Anshar Syariah: Kebijakan Larangan Guru Agama Asing Standar Ganda

KIBLAT.NET, Jakarta – Amir Jamaah Ansyarusy Syariah, Ustadz Muhammad Achwan menilai pelarangan guru agama asing di Indonesia bermotif kepentingan, sehingga kebijakan itu pada praktekknya akan menimbulkan standar ganda.

“Nanti kita akan lihat, kalau mereka mendatangkan orang-orang dari luar untuk kepentingan mereka, boleh-boleh saja,” katanya kepada Kiblat.net, seusai Liqo Maftuh Jamaah Ansyarus Syariah, di Jakarta, Ahad (11/01).

Semuanya, kata Ustadz Achwan, hanya berdasarkan pertimbangan kepentingan bukan berdasarkan kepentingan syar’i. “Di balik kepentingan mereka dasarnya cuma dua, kalau bukan karena dunia, karena kebodohan atau ketidak tahuan mereka,” tuturnya.

Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri memutuskan untuk melarang tenaga kerja asing berprofesi sebagai guru agama dan teologia dari semua agama untuk bekerja di Indonesia.

Larangan itu akan dimasukan dalam revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 20 Tahun 2012 tentang Jabatan-Jabatan yang tertutup bagi Tenaga Kerja Asing.

Menaker berdalih latar belakang pelarangan karena tidak ingin lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menjadi tempat munculnya benih-benih radikalisme berlatar belakang agama yang diduga berasal dari luar negeri.

 

Reporter: Bilal

Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat