Hamas Kutuk Penembakan Bocah Gaza oleh Tentara Mesir

KIBLAT.NET, Gaza – Hamas mengutuk penembakan yang dilakukan oleh pasukan penjaga perbatasan Mesir terhadap bocah Palestina di perbatasan Gaza, pada Jumat (03/12).

“Kami mengutuk pembunuhan Zaki Al-Houbi akibat tembakan tentara Mesir di perbatasan. Kami menganggap apa yang terjadi adalah sebuah perkembangan yang berbahaya dan penggunaan kekuatan yang berlebihan,” kata gerakan Hamas dalam sebuah pernyataan.

“Apa yang terjadi sangat tidak pantas sebagai hubungan bertetangga antar saudara,” lanjut penyataan itu.

Juru bicara Departemen Kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qudra, mengatakan bahwa Al-Houbi berusia 17 tahun, dan bukan 23 tahun sebagaimana yang dinyatakan sebelumnya. Dia meninggal di perbatasan Rafah akibat ditembak oleh tentara Mesir dari seberang perbatasan. Al-Qudra menambahkan bahwa belum jelas motif dilakukannnya penembakan itu.

“Pasukan perbatasan Mesir menembak Houbi di belakang dan peluru menembus hati. Dia meninggal di tempat,” kata Al-Qudra, sebagaimana dilansir AFP.

Menurut keterangan saksi mata, empat warga Palestina telah mencoba untuk memasuki Mesir dengan melompati pagar perbatasan. “Tentara Mesir melihat empat warga Palestina berusaha untuk menyelinap ke Mesir,” kata seorang saksi. “Mereka menangkap tiga diantaranya setelah mereka menyebarang, dan menembak orang keempat di punggungnya,” terang saksi.

Perlintasan Rafah merupakan satu-satunya pintu keluar Gaza yang tidak diduduki oleh Israel. Media Mesir sering menuduh warga Palestina terlibat dalam serangan gerilyawan terhadap pasukan keamanan, yang terus meningkat sejak kudeta militer terhadap presiden Mohamad Mursi.

BACA JUGA  Yuk, Ikuti! Serial Webinar: Kiat Selamat Meski Hirup Udara Hoaks

Namun Palestina membantah tuduhan tersebut. Mereka menyebut tuduhan Mesir tak berdasar dan bermotif politik.

Tentara Mesir juga telah menghancurkan terowongan yang menujuku ke wilayah Gaza. Mereka menuduh terowongan itu digunakan untuk menyelundupkan senjata, makanan dan uang bagi Hamas. Kairo mengatakan telah menghancurkan lebih dari 1.600 terowongan sejak penggulingan Mursi.

 

Sumber : middleeasteye

Penulis : Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat