... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Memahami Manhaj Al-Qaidah (5/5): Jihad dan Rahmat

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Al-Qaidah tetap dalam keyakinan bahwa jihad akan terus berlanjut sampai hari kiamat. Jihad adalah rahmat bagi umat karena dalam hadits jihad dihubungkan dengan turunnya hujan.

Teladannya adalah Nabi saw. Mereka tidak goyah sedikit pun dan tetap teguh di atas akidah yang murni dan keyakinan yang teguh sampai pertolongan Allah dan kemenangan datang kepada mereka. Segala rintangan dan ujian aadlah salah satu pertanda akan dekatnya kemenangan. Berikut bagian akhir dari penjelasan Syaikh Hussam Abdur Rauf:

Mari kita berdoa agar Allah memberikan balasan surga Firdaus kepada Asy-Syahid Syaikh Usamah bin Laden, kepada para pemimpin kita dan para mujahidin yang syahid di jalan ini—semoga Allah merahmati mereka—yang telah menyiapkan kepada kita tempat untuk mengamalkan petunjuk sirah Rasulullah saw dan para sahabatnya yang mulia—radhiyallahu ‘anhum—ketika mereka berdiri tegak untuk berjihad meskipun jumlah mereka sangat minim dan persenjataannya yang sangat lemah. Mereka menantang seluruh dunia—yang waktu itu diwakili oleh kafir Quraisy dan kabilah-kabilah Arab—tanpa merasa rendah diri.

Mereka tidak goyah sedikit pun dan tetap teguh di atas akidah yang murni dan keyakinan yang teguh sampai pertolongan Allah dan kemenangan datang kepada mereka, sehingga manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Mereka tidak memikirkan nyawanya ketika menghadapi tantangan besar tersebut, keyakinan mereka tidak berpengaruh dengan adanya makar –seperti orang-orang yang menyimpang pada zaman kita yang menyatakan bahwa kewajiban jihad bagi kaum muslimin telah gugur karena belum bisa mengimbangi kekuatannya—mereka tidak beralasan dengan banyaknya jumlah dan kekuatan kafir Quraisy sehingga punya keinginan untuk bersekutu dengan kerajaan zalim yang ada waktu itu, seperti Persia atau Romawi.

Ahli hadits Syaikh Abdul Aziz At-Turaifi—hafidhaullah—berkata, “Jihad akan tetap berlangsung sampai hari kiamat tiba, tidak ada satu pun masa yang kosong dari perintah jihad. Bila Anda tidak percaya, coba hadirkan satu hadits saja yang menyatakan itu meskipun hadits dhaif sekalipun. Jihad akan senantiasa manis dan menghijau selama hujan masih turun dari langit dan menumbuhkan tanaman di bumi. Akan muncul dari timur sejumlah orang yang menyatakan bahwa jihad sudah tidak ada, mereka adalah sejelek-jelek makhluk, ingatlah! Jihad akan senantiasa tegak sampai hari kiamat. Karena amalan ribath di jalan Allah sehari saja itu lebih baik baginya daripada membebaskan seribu budak dari keturunan Nabi Ismail.”

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

Syaikh At-Turaifi menambahkan, “Hubungan jihad dengan hadits yang menyebutkan turunnya hujan dari langit dan menumbuhkan tanaman adalah isyarat atau sebagai tanda bahwa manusia akan mendapatkan kebaikan dengan adanya perintah tersebut, Allah akan menurunkan kenikmatan kepada mereka karena jihad dan mengamalkan perintah Allah Ta’ala.

Allah akan memberi dua karunia ini dengan adanya jihad atau karena disebabkan adanya jihad. Pertama, dengan cara istidraj bagi mereka yang melampaui batas. Kedua, karena jihad dan melawan musuh Allah baik dari orang kafir atau dari orang-orang munafik. Hasil darinya akan menuai kekuasaan di muka bumi dan bisa menyebarkan keadilan di bawah penerapan syariat Islam.”

