... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Gelar Pawai Anti Terorisme, Erdogan: Barat Munafik

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin (12/1/2015) menilai Barat sedang memperlihatkan kemunafikan terkait sikap mereka atas serangan terhadap majalah Charlie Hebdo dan penyanderaan di supermarket Yahudi di Paris, namun gagal untuk mengutuk tindakan anti Muslim di Eropa.

Berbicara saat mengunjungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Erdogan juga mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena menghadiri pawai anti-terorisme di Prancis pada hari minggu bersama para pemimpin dunia lainnya setelah serangan Paris.

“Bagaimana bisa seorang yang dengan terorisme negara telah membunuh 2.500 orang di Gaza melambaikan tangannya di Paris, seolah-olah masyarakat sedang menunggunya dalam kegembiraan? Berani sekali dia pergi ke sana,” geramnya.

“Anda (Netanyahu) pertama kali harus bertanggung jawab untuk anak-anak dan perempuan yang engkau telah bunuh,” tambah Erdogan, yang telah menjadi pengkritik vokal Israel dalam serangan terhadap jalur Gaza, meskipun antara Israel dan Turki memiliki hubungan ekonomi yang dekat.

Erdogan tidak menghadiri pawai anti-terorisme pada hari Ahad, meskipun Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu berpartisipasi.

“Kemunafikan Barat sangat jelas. Sebagai Muslim, kita tidak pernah mengambil bagian dalam pembantaian yang dilakukan teroris. Di balik ini terjadi kebohongan rasisme, pidato kebencian dan Islamophobia,”bkata Erdogan. “Silakan, pemerintah di negara-negara yang mana Masjid kami diserang perlu untuk mengambil langkah-langkah.

“Permainan sedang dimainkan dengan dunia Islam, kita perlu untuk menyadari hal ini,” kata Erdogan.

BACA JUGA  Ankara Sudah Kabari Damaskus terkait Operasi Militer di Suriah Timur

Masjid di Perancis, Jerman, dan Swedia telah mengalami serangan vandalisme sebelum dan sesudah serangan di Paris, Turki dan negara lain melihatnya sebagai gelombang sentimen anti Muslim di seluruh Eropa.

Erdogan juga memandang serangan yang menewaskan 17 orang itu merupakan kegagalan pasukan kemanan Perancis, karena tersangka baru saja keluar dari hukuman penjara.

“Warga negara Perancis melaksanakan sebuah pembantaian, dan Muslim harus membayar harga dari semua ini. Itulah sangat berarti.. Apakah organisasi Intelijen mereka tidak melacak pelaku yang baru saja meninggalkan penjara?” Tanyanya

Erdogan menilai Islamophobia muncul karena Barat enggan menampung pengungsi Suriah setelah hampir empat tahun perang sipil terjadi, sementara Turki menjadi tuan rumah bagi 1,6 juta lebih pengungsi.

“Turki akan terus berjuang… menentang tindakan sembrono Israel yang tidak mengakui hukum,” katanya lagi.

Abbas berkata pada hari Senin, bahwa ia telah berpartisipasi dalam pawai atas undangan Presiden Perancis Francois Hollande.

“Saya tidak melihat siapa pun yang mencoba untuk mencegah saya melakukannya. Saya telah disambut baik,” katanya.

“Kami memiliki hubungan yang kuat dengan Perancis. Saya menerima undangan dari Presiden dan berpartisipasi.” tambahnya.

Sementara itu, media Israel sebelumnya melaporkan bahwa Perancis telah meminta Netanyahu untuk menjauh dari pawai, tetapi dia mengabaikan permintaan dan menghadiri pawai itu pula.

Pesan yang sama disampaikan kepada Abbas, demikian dua saluran televisi dan Surat Kabar Israel melaporkan. Tapi ketika Netanyahu menolak permintaain pemerintah Perancis, Abbas diundang cepat, demikian media Israeil itu berkata.

BACA JUGA  Dapat Lampu Hijau dari AS, Turki Siap Gempur Milisi Kurdi YPG di Suriah

 

Sumber: Worldbulletin

Penulis: Qathrunnada

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Munaqosyah

Densus Membunuh Terduga Teroris Dihukumi Mujtahid? (2/2)

Ringkasan tulisan sebelumnya: Ijtihad tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Harus ada kriteria tertentu yang...

Selasa, 13/01/2015 15:15 0

Artikel

Pembelaan terhadap Sang Nabi Pilihan

Serangan terhadap majalah satire Charlie Hebdo masih hangat terdengar di telinga. Redaktur bersama beberapa staffnya...

Selasa, 13/01/2015 12:00 0

Info Event

Hadirilah Bedah Buku “Syiah Ancam NKRI” di Masjid Al-Fajr Cijagra Bandung

KIBLAT.NET – Revolusi Iran tahun 1979 telah membawa Syiah mengalami evolusi dan transformasi. Dalam gerakannya,...

Selasa, 13/01/2015 10:19 0

Indonesia

KontraS Tuding Penunjukan Calon Tunggal Kapolri Skandal Politik Rezim Jokowi

KIBLAT.NET, Jakarta – KontraS menuding penunjukan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri merupakan sebuah skandal...

Selasa, 13/01/2015 09:20 0

Indonesia

Komnas HAM Kecam Aksi Tembak Mati Densus 88 di Luwu Utara

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam tindakan Detasemen Khusus 88...

Selasa, 13/01/2015 08:54 0

Suriah

Lagi, Bocah Suriah Membeku di Kamp Pengungsi

KIBLAT.NET, Damaskus – Musim dingin kembali membunuh bayi Suriah di tengah bayang-bayang kesulitan hidup dan...

Selasa, 13/01/2015 00:05 0

Eropa

Kelompok Neo-Nazi Serang Masjid Suleymaniye di Dormagen

KIBLAT.NET, Dormagen – Kelompok Neo-Nazi kembali melakukan serangan terhadap Masjid Suleymaniye Uni Islam Turki di...

Senin, 12/01/2015 20:37 0

Manhaj

Khawarij menurut Syaikh Ibnu Taimiyah (4/5): Antara Bughat dan Khawarij

Syaikh Ibnu Taimiyah ditanya tentang bughat dan Khawarij, apakah kedua kata itu memiliki makna yang...

Senin, 12/01/2015 20:00 0

Lebanon

Al-Qaidah: Serangan Tripoli Sebagai Balasan Serangan di 2 Masjid Sunni

KIBLAT.NET, Tripoli – Al-Qaidah mengaku bertanggung jawab atas dua serangan syahid di daerah Jabal Mohsen...

Senin, 12/01/2015 19:15 0

Amerika

AS Nihilkan Peran Al-Qaidah dalam Serangan di Perancis

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat mencoba menihilkan peran Al-Qaidah dalam serangan yang terjadi di Paris. Menurut...

Senin, 12/01/2015 18:29 0

Close