... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Syaikh Abu Laits Al-Libi, “The Third Of Al-Qaeda” asal Libya

Masih teringatkah sebuah nasyid dari bumi Afghanistan yang berjudul “Wein Ayyamna Wein”? Nasyid yang sempat tenar beberapa tahun lalu, dilantunkan oleh seorang mujahid Libya, Abu Zubair Al-Libi.

Jika kita perhatikan liriknya bait demi bait maka akan kita temukan tiga nama mujahid di dalamnya. Tiga mujahid itu adalah Syaikh Mullah Umar, Syaikh Usamah bin Ladin dan salah seorang komandan, juru bicara Al-Qaidah yang ditakuti oleh AS.

Nama ketiga dalam jajaran petinggi tandhim Al-Qaidah ini namanya begitu dikenang. Ia menjabat sebagai komandan tinggi bagi pasukan mujahidin Afghan. Lantaran ingin mengenang sang komandan, para mujahid pun membuatkan syair untuknya.

Dari daftar 64 mujahid yang terkena drone AS dalam kurun waktu 2005-2013, mujahid mulia ini menjadi salah satu korbannya. Tepatnya pada 29 Januari 2008, drone pengecut AS menghantamnya di Mir Ali, Waziristan Utara, Pakistan.

Siapakah komandan mujahid mulia ini? Dia adalah Syaikh Abu Laits Al-Libi.

Syaikh Abu Laits Al-Libi dalam sebuah video yang dirilis As Sahab Media

Syaikh Abu Laits Al-Libi dalam sebuah video yang dirilis As Sahab Media.

Ia lahir pada tahun 1967—atau 1972 dari sumber lain—di Libya dengan nama asli Ammar Ashur Al-Rufayi. Riwayat pendidikan dan keluarganya tidak begitu diketahui karena sedikit media yang mengulas.

Tetapi, nama Abu Laits begitu dikenal sebagai figur utama saat masa penggulingan Muammar Ghadafi. Kedudukannya sebagai orang ketiga dalam jajaran petinggi Al-Qaidah pun membuat namanya terangkat. Ia dikenal sosol berbadan tegap dan gagah (192 cm), berambut dan bermata hitam.

Hijrah ke Afghanistan

Pada 1990-an Abu Laits bergabung bersama mujahidin di Afghan untuk menumpas komunis Soviet. Di bumi jihad Afghan ini, ia menempa diri hingga menjadi sosok mujahid yang tangguh dan berpengalaman.

Selama 4 tahun pertama mujahid asli Libya ini mendapatkan pengetahuan kemiliteran yang banyak. Hingga 1994 ia kembali ke tanah airnya untuk menggunakan keterampilannya sebagai mujahid.

Pada 1994, ia bergabung ke dalam LIFG (Libyan Islamic Fighting Group) yang diketuai oleh Abdul Hakim Belhadj. LIFG adalah kelompok mujahidin militan yang dibentuk untuk melawan rezim Muammar Ghadafi.

Kelompok ini terbentuk dari beberapa mujahidin lulusan Afghanistan yang kembali ke Libya. Tidak hanya Abu Laits, Syaikh Abu Yahya Al-Libi dan Syaikh Athiyatullah Al-Libi dulu juga anggota LIFG.

Tepatnya pada 1996, LIFG –termasuk didalamnya Abu Laits—merancang sebuah operasi yang menargetkan Muammar Ghadafi. Namun, rencana ini gagal dan Abu Laits melarikan diri ke Arab Saudi.

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

Di Haramain, Abu Laits ditangkap pemerintah Saudi karena diduga terlibat dengan pengeboman Khobar Towers. Khobar Towers adalah suatu komplek perumahan di kota Khobar yang berdekatan dengan perusahaan minyak nasional (Aramco Saudi).

Kondisi Khobar Tower pasca peledakan

Kondisi Khobar Tower pasca peledakan

Pengeboman ini bersumber dari sebuah truk yang berdekatan dengan bangunan dan memakan korban 19 tentara AS tewas dan 498 tentara dari berbagai negara luka-luka. Abu Laits termasuk salah satu yang dijadikan kambing hitam dalam operasi ini.

Menurut penuturan mantan anggota LIFG Noman Benotman, yang dilansir oleh Washington Post, Abu Laits mendapatkan siksaan yang sangat berat di dalam penjara Arab Saudi.

Akan tetapi, Noman memuji keteguhan dan keberanian Abu Laits. Abu Laits tetap tegar dalam menghadapi berbagai siksaan yang ditimpakan padanya.

Jiwanya yang telah terpatri dengan iman dan bernalurikan seorang mujahid dibuktikan dalam kondisi ini. “Dia adalah mujahid yang sangat pemberani.” tutur Noman.

