... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Sesumbar Abu Jandal

KIBLAT.NET — Kembali, sebuah video berisi pesan sukarelawan ISIS asal Indonesia, beredar. Seseorang yang diidentifikasi bernama Abu Jandal Al-Indunisy alias Salim At-Tamimi menyampaikan tantangannya kepada TNI, Polri dan Banser. Pria asal Malang, Jawa Timur yang kini bergabung dengan ISIS di Suriah atau Irak itu mengaku senang kalau TNI mau bergabung dengan koalisi Amerika melawan ISIS. Bahkan jika TNI tidak jadi berangkat, ia berjanji akan pulang ke Indonesia. Tentu saja untuk melanjutkan sebuah laga yang tertunda.

Sesumbar itu kemudian ramai menjadi perbincangan. ISIS kembali dimunculkan sebagai hantu teror yang bakal mengekspor sejumlah horor dari Suriah dan Irak ke Indonesia. Sinyal kewaspadaan terhadap ISIS pun meraung. 12 WNI ditangkap di Kualalumpur karena dicurigai hendak bergabung dengan ISIS di Suriah. Mungkin dianggap kurang seru, maka tba-tiba ada yang dengan sekenanya mengatakan Abu Jandal sebagai anggota Jamaah Islamiyah. Benarkah Abu Jandal dan kawan-kawan adalah ancaman yang serius?

Suriah adalah negeri impian para mujahid. Di bumi Syam yang diberkahi itu, segala piranti untuk melaksanakan jihad fi sabilillah tersedia komplit. Ada musuh yang jelas, sarana dan prasarana jihad yang melimpah, dukungan masyarakat yang mengalir serta jihad itu sendiri yang sudah berlangsung beberapa tahun. Bepergian ke Suriah pun bukan hal yang sulit karena pintu Turki masih relatif terbuka. Pendek kata, jihad di Suriah ibarat kendaraan yang siap pakai.

BACA JUGA  Di Jogokariyan, Cucu Rasulullah Ini Minta Pengajian Dipermudah dan Masjid Dimakmurkan

Maka, layaknya bercocok-tanam, bagaimana mungkin berpindah dari sebuah lahan yang subur ke tanah gersang? Kalau toh diniatkan sebagai ekspansi, tentu saja tidak sekonyong-konyong berangkat “menyerang” Indonesia seperti yang dikatakan Abu Jandal. Di pusat kekuasaannya sendiri, ISIS masih dibelit masalah pelik. Beberapa wilayah yang sempat direbut, seperti kawasan bendungan Mosul dan Sinjar jatuh kembali ke tangan musuhnya.

Sementara, secara politis, baik video Abu Jandal kali ini atau Bahrumsyah yang beredar sebelumnya, kurang menguntungkan bagi suplai kekuatan ISIS dari luar Suriah, termasuk Indonesia. Provokasi semacam itu hanya akan membuat pemerintah RI mempersempit dan bahkan menutup setiap jalur sukarelawan ISIS ke Suriah. Penangkapan WNI di Kualalumpur dan Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu menjadi bukti.

Belum lagi “kesibukan” ISIS di Suriah dalam memerangi faksi lokal dan kelompok mujahidin lain yang dianggap murtad. Bahkan, beredar juga rekaman suara yang diyakini milik Abu Jandal yang terang-terangan mengkafirkan beberapa tokoh gerakan jihad di Indonesia.

Pendek kata, deret-deret angka musuh yang diciptakan ISIS membuat ekspansi ke luar Suriah tak semudah membalik tangan. Poster-poster dukungan dari penjuru dunia berlatarbelakang Colosseum di Roma,  Bundaran HI di Jakarta, atau penyanderaan oleh Haron Monis di Sidney adalah sekadar simbol, bukan wujud kekuatan yang faktual.

Yang pasti, sikap aparat keamaman sendiri terkesan plin-plan. Awal Desember lalu, Panglima TNI Moeldoko pernah mengatakan ISIS sebagai ancaman potensial. Namun, dalam menanggapi tantangan Abu Jandal, Moeldoko malah menganggap ISIS belum menjadi ancaman bagi Indonesia. Bila potensi ancaman ISIS di Indonesia terlalu mengada-ada, bagaimana memahami penyebab munculnya sesumbar Abu Jandal tersebut?