Singkatnya, seluruh dunia mencoba untuk menerapkan sistem yang diciptakan sendiri untuk mengelola pemerintahan, administrasi, ekonomi, perdagangan dan urusan kehidupan lainnya. Efeknya manusia terus hidup di bawah keterpurukan sistem kapitalisme yang berjalan atas dasar riba, mengisap darah orang miskin untuk kepentingan orang kaya dan insya Allah dalam waktu dekat akan segera runtuh dan hancur.

Dunia dengan tujuh miliar jumlah penduduknya tertimpa musibah dan bencana, dan terancam masa depan suram, mereka semua menunggu umat islam menyerang balik dalam memimpin umat manusia sebagaimana yang dahulu pernah ada. Karena dalam kepemimpinan tersebut menyatukan ibadah hanya untuk Allah, menebar kebaikan, dan kedamaian, di bawah payung syariat Islam.

Kami tutup pembicaraan ini dengan sebuah kalimat dari Syaikh Asy-Syahid Abdullah Azzam—rahimahullah—beliau berkata, “Semakin besar bentuk musibah yang menimpa kita dan bencana datang silih berganti maka saya menyadari bahwa kemenangan semakin dekat dan saya mengetahui bahwa kita berada di atas jalan yang benar.

Ingat! Jalan ini penuh dengan rintangan duri, dikelilingi dengan darah dan penuh dengan ujian. Tidak ada satu pun yang bisa tegar di atas jalan ini kecuali orang yang telah dijanjikan oleh Rabb semesta ini dengan surga-Nya, dan telah menyiapkan mereka sebagai hamba-Nya yang mampu memikul amanah-Nya dan membebani mereka dengan membawa risalah-Nya. Maka bersiap-siaplah untuk menyambut perintah ini serta persiapkanlah segala bekal untuknya. Karena jalan ini sangat jauh sementara bekal sangat sedikit, membawa beban yang cukup berat dan amanah yang besar. Namun pahala yang menunggu sangatlah besar.”

BACA JUGA  Udara Palembang Memburuk, Sekolah Pun Tak Masuk

Mahasuci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada baginda Nabi Muhammad saw, kepada keluarganya dan seluruh para sahabatnya.[Selesai]

Lampiran Biografi singkat Syaikh Hussam Abdur Rauf
Syaikh Hussam Abdu Raud lahir pada awal tahun 1958. Lulus dari Fakultas Pertanian pada tahun 1979. Telah lulus kursus bahasa Inggris, kemudian bekerja dalam bidang Hubungan Luar Negeri di Departemen Pertanian pada tahun 1981 sampai akhirnya keluar untuk berjihad melawan pasukan Soviet di Afghanistan, dimulai pada tahun 1986.

Sembilan bulan tinggal di bumi hijrah dan Jihad, beliau kemudian kembali ke Mesir, dan bekerja sebagai sekretaris dan administrator komputer di Kantor Kementrian Pertanian Dr. Yusuf, pemimpin dalam urusan pemberdayaan lahan.

Pada bulan Agustus 1988, beliau mendapatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat guna mengikuti pelatihan Ilmu Komputer. Namun beliau menolaknya karena membenci Amerika dan tidak ingin jauh dari bumi jihad. Beliau bersama istrinya memilih untuk hijrah ke Pakistan dan bergabung di kantor pelayanan di Peshawar, yaitu selama enam tahun 1989-1995. Selama tiga tahun diamanahi sebagai bendahara, dan tiga tahun lagi diangkat menjadi direktur keuangan dan administrasi, sekaligus sebagai redaktur Majalah Al-Jihad. Pernah juga menjadi Pemred Majalah Khurasan sejak edisi pertama, yang dikeluarkan setelah perang London yang diberkati, yaitu pada bulan Juli 2005 sampai sekarang.

