015 00:05 0

Eropa

Kelompok Neo-Nazi Serang Masjid Suleymaniye di Dormagen

KIBLAT.NET, Dormagen – Kelompok Neo-Nazi kembali melakukan serangan terhadap Masjid Suleymaniye Uni Islam Turki di...

Senin, 12/01/2015 20:37 0

Close