Abu Laits dan Al-Qaidah

Tidak ada keterangan yang menunjukkan bagaimana cara Abu Laits keluar dari penjara rezim Saudi. Ada yang memberitakan ia berhasil melarikan diri dan ada yang memberitakan dibebaskan karena masa penahanannya berakhir.

Pada 1999 ia kembali ke Afghanistan dan mulai bersinergi dengan Al-Qaidah. Pengalaman jihad dan keterampilannya membuat dirinya dipercaya menjadi komandan dan juru bicara resmi Al-Qaidah.

Pada 2001, pertama kalinya Abu Laits muncul dalam sebuah video, mengumumkan kelangsungan hidup Syaikh Usamah bin Ladin dan Mullah Umar. Pada saat itulah pertama kalinya AS menginvasi Afghanistan dan sesumbar telah membunuh kedua tokoh besar ini.

Mujahid Libya berbadan tegap ini ditengarai AS sebagai penghubung utama antara Al-Qaidah dan Taliban. Indikasinya terjadi pada 2002, Abu Laits kembali muncul dalam sebuah video dan berbicara atas nama Taliban.

Melihat kenyataan ini para pejabat AS menganggap bahwa Abu Laits bukanlah sepenuhnya anggota Al-Qaidah. Meskipun mereka tetap yakin bahwa Al-Qaidah sangat membutuhkan tokoh pemberani sekaliber Abu Laits ini.

Intelijen Pakistan mulai mencari persembunyian toloh ketiga Al-Qaidah ini. Mereka mensinyalir Abu Laits mempunyai basis di Norak, Pakistan dekat Mir Ali pada tahun 2003 kemudian pindah ke sisi perbatasan Afghanistan. Namun, tetap saja Abu Laits tidak mereka temukan.

Pada 2007, Dr Aiman Az-Zawahiri mengumumkan –atas mandat dari Syaikh Usamah—bahwa LIFG adalah bagian dari Al-Qaidah. Lalu, Abu Laits sekaligus diangkat menjadi pimpinan LIFG.

Syaikh Abu Laits di Afghanistan

Syaikh Abu Laits di Afghanistan

Pernyataan ini secara tidak langsung telah menjawab keraguan para petinggi AS akan status Abu Laits sebagai anggota resmi Al-Qaidah.

BACA JUGA  Arab Saudi dan Rusia Tandatangani 20 Kesepakatan Baru

Kehadiran Abu Laits semakin menonjol di tubuh Al-Qaidah. Aktivitas sebagai juru bicara semakin kentara. Selain itu, ia diangkat menjadi salah satu komandan lapangan utama di Afghanistan.

Direktur Riset Pusat Kontra Terorisme AS di West Point menyatakan Abu Laits memiliki hubungan yang erat dengan para petinggi Al-Qaidah.

Pada 2007, Abu Laits muncul kembali dalam sebuah video yang mengatakan persiapan perang melawan Zionis Israel dan menargetkan pembebasan Islam di belahan bumi lainnya. Pada tahun inilah Abu Laits Al-Libi dikatakan terlibat pengeboman Pangkalan Udara Bagram.

Operasi itu bertujuan membunuh wakil presiden AS Dick Cheney. Al-Qaidah mengaku bertanggung jawab dengan penyerangan yang menewaskan 23 jiwa ini. Peristiwa penyerangan bom ini terjadi pada 27 Februari 2007.

Sebagai pimpinan LIFG pada November 2007, Abu Laits mengumumkan penggabungan pasukan Al-Qaidah dan LIFG untuk menggulingkan Muammar Ghadafi. Ternyata kemunculannya ini menjadi yang terakhir kalinya. Ia menjadi buruan AS karena diduga menjadi mastermind operasi Bagram.

AS menghargai nyawa Abu Laits Al-Libi dengan $200.000 dollar. Ia pun masuk ke dalam jajaran tokoh yang diburu AS. Namanya pun menjadi harum di kalangan para mujahidin Afghanistan.

Daftar DPO Amerika Serikat beserta nilai rewardnya

Daftar DPO Amerika Serikat beserta nilai rewardnya

Abu Laits dikenal sebagai komandan mujahid yang pemberani dan tegap tubuhnya. Para mujahid Afghan pun membuat sebuah nasyid untuk komandan mereka ini. Mungkin nasyid ini pernah tenar pada zamannya, sebagian dari kita pun bisa jadi tidak asing dengannya.

Merdunya lantunan nasyid oleh Abu Zubair Al-Libi bisa didengarkan di sini.

Syahidnya Syaikh Abu Laits Al-Libi

Pada bulan Juni 2007, AS mulai melancarkan aksinya untuk membunuh Abu Laits. AS melancarkan serangan roket ke Provinsi Paktia, Afghanistan yang menargetkan komandan lapangan Al-Qaidah ini. Beberapa laporan menyebutkan bahwa beberapa mujahid menjemput syahid. Namun, Abu Laits berhasil selamat.

Jenazah Abu Laits Al-Libi Rahimahullah

Jenazah Abu Laits Al-Libi Rahimahullah

Lagi-lagi serangan drone pengecut AS berulah. Pada 29 Januari 2009, CIA melancarkan predator tak berawak di Mir Ali, Waziristan Utara, Pakistan. Di sinilah akhirnya Syaikh Abu Laits Al-Libi syahid.

Laporan resmi syahidnya Abu Laits baru diumumkan pada Rabu, 31 Januari 2008. Meskipun ia telah syahid, namanya tetap harum di hati-hati mujahidin Afghanistan. Kepemimpinan dan keberaniannya patut dijadikan sebagai suri tauladan kita semua.

Selamat jalan komandan pemberani…

Jannah sewangi kasturi telah menanti…

Penulis : Dhani el_Ashim

Sumber :

  • http://islamists2day-a.blogspot.in/2008/02/blog-post_02.html
  • https://arabiansword.wordpress.com/2011/10/01/الاسد-الضرغام-«أبو-الليث-الليبي»/
  • http://classic.aawsat.com/details.asp?article=456585&issueno=10657#.VKC_zABA
  • http://www.washingtonpost.com/wpdyn/content/article/2008/01/31/AR2008013103975.html
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Abu_Laith_al-Libi
  • http://www.longwarjournal.org/archives/2008/01/senior_al_qaeda_lead_1.php
  • http://www.thebureauinvestigates.com/namingthedead/people/nd101/?lang=en
  • http://www.aljazeera.com/news/middleeast/2008/02/200852514816567740.html
  • http://edweb.tusd.k12.az.us/uhs/news/WorldNews/AbuLaith.htm
  • http://counterterrorismblog.org/2008/01/abu_laith_allibi_top_al_qaeda.php
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Sesumbar Abu Jandal

KIBLAT.NET — Kembali, sebuah video berisi pesan sukarelawan ISIS asal Indonesia, beredar. Seseorang yang diidentifikasi...

Jum'at, 02/01/2015 22:57 0

Suriah

Muadz Al-Khatib Bentuk Gerakan Baru Oposisi Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Mantan Presiden Koalisi Nasional untuk Kekuatan Revolusi dan Oposisi Suriah, Muadz Al-Khatib,...

Jum'at, 02/01/2015 13:00 0

Suriah

Foto Kemunculan Bashar Assad Kunjungi Jaubar Ternyata Hoax

KIBLAT.NET, Damaskus – Pada awal tahun 2015, media-media Timur Tengah ramai membicarakan kemunculan Presiden Suriah, Bashar...

Jum'at, 02/01/2015 11:00 0

Eropa

Kanselir Merkel Ajak Warga Jerman Tak Ikuti Demonstrasi Anti Islam

KIBLAT.NET, Berlin – Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan warga negaranya untuk tidak ikut serta dalam...

Jum'at, 02/01/2015 10:10 0

Analisis

Membaca Kesaksian dari Dalam tentang Al-Qaidah (2/2) #Dabiq_6

KIBLAT.NET – Menyambung bagian sebelumnya, Abu Jarir telah mengajukan empat pertanyaan sebagai titik tolak untuk...

Jum'at, 02/01/2015 10:07 0

Asia

Berebut Kupon Klub Malam, 35 Orang Tewas saat Malam Tahun Baru

KIBLAT.NET, Shanghai – Sebanyak 35 orang tewas dan 42 orang lainnya luka-luka saat perayaan malam...

Jum'at, 02/01/2015 09:44 0

Manhaj

Memahami Manhaj Al-Qaidah (4/5): Otorisasi Syariat Islam

KIBLAT.NET – Revolusi telah berkali-kali mengalami kegagalan. Banyak pihak ingin memanen buahnya ketika perlawanan hampir...

Jum'at, 02/01/2015 09:20 0

Yaman

Tolak Pendudukan Syiah Houtsi di Ibukota, Aktivis Yaman Ini Disiksa Sepanjang Hari

KIBLAT.NET, Sanaa – Seorang aktivis Yaman yang menuntut penarikan kelompok Syiah Houtsi dari ibukota, mengaku...

Jum'at, 02/01/2015 09:20 0

Indonesia

Iran Siapkan Anggaran Besar untuk Sebarkan Ajaran Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta – Iran melalui kedutaan besarnya, baru-baru ini menawarkan bantuan untuk membangun masjid besar...

Jum'at, 02/01/2015 08:48 0

Wilayah Lain

2014, Jumlah Imigran Yahudi Masuk ke Israel Melonjak Tajam

KIBLAT.NET, Yerusalem – Ternyata pada tahun 2014 jumlah orang Yahudi yang pindah ke Israel melonjak...

Jum'at, 02/01/2015 08:28 0

Close