Pada bulan Juli 1995, Beliau pindah bersama keluarganya ke Kabul untuk mendirikan beberapa lembaga amal dan mengurus rumah anak yatim di tiga wilayah Afghanistan, sampai terjadinya peristiwa September 2001 yang diberkati.

Beliau menulis sebuah kitab yang diterbitkan di media internet dengan judul “Muslim antara Palu Demokrasi dan Landasan Kediktatoran.” Buku ini menarik, karena dalam menampilkan kasus-kasus yang ada, memiliki ciri khas yang berbeda dengan kitab-kitab lain yang berbicara tentang fitnah. Beliau juga menulis beberapa artikel yang diterbitkan dalam Majalah Khurasan dan jaringan informasi internasional yang berfokus pada isu-isu kaum muslimin secara umum dan tentang revolusi Arab dan reformasi ekonomi secara khusus.

 

Diterjemahkan: M. Fakhuddin
Editor: Agus Abdullah
Source: https://www.youtube.com/watch?v=BiGzJJjtc8A

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

2014 Jadi Tahun Paling Berdarah Bagi Mujahidin, Ini Tanggapan Taliban Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan (IIA), Rabu (31/12), membantah bahwa tahun 2014 merupakan tahun...

Sabtu, 03/01/2015 12:59 0

Prancis

2014, Tahun Peningkatan Islam di Perancis

Dari sekian banyak negara-negara Uni Eropa, Perancis memiliki populasi Muslim terbesar. Sebagaimana dinyatakan oleh seorang...

Sabtu, 03/01/2015 09:07 0

Profil

Syaikh Abu Laits Al-Libi, “The Third Of Al-Qaeda” asal Libya

Masih teringatkah sebuah nasyid dari bumi Afghanistan yang berjudul “Wein Ayyamna Wein”? Nasyid yang sempat...

Sabtu, 03/01/2015 06:12 0

Editorial

Editorial: Sesumbar Abu Jandal

KIBLAT.NET — Kembali, sebuah video berisi pesan sukarelawan ISIS asal Indonesia, beredar. Seseorang yang diidentifikasi...

Jum'at, 02/01/2015 22:57 0

Suriah

Muadz Al-Khatib Bentuk Gerakan Baru Oposisi Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Mantan Presiden Koalisi Nasional untuk Kekuatan Revolusi dan Oposisi Suriah, Muadz Al-Khatib,...

Jum'at, 02/01/2015 13:00 0

Suriah

Foto Kemunculan Bashar Assad Kunjungi Jaubar Ternyata Hoax

KIBLAT.NET, Damaskus – Pada awal tahun 2015, media-media Timur Tengah ramai membicarakan kemunculan Presiden Suriah, Bashar...

Jum'at, 02/01/2015 11:00 0

Eropa

Kanselir Merkel Ajak Warga Jerman Tak Ikuti Demonstrasi Anti Islam

KIBLAT.NET, Berlin – Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan warga negaranya untuk tidak ikut serta dalam...

Jum'at, 02/01/2015 10:10 0

Analisis

Membaca Kesaksian dari Dalam tentang Al-Qaidah (2/2) #Dabiq_6

KIBLAT.NET – Menyambung bagian sebelumnya, Abu Jarir telah mengajukan empat pertanyaan sebagai titik tolak untuk...

Jum'at, 02/01/2015 10:07 0

Asia

Berebut Kupon Klub Malam, 35 Orang Tewas saat Malam Tahun Baru

KIBLAT.NET, Shanghai – Sebanyak 35 orang tewas dan 42 orang lainnya luka-luka saat perayaan malam...

Jum'at, 02/01/2015 09:44 0

Yaman

Tolak Pendudukan Syiah Houtsi di Ibukota, Aktivis Yaman Ini Disiksa Sepanjang Hari

KIBLAT.NET, Sanaa – Seorang aktivis Yaman yang menuntut penarikan kelompok Syiah Houtsi dari ibukota, mengaku...

Jum'at, 02/01/2015 09:20 0

Close