... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Jangan Lupa, Mufti Senior Saudi Mengafirkan Penguasa

Foto: Ulama Senior Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

KIBLAT.NET – Banyak sekali perkataan dan fatwa ulama dahulu dan sekarang tentang menasihati sampai melawan penguasa, baik yang zalim maupun yang telah kafir. Namun kondisi suatu zaman bisa membuat fatwa berubah. Kita akan melihat satu contoh nyata dalam hal ini.

Syaikh bin Baz ketika ditanya tentang hukum mengritik para penguasa hari ini di mimba-mimbar, beliau berfatwa:

ليس من منهج السلف التشهير بعيوب الولاة و ذكر ذلك على المنابر

“Mengumbar aib penguasa dan menyebutnya di mimbar-mimbar bukanlah manhaj salaf.” (Al-Fatawa juz VIII)

Ketika ditanya tentang hubungan dengan penguasa yang menerapkan hukum positif, beliau menjawab:

نطيعه فى المعروف وليس فى المعصية حتى يأتي الله بالبديل

“Kita menaatinya dalam kebaikan, bukan dalam maksiat, sampai Allah mendatangkan pengganti.” (Al-Fatawa, VII/117)

Beliau juga berpendapat bahwa melawan penguasa kafir tidak boleh bila umat belum memiliki kekuatan, tetapi beliau meminta warga Irak melawan penguasa mereka. Padahal beliau tahu bahwa mereka tidak memiliki persenjataan yang mampu menggulingkan penguasa.

Saddam Husein sedang mengerjakan shalat

Saddam Husein sedang mengerjakan shalat

Sebelumnya beliau telah berfatwa bahwa pasukan Islam seluruhnya tidak mampu menghadapi Saddam dan tentaranya. Artinya, kekhawatiran “iraqatu dima’ al-muslimin” (menumpahkan darah kaum muslimin, tidak menjadi pertimbangan lagi dalam kasus ini. Beliau berfatwa:

لا ريب أن مبايعة مثل هذا الطاغوت ومناصرته من أعظم الجرائم، ومن أعظم الجناية على المسلمين وإدخال الضرر عليهم؛ لأن من شرط البيعة أن يكون المبايع مسلما ينفع المسلمين ولا يضرهم

“Tidak diragukan bahwa membaiat (baca: mendengar dan taat) kepada kepada thaghut seperti ini (Saddam) dan mendukungnya merupakan kejahatan terbesar. Itu termasuk pelanggaran terbesar terhadap kaum muslimin, dan membahayakan mereka. Karena di antara syarat baiat, orang yang dibaiat adalah seorang muslim, yang menguntungkan, bukan membahayakan kaum muslimin.” (Fatwa-Fatwa Syaikh Bin Baz, VII/389).

Beliau juga mengatakan dalam fatwanya:

تُقَاتَل الفئة الباغية ، وهي مؤمنة حتى ترجع ، فكيف إذا كانت الطائفة الباغية ظالمة كافرة ، كما هو الحال في حاكم العراق ، فهو بعثي ملحد ، ليس من المؤمنين

BACA JUGA  Siapa Pemilik Granat Sasar Anggota TNI di Monas?

“Kelompok penentang (bughat) saja diperangi, meskipun mereka muslim sampai mereka kembali. Lantas bagaimana bila kelompok penentang itu zalim dan kafir seperti keadaan penguasa Irak? Ia adalah penganut partai Ba’ats yang ateis, penganutnya bukanlah mukmin.” (http://www.binbaz.org.sa/mat/8342/print)

Bahkan beliau memfatwakan jihad melawan Saddam adalah jihad terbesar:

أعظم الجهاد جهاد حاكم العراق، لبغيه وعدوانه واجتياحه دولة الكويت وسفكه الدماء ونهبه الأموال وهتكه الأعراض وتهديده الدول المجاورة له من دول الخليج

“Jihad yang paling agung adalah jihad melawan penguasa Irak (Saddam). Karena ia telah melampaui batas, menyerang, dan menginvasi negara Kuwait, menumpahkan darah, menjarah harta, menodai kehormatan, dan mengancam negara-negara Teluk yang bertetanggaan dengannya.” (Fatwa-Fatwa Syaikh Bin Baz Juz VII).

Muammar Qaddafi sedang memimpin shalat berjamaah

Muammar Qaddafi sedang memimpin shalat berjamaah

Kemungkinan Penguasa Kafir Meskipun Shalat

Banyak orang bertanya-tanya tentang melaknat Saddam Husein. Sebagian orang mengatakan, selama Saddam mengucapkan syahadatain, kita menahan diri dari melaknatnya. Maka ketika ditanyakan kepada Syaikh Bin Baz apakah Saddam telah kafir, beliau menjawab:

هو كافر وإن قال: لا إله إلا الله، حتى ولو صلى وصام، ما دام لم يتبرأ من مبادئ البعثية الإلحادية، ويعلن أنه تاب إلى الله منها وما تدعو إليه، ذلك أن البعثية كفر وضلال، فما لم يعلن هذا فهو كافر، كما أن عبد الله بن أبي كافر وهو يصلي مع النبي – صلى الله عليه وسلم-، ويقول: لا إله إلا الله ويشهد أن محمدا رسول الله وهو من أكفر الناس

“Ia telah kafir, meskipun mengucapkan laa ilaaha illallah. Bahkan meskipun ia shalat dan puasa, (ia telah kafir) selama tidak meninggalkan prinsip-prinsip partai Ba’ats ateis, dan menyatakan bahwa ia bertobat kepada Allah dan apa yang diperjuangkannya. Hal itu karena Ba’ats adalah kekafiran dan kesesatan. Siapa yang tidak menyatakan ini maka ia telah kafir, seperti Abdullah bin Ubay yang kafir, meskipun ia shalat bersama Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dan mengucapkan laa ilaaha illallah, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ia adalah orang yang paling kafir.” (http://www.binbaz.org.sa/mat/259)

BACA JUGA  Habib Rizieq Sampaikan Lima Amanat Perjuangan di Reuni 212

Syaikh Bin Baz bersama sejumlah ulama senior Arab Saudi juga mengkafirkan penguasa Libya Muammar Qaddafi. Alasannya karena Qaddafi telah menghujat penguasa dan ulama kerajaan Saudi. (Lihat Fatwa Lembaga Ulama Senior Arab Saudi, yang ditandatangani oleh 16 ulama pada 22 Jumadil Ula 1402 http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-423212.html)

Hal ini menunjukkan bahwa penguasa yang shalat bisa saja kafir. Shalat tidak menjadi satu-satunya parameter untuk melabeli setiap pemenang pemilu sebagai ulil amri. Sebagaimana telah disebutkan dalam kitab-kitab akidah dan fikih, banyak pembatal keislaman seseorang selain meninggalkan shalat.

Perlu disebutkan bahwa fatwa kafir terhadap Presiden Irak Saddam Husein keluar setelah ia menyerang Kuwait pada 1991 dan mengancam Saudi. Ketika Irak perang melawan Iran pada 1988, Saddam Husein mendapatkan semua dukungan dan pertolongan negara-negara Arab di Teluk. Bahkan ia mendapatkan julukan Penjaga Gerbang Timur. Dapat disimpulkan bahwa fatwa sangat berkaitan dengan kondisi dan peristiwa aktual saat dikeluarkan.

kiblat ibnul qayyim

Dengan demikian menerapkan pendapat dan fatwa ulama untuk realitas kekinian memerlukan penelitian yang mendalam. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Seorang mufti dan penguasa tidak akan bisa berfatwa dan memutuskan perkara dengan benar, kecuali bila memadukan dua pemahaman (fi kih). Pertama : memahami dan mengerti waqi’ (realita), serta menyimpulkan ilmu tentang hakikat realita yang ada dengan qarinah, amarah dan’alamat (bukti-bukti dan data-data) sehingga ilmunya meliputi realita. Kedua: memahami apa yang wajib (kewajiban syariat) atas realita, yaitu memahami hukum Allah yang ditetapkan dalam kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya atas realita tersebut. Baru kemudian menerapkan yang satu (hukum syariat) atas yang lain (realita).” (I’ilamul Muwaqi’in I/81).

Bila dua hal tersebut tidak diperhatikan, maka ulama atau dai yang berfatwa akan menyesatkan umat. Banyak pendapat ulama tentang kewajiban taat kepada penguasa, tetapi apakah itu tepat diterapkan untuk penguasa sekuler hari ini? Demikian pula nasihat secara diam-diam, apakah memang untuk mereka? Termasuk, persoalan takfir terhadap penguasa.

Semoga salam dan shalawat dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Agus Abdullah)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

OKI: Setiap Muslim Berhak Kunjungi Masjid Al-Aqsa

KIBLAT.NET, Al Quds – Sekretaris Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Iyad Madani pada Senin (5/12) mengatakan...

Selasa, 06/01/2015 13:00 0

Afrika

Somalia Klaim Bunuh 7 Mujahidin Al-Shabab di Galgala

KIBLAT.NET, Moghadisu – Setidaknya tujuh mujahidin Al-Shabab dan dua tentara pemerintah terbunuh pada hari Senin...

Selasa, 06/01/2015 12:00 0

Turki

AS dan Turki Sepakat Latih 15 Ribu Oposisi Rezim Assad

KIBLAT.NET, Ankara – Amerika Serikat dan Turki tengah terus berupaya menyelesaikan kesepakatan dalam rangka mempersenjatai...

Selasa, 06/01/2015 11:41 0

Afrika

Diduga Berisi Militan Islamis, Kapal Tanker Yunani Dibom Jet Tempur Libya

KIBLAT.NET, Benghazi – Jet tempur Libya milik pasukan loyalis pemerintah mengebom kapal tanker minyak Yunani yang tengah...

Selasa, 06/01/2015 10:00 0

Eropa

Anggota Teroris Kelompok 17 November Menolak Bersaksi di Depan Hakim

KIBLAT.NET, Athena – Terdakwa teroris anggota kelompok 17 November, Christodoulos Xiros menolak untuk bersaksi di...

Selasa, 06/01/2015 09:33 0

Amerika

Seorang Sersan dan Pengusaha AS Dituduh Lakukan Kudeta Berdarah di Gambia

KIBLAT.NET, Washington – Jaksa federal Amerika Serikat mendakwa pengusaha asal Texas dan seorang sersan AS...

Selasa, 06/01/2015 08:55 0

Amerika

Israel Bekukan Pemindahan Pajak Pendapatan untuk Otoritas Palestina

KIBLAT.NET ,Washington – AS menentang keputusan Israel untuk membekukan pemindahan pajak pendapatan kepada Otoritas Palestina sebagai reaksi...

Selasa, 06/01/2015 08:20 0

Eropa

Berencana Bebaskan Kawannya dari Penjara Berkeamanan Maksimum, Pria Ini Ditangkap

KIBLAT.NET, Athena – Terdakwa teroris Yunani Christodoulos Xiros kembali digelandang ke penjara pada Senin, (05/01) setelah polisi...

Selasa, 06/01/2015 08:00 0

Yaman

Ledakan Besar Hancurkan Markas Syiah Houtsi di Sanaa

KIBLAT.NET, Sanaa – Ledakan besar, Senin pagi (05/01), menghancurkan markas Syiah Houtsi di ibukota Yaman,...

Selasa, 06/01/2015 07:25 0

Afghanistan

Presiden Afghanistan Desak Peninjauan Kembali Penarikan Pasukan Asing

KIBLAT.NET, Washington – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Ahad (04/01) menyatakan bahwa jadwal penarikan pasukan AS...

Selasa, 06/01/2015 07:15 0

Close