BACA JUGA  Tak Lagi Wewenang MUI, Begini Cara Baru Pengurusan Sertifikat Halal

Pertama, bisa jadi video tersebut muncul sebagai reaksi akumulatif atas berbagai tindakan aparat keamanan Indonesia terhadap gerakan supporter ISIS. Tekanan moral, pencitraan buruk di publik bahkan sampai tindakan hukum terhadap para pendukung ISIS di Indonesia membuat Abu Jandal terpanggil untuk angkat bicara. Lalu, siapa yang menciptakan kondisi dan tekanan seperti itu?

Kedua, bisa jadi video ini tidak berdiri sendiri. Ada sebuah upaya sistematis untuk memelihara ISIS sebagai necessary evil. Sebuah momok yang selalu dicitrakan mengerikan dan berbahaya untuk tujuan yang beragam. Rumus marketing yang jahat adalah menciptakan kondisi ketergantungan konsumen kepada barang dagangannya. Sama seperti teori sebelumnya, selalu muncul pertanyaan menggelitik: siapa yang diuntungkan dengan pencitraan momok ISIS ini?

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Muadz Al-Khatib Bentuk Gerakan Baru Oposisi Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Mantan Presiden Koalisi Nasional untuk Kekuatan Revolusi dan Oposisi Suriah, Muadz Al-Khatib,...

Jum'at, 02/01/2015 13:00 0

Suriah

Foto Kemunculan Bashar Assad Kunjungi Jaubar Ternyata Hoax

KIBLAT.NET, Damaskus – Pada awal tahun 2015, media-media Timur Tengah ramai membicarakan kemunculan Presiden Suriah, Bashar...

Jum'at, 02/01/2015 11:00 0

Eropa

Kanselir Merkel Ajak Warga Jerman Tak Ikuti Demonstrasi Anti Islam

KIBLAT.NET, Berlin – Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan warga negaranya untuk tidak ikut serta dalam...

Jum'at, 02/01/2015 10:10 0

Analisis

Membaca Kesaksian dari Dalam tentang Al-Qaidah (2/2) #Dabiq_6

KIBLAT.NET – Menyambung bagian sebelumnya, Abu Jarir telah mengajukan empat pertanyaan sebagai titik tolak untuk...

Jum'at, 02/01/2015 10:07 0

Asia

Berebut Kupon Klub Malam, 35 Orang Tewas saat Malam Tahun Baru

KIBLAT.NET, Shanghai – Sebanyak 35 orang tewas dan 42 orang lainnya luka-luka saat perayaan malam...

Jum'at, 02/01/2015 09:44 0

Manhaj

Memahami Manhaj Al-Qaidah (4/5): Otorisasi Syariat Islam

KIBLAT.NET – Revolusi telah berkali-kali mengalami kegagalan. Banyak pihak ingin memanen buahnya ketika perlawanan hampir...

Jum'at, 02/01/2015 09:20 0

Yaman

Tolak Pendudukan Syiah Houtsi di Ibukota, Aktivis Yaman Ini Disiksa Sepanjang Hari

KIBLAT.NET, Sanaa – Seorang aktivis Yaman yang menuntut penarikan kelompok Syiah Houtsi dari ibukota, mengaku...

Jum'at, 02/01/2015 09:20 0

Indonesia

Iran Siapkan Anggaran Besar untuk Sebarkan Ajaran Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta – Iran melalui kedutaan besarnya, baru-baru ini menawarkan bantuan untuk membangun masjid besar...

Jum'at, 02/01/2015 08:48 0

Wilayah Lain

2014, Jumlah Imigran Yahudi Masuk ke Israel Melonjak Tajam

KIBLAT.NET, Yerusalem – Ternyata pada tahun 2014 jumlah orang Yahudi yang pindah ke Israel melonjak...

Jum'at, 02/01/2015 08:28 0

Indonesia

FS3I: Gandeng Direktorat Wakaf Bangun Masjid di Makam Wali, Iran Gencarkan Syiahisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Langkah Iran yang berusaha menggandeng Direktorat Pemberdayaan Wakaf untuk membangun masjid besar...

Jum'at, 02/01/2015 08:06 0

Close