... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Memahami Manhaj Al-Qaidah (4/5): Otorisasi Syariat Islam

KIBLAT.NET – Revolusi telah berkali-kali mengalami kegagalan. Banyak pihak ingin memanen buahnya ketika perlawanan hampir berakhir. Seolah masa petik buah, semua pihak berkerumun untuk mendapatkannya. Di bagian ini, Syaikh Hussam menjelaskan siapa saja yang sangat berhasrat memiliki buah revolusi. Namun tidak harga yang wajib dibeli oleh umat selain tegaknya otoritas syariat Islam.

Al-Qaidah mengemban misi untuk membimbing umat menuju ke arah tersebut. Namun seperti dijelaskan di bagian sebelumnya, umat tidaklah bisa berubah secara cepat. Mereka masih asing konsep otorisasi syariat Islam. Maka Al-Qaidah tidak hanya mengedepankan tujuan untuk menegakkan hujjah atas manusia dan berlepas diri dari segala perbuatan masyarakat yang menyelisihi syariat.

Menegakkan hujjah adalah dalam kerangka tujuan yang diemban Al-Qaidah, yaitu mengeluarkan manusia dari gelapnya kebodohan, asingnya mereka dari Islam, dan larinya mereka dari hukum Islam. Semboyannya adalah “Bila Allah memberikan hidayah kepada satu orang saja melalui tanganmu maka itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta merah.” Berikut kutipannya lebih lanjut:

Saya bersumpah demi Allah Yang Maha kuasa, bahwa umat tidak akan menikmati perdamaian, keadilan, kebebasan, kemakmuran, kesejahteraan, kemandirian, pekerjaan baik dan martabat mulia, serta tidak akan menikmati keamanan kecuali dengan menerapkan Syariat Islam dan menegakkan hukum hudud.

Sungguh kami telah membuktikannya pada masa Imarah Islamiyah di Afghanistan—semoga Allah mengembalikan kemenangannya—sehingga ketika salah satu di antara kita bepergian dari Kabul menuju Kandahar, dengan menggunakan mobil selama tiga belas jam dan melaju ratusan kilometer serta melewati puluhan desa, hal itu tidak ada satu orang pun yang ingin berbuat jahat kepadanya dan tidak ada yang dia takuti kecuali Allah, ketika kendaraannya rusak di daerah terpencil atau di tempat yang tidak ada satu pun yang bisa membantunya untuk memperbaiki.

Di manakah keamanan tersebut? Sungguh sekarang ini rasa itu telah hilang dan orang mulai takut meninggalkan rumah setelah matahari terbenam. Fenomena pelecehan seksual semakin merajalela seperti layaknya di Mesir. Walaupun ada puluhan ribu tentara yang mengabdi kepada rezim, dari kalangan polisi badan keamanan dan intelijen. Meskipun kita telah berhasil menyingkirkan thaghut yang berkuasa, namun sistem yang berlaku masih tetap eksis.

640x392_36459_232041

Para pengusung dan pendukungnya masih menduduki posisi penting dan berupaya untuk menguasai seluruh sendi negara, baik politik, militer, keamanan, undang-undang, media, budaya, maupun pendidikan. Maka tanggung jawab dalam hal ini cukup besar dan sangat sulit, sehingga tidak ada solusi lain ketika dalam keadaan terpaksa kecuali dengan cara konfrontasi.

Di antara bentuk usaha yang paling urgen dan harus senantiasa dipegangi ketika berlangsungnya revolusi rakyat yang berkah adalah merapatkan barisan untuk mempersatukan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda, baik dari segi sosial, budaya, pendidikan dan kebiasaan. Menjaga agar rasa cinta yang ada tidak rusak dan rasa hormat antar kelompok serta menjaga adab sesama kelompok yang ada.

Jadi saya berpikir bahwa di antara keberkahan terjadinya revolusi Mesir adalah kembalinya rasa toleransi dan semangat dalam membela orang lain meskipun tidak ada tali kekerabatan, saling membagikan makanan, minuman dan tenda. Bahkan sampai memberikan pelajaran kepada dunia tentang kebersihan dan ketertiban. Prinsip inilah yang mulai hilang dan tutupi oleh debu.

Revolusi sekarang yang berhasil menggulingkan penguasa di Tunisia, Mesir, Libya dan Yaman tidak berada pada tingkat yang diinginkan dan belum mencapai tujuan yang paling mulia yang didengungkan ketika awal meletusnya revolusi di negara-negara tersebut—terutama negara Mesir—sehingga yang terjadi adalah negara tersebut berada dalam pusaran kekacauan politik, pelanggaran hukum, sengketa di peradilan dan perpecahan umat. Yang mengambil manfaat dari seluruh kejadian itu adalah bekas pejabat besar dan pembantu-pembantu rezim sebelumnya yang mana tidak disingkirkan dari pemerintahan, terutama para pejabat besar, kementrian dalam negeri dan intelijen.

Fasilitas umum yang dikuasai oleh mereka belumlah dikembalikan dan begitu juga dengan uang yang dijarah dan dibawa lari keluar negeri. Sementara penderitaan rakyat Mesir telah meningkat di semua tingkatan. Khususnya dalam aspek ekonomi dan keamanan, jika dilihat dari kekuatan nasional.

Peran pemuda revolusioner dari jamaah-jamaah Islam harus bergerak dengan petunjuk bashirah dan kesadaran untuk melawan konspirasi musuh, sebagaimana yang telah mereka lakukan untuk menjebak kaum muslimin masuk ke dalam jurang perselisihan dan perpecahan, permusuhan, dan perperangan di antara mereka sendiri. Atau antara mereka dan pasukan rezim terdahulu atau perlawanan terhadap rezim baru dari Partai Liberal, sekuler atau partai non-Muslim, atau antara mereka dan pasukan keamanan atau pasukan militer yang melindungi kekuatan baru.

BACA JUGA  Arab Saudi dan Rusia Tandatangani 20 Kesepakatan Baru

Pasukan tersebut sama dengan pasukan sebelumnya yang melindungi sistem lama. Semua propaganda tersebut adalah perangkap mereka untuk mengalihkan serangan dari musuh yang sebenarnya yaitu tentara salibis dan Yahudi atau antek-antek mereka yang ada dalam negeri.

Dan untuk menyelesaikan tujuan revolusi—terutama penegakan syariat—dan mewujudkan tuntutan dalam membangun kehidupan baru yang lebih baik, rekonstruksi ulang segala bentuk kerusakan akibat tangan penjahat yang secara bergantian memerintah Mesir 60 tahun terakhir.

Kami memiliki jalan panjang untuk menghilangkan keterasingan, kebodohan tentang hukum agama dan pengetahuan tentang simbol jahiliah modern yang telah menghapus identitas kita dan telah memutus ikatan persaudaraan, kekerabatan, tali cinta, solidaritas serta kasih sayang di antara kita.

al-qaeda-india

Umat ini membutuhkan upaya keras dari generasinya untuk mengembalikan kejayaannya atau mewujudkan tujuan yang menjadi jargon dalam revolusi dan telah banyak mengorbankan jiwa. Setiap orang harus berusaha untuk melakukan pembenahan sesuai dengan spesialisasinya masing-masing. Generasi jamaah-jamaah Islam harus memegang peranan utama untuk menyukseskan amanah tersebut, berada dalam barisan depan untuk membangun kembali dan meluruskan pemahaman mereka, menyebarkan nilai-nilai luhur di tengah-tengah masyarakat.

Meskipun apa yang akan mereka hadapi sangat kontras dan berlawanan dengan nilai-nilai yang dibawa. Maka kita harus sabar, karena manusia tidak akan berubah dalam waktu semalam untuk menjadi wali Allah yang saleh, atau hanya dengan mengubah kepala pemerintahan, atau bahkan sampai mengubah sistem pun, masyarakat tidak akan cepat berubah.

Keadaan mereka sama sebagaimana yang digambarkan oleh Allah ta’ala tentang hamba-Nya yang saleh, “Mereka berlaku lemah lembut terhadap orang-orang muslim dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir serta berjihad di jalan Allah.”

Janganlah hanya mengedepankan tujuan untuk menegakkan hujjah atas manusia dan berlepas diri dari segala perbuatan masyarakat, ketika mereka menyelisihi ketentuan syar’i. Tetapi mestinya kita mengemban tujuan mengeluarkan manusia dari gelapnya kebodohan, asingnya mereka dari Islam, dan larinya mereka dari hukum Islam. Semboyan kita adalah “Bila Allah memberikan hidayah kepada satu orang saja melalui tanganmu maka itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta merah.” Sebagaimana sabda Nabi saw—beliau adalah teladan terbaik bagi kita—untuk memberi hidayah kepada kaumnya. Allah pun berfirman kepadanya, “Mungkin kamu akan bunuh diri disebabkan kesedihan dan keprihatinan dari tidak berimannya mereka.”

Perubahan akan datang—insya Allah—secara wujud langsung dan tidak tergantung dengan apapun. Manusia akan selalu berada dalam fitrahnya yang hanya ingin percaya kepada mereka yang dapat memimpin dan mengantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Demi Allah, sungguh demi Allah, andai saja umat Islam seluruhnya merasakan keamanan, perdamaian, persaudaraan dan ketenangan pikiran seperti yang kami rasakan di bawah aturan hukum syariat bahkan jika mereka hidup di bawah pemimpin rabbani yang rela berkorban untuk agama dan bangsanya dengan seluruh apa yang dia miliki. Mereka berada di barisan depan pertempuran untuk mencari kesyahidan, tidak pernah berhenti dan duduk sehingga manusia bisa hidup di bawah naungan syariat.

Tentang perihal ini kami mengingatkan umat Islam dari segala bentuk tipu daya, dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden seolah-olah dia pribadi yang bersih, bebas dari tindakan kejahatan dan berlepas diri dari tirani rezim sebelumnya.

Atau, menyerahkannya kepada dewan transisi yang sebagian besar anggotanya berasal dari negara-negara Eropa, sehingga menetapkan sesuatu selaras dengan pemerintah Barat, menyelamatkan kepentingan barat dan mereka datang dengan agenda tertentu.

Atau, hasil revolusi diserahkan kepada mereka yang telah melayani rezim dengan tulus selama bertahun-tahun dan kemudian dia membelot dan bergabung mendukung rakyat dan revolusi ketika keberhasilannya mulai terlihat. Kemudian dia mulai menumbangkan rezim dan memetik hasilnya, melindungi sistem negara dari kehancuran, menjaga kepentingan negara Barat, Amerika, dan Israel di wilayah tersebut.

Seluruh kebijakan yang diputuskan tidak berbeda dengan mantan penguasanya yang terguling, dia setuju untuk bekerja dan memberi pelayanan kepada tuannya Yahudi dan Salibis.

Kemungkinan trik mereka yang paling besar untuk menipu rakyat kita adalah dengan menggambarkan angkatan darat yang dibentuknya untuk mengawal jalannya revolusi. Padahal pasukan tersebut telah mengubah kehendak rakyat dengan tangan besi demi mengawal thaghut sepanjang pemerintahannya. Sehingga dia bisa melakukan kejahatannya dengan aman.

BACA JUGA  Tak Lagi Wewenang MUI, Begini Cara Baru Pengurusan Sertifikat Halal

Al-Qaeda-Islamic-Maghreb

Bukankah yang melindungi pemimpin dan pemerintahan tirani itu para tentara tersebut yang menggunakan tank dan baju besi? Bukankah tentara tersebut telah menjaga perbatasan Israel serta memaksakan kaum muslimin untuk menyetujui Perjanjian Camp David, memblokade jalur Gaza dan menghancurkan terowongan yang digunakan untuk mengirim makanan, obat-obatan dan bahan bangunan. Bukankah mereka juga mencegah penyelundupan senjata untuk saudara kita supaya dapat membela diri? Apakah para tentara itu yang pantas digambarkan sebagai lambang patriotisme sehingga mereka memberikannya pujian?

Kami menyadari bahwa ada beberapa pemimpin militer tersebut yang “bersih” dan warga negara yang tulus, namun pada umumnya mereka berpangkat rendah dan hanya bagian dari anggota tentara nasional dan pasukan keamanan. Padahal yang terpenting dalam hal ini adalah menyelamatkan doktrin tempur angkatan bersenjata Mesir dan negara Arab agar sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan mengarahkan sistem militer untuk kebaikan agama dan duniawi. Misalnya kita mengingatkan mereka untuk tidak menerima pengganti yang ingin memaksakan kita untuk menegakkan kembali negara demokrasi yang di dalamnya tidak ada larangan untuk mengangkat presiden dari orang Nasrani atau dari kalangan perempuan.

Penerapan sistem demokrasi tidak lain akan menambahkan perpecahan umat. menjadikan umat terkotak-kotak dalam negara, etnis, sekte dan sukunya masing-masing. Demokrasi telah menciptakan berbagai macam kelompok atau partai untuk saling memerangi di antara mereka dalam memperebutkan kursi kekuasaan dan menjadi anggota parlemen.

Ingatlah fakta bahwa banyak partai Islam yang bergabung dengan aliansi partai-partai sekuler dan liberal, baik dalam kabinet maupun parlemen, agar bisa mencapai dukungan mayoritas. Bahkan (Islamis yang masuk parlemen) tak terlepas dari tuduhan bahwa mereka sedang berusaha untuk mendirikan negara Islam. Namun, pencurian dan penjarahan, penggelapan dan korupsi semakin luas akibat dari masuknya anggota dari orang-orang sekuler dan liberal. Karena setelah adanya satu kelompok yang berkuasa, mereka mencuri dan menjarah dengan perlahan karena dapat mengontrol pemerintah, negara dan masyarakat tanpa batas.

Kelompok tersebut akan bergiliran memegang tampuk kekuasaan di pemerintahan selama empat atau lima tahun. Kadang mereka menang dalam satu periode dan mengalami kelemahan pada periode lainnya, atau kadang-kadang juga menang dalam dua periode secara berturut-turut.

Maka setiap kelompok yang menang selalu berambisi untuk memaksimalkan periodenya dengan memperbanyak proyek dengan alokasi anggarannya yang direka-reka, sehingga dengan sangat mudah mereka menarik keuntungan dari proyek tersebut dan merampas sisa-sisa anggarannya.

Kesimpulannya adalah meskipun fakta bahwa beberapa sayap pemerintahan hari ini bersih dari korupsi dan menahan diri dari uang rakyat. Akan tetapi perlu diingat pertama, dia tidak sendirian dalam arena politik. kedua, bahwa sistem yang digunakan dalam pemerintahan dan pengelolaan urusan negara tidak pernah bebas dari tindakan korupsi. Dan besok, dalam waktu dekat dia pun akan mengalaminya.

Lihatlah pengalaman demokrasi yang cukup pahit di Pakistan, mereka mengalami kemunduran selama lebih dari 20 tahun. Dari sebelumnya telah menjadi negara yang kuat, memiliki tempat di negara-negara internasional, regional dan di mata orang-orang Islam berubah menjadi negara yang bangkrut, gagal dan selalu memohon bantuan kepada dunia setiap kali dilanda banjir, gempa bumi atau bencana lainnya. Keadaan seperti itu bermula ketika pemerintah berada di bawah sistem demokrasi secara berturut-turut sejak tahun 1988, mulai dari pemerintah Benazir Bhutto yang pertama dan akhir pemerintah saat ini, dengan presiden terpilih adalah Asif Ali Zardari. Padahal orang ini telah menghabiskan lebih dari dua belas tahun umurnya di dalam penjara atas tuduhan kriminal, tindakan korupsi, penjarahan dan money laundry sehingga membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Sementara menteri dalam negerinya (Rahman Malik) adalah orang yang tertuduh melakukan pencucian uang, melakukan suap dan tindakan kriminal lainnya, yang diperkirakan lebih dari 22 miliar dolar, dan itu sebelum ia menjabat di kementrian. Sehingga kita pun bisa membayangkan berapa banyak kekayaannya sekarang.
Hal itu belum lagi kalau diteliti lebih lanjut terhadap delapan ribu orang demokrat yang diuntungkan dari program atau proyek yang disetujui oleh mantan Presiden Pervez Musharraf—Semoga Allah membalas yang setimpal kepadanya—yang berusaha melarikan diri dari jerat hukuman atas kejahatan mereka terhadap rakyat Pakistan, maka kita tidak bisa membayangkan seberapa besar jumlah korupsi yang melanda negara-negara Arab yang akan berjalan di jalan yang sama. [Bersambung]

Diterjemahkan: M. Fakhuddin
Editor: Agus Abdullah
Source: https://www.youtube.com/watch?v=BiGzJJjtc8A

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Tolak Pendudukan Syiah Houtsi di Ibukota, Aktivis Yaman Ini Disiksa Sepanjang Hari

KIBLAT.NET, Sanaa – Seorang aktivis Yaman yang menuntut penarikan kelompok Syiah Houtsi dari ibukota, mengaku...

Jum'at, 02/01/2015 09:20 0

Indonesia

Iran Siapkan Anggaran Besar untuk Sebarkan Ajaran Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta – Iran melalui kedutaan besarnya, baru-baru ini menawarkan bantuan untuk membangun masjid besar...

Jum'at, 02/01/2015 08:48 0

Wilayah Lain

2014, Jumlah Imigran Yahudi Masuk ke Israel Melonjak Tajam

KIBLAT.NET, Yerusalem – Ternyata pada tahun 2014 jumlah orang Yahudi yang pindah ke Israel melonjak...

Jum'at, 02/01/2015 08:28 0

Indonesia

FS3I: Gandeng Direktorat Wakaf Bangun Masjid di Makam Wali, Iran Gencarkan Syiahisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Langkah Iran yang berusaha menggandeng Direktorat Pemberdayaan Wakaf untuk membangun masjid besar...

Jum'at, 02/01/2015 08:06 0

Afghanistan

Tanggapan Imarah Islam Afghanistan Terkait Kegagalan Misi ISAF di Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Sejak 13 tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas desakan sepihak dari Amerika...

Jum'at, 02/01/2015 07:21 0

Analisis

CIA Siksa Tahanan dengan Musik Metal, Begini Metodenya!

KIBLAT.NET – Laporan penyiksaan Komite Intelijen Senat yang dirilis ke publik pada Selasa lalu mengungkapkan sejumlah...

Kamis, 01/01/2015 19:32 0

Indonesia

Refleksi Ekonomi Akhir Tahun 2014 Tegaskan Sistem Ekonomi Islam Jadi Solusi

KIBLAT.NET