Meski Ada Peringatan dari Kedubes AS, Polri Nyatakan Surabaya Aman

KIBLAT.NET, Jakarta – Meskipun Kedutaan Besar AS telah mengeluarkan peringatan tentang akan adanya ancaman keamanan di ibukota Jawa Timur, Surabaya, Polri telah mengkonfirmasi pada hari Ahad, (04/01) bahwa mereka tidak menemukan bukti apapun yang menunjukkan kegiatan terorisme sedang direncanakan untuk menargetkan kota terbesar kedua di Indonesia.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena penilaian intelijen yang dilakukan oleh kepala intelijen dan departemen keamanan Polri sejauh ini tidak menemukan adanya gangguan ketertiban umum di Surabaya yang berhubungan dengan plot teror,” kata juru bicara Kepolisian Nasional Irjen Ronny F. Sompie seperti dilansir dari The Jakarta Post, kemarin.

Pada hari Sabtu, (03/01) Kedubes AS di Jakarta memposting pengumuman di website resminya terkait peringatan bagi warganya dari ancaman potensial terhadap warga AS yang berada di tempat umum seperti di hotel dan bank di Surabaya.

“Kedubes AS telah menyadari adanya potensi ancaman terhadap warga AS terkait hotel dan bank di Surabaya, Indonesia. Kedutaan Besar Amerika Serikat merekomendasikan agar ada peningkatan kewaspadaan dan kesadaran lingkungan seseorang ketika tengah mengunjungi fasilitas tersebut,” kata kedutaan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Menurut Ronny, meskipun tidak ada indikasi ancaman utama, Kapolri Jenderal Sutarman menginstruksikan Polda Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Polisi mengharapkan semua pihak untuk bersikap kooperatif dengan menghubungi dan menginformasikan kepada kami tentang setiap perkembangan yang dapat menyebabkan gangguan ketertiban umum, termasuk yang diprakarsai oleh teroris,” kata Ronny.

BACA JUGA  Yuk, Ikuti! Serial Webinar: Kiat Selamat Meski Hirup Udara Hoaks

Jakarta Post juga menuding bahwa Surabaya merupakan salah satu daerah pemasok terbesar pejuang Daulah Islamiyah (ISIS), setelah Badan Penanggulangan Terorisme Nasional (BNPT) melaporkan bahwa lebih dari 500 orang Indonesia mendukung kelompok dalam perang yang berkecamuk di Suriah dan Iraq.

Bulan lalu, pihak berwenang Malaysia mendeportasi 12 warga Indonesia, mayoritas dari Jawa Timur, yang diduga dalam perjalanan ke Suriah untuk mendukung ISIS.

Beberapa hari kemudian, video YouTube berdurasi empat menit menjadi viral, yang di dalamnya menunjukkan dugaan anggota ISIS mengeluarkan ancaman terhadap Militer Indonesia (TNI), khususnya Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Polri dan petugas keamanan sipil Banser.

Pria dalam video itu kemudian diidentifikasi sebagai Salim Attamimi Mubarok, penjual susu dari Malang, sebuah kota yang terletak sekitar 90 kilometer selatan-Surabaya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga dengan cepat menolak peringatan keamanan kedutaan AS itu.

“Tidak terjadi apa-apa. Insya Allah, Surabaya akan tetap aman dan kondusif, “katanya kepada wartawan, pada Ahad.

 

Sumber: Jakarta Post

Penulis: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat