Israel Bekukan Pemindahan Pajak Pendapatan untuk Otoritas Palestina

KIBLAT.NET ,Washington – AS menentang keputusan Israel untuk membekukan pemindahan pajak pendapatan kepada Otoritas Palestina sebagai reaksi terhadap upaya Palestina untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional, kata seorang pejabat AS, Senin, (05/01).

“Kami meminta kedua belah pihak untuk menghindari tindakan yang meningkatkan ketegangan dan membuat lebih sulit untuk kembali ke perundingan langsung,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Jen Psaki.

Utusan Palestina untuk PBB pekan lalu secara resmi menyampaikan permohonan untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional, atau ICC. Hal itu dilakukan hanya sehari setelah Dewan Keamanan PBB menolak rancangan resolusi Palestina yang menyerukan batas waktu tiga tahun untuk akhir pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Langkah itu muncul dua hari setelah Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas menandatangani Statuta Roma – perjanjian pendirian ICC – bersama dengan 20 kesepakatan dan organisasi internasional.

Menanggapi langkah Palestina, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Ahad bahwa Israel “tidak akan berdiam diri” jika Otoritas Palestina memutuskan untuk menghadapi Israel dengan bergabung ICC.

Pemerintah Israel memblokir transfer sekitar $ 125 juta dalam pendapatan pajak yang dikumpulkan atas nama Otoritas Palestina. Salah seorang kepala negosiator Palestina Saeb Erekat menggambarkan tindakan itu sebagai “pembajakan.”

Psaki mengatakan Kongres AS, yang pada pekan ini di bawah kendali Partai Republik, mungkin bereaksi terhadap langkah Palestina dengan menahan bantuan atau menerapkan sejumlah langkah-langkah lain.

BACA JUGA  Postingan Kedubes China di AS Soal Uighur Diblokir Twitter

“Mungkin ada implikasi pada bantuan. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Kongres memiliki banyak kekuasaan dalam hal itu,” katanya.

Menurut media Israel, seorang pejabat senior Israel mengatakan Israel akan menggunakan anggotanya yang pro-Israel di Kongres AS untuk menjamin kepentingan Israel.
Sumber: Anadolu

Penulis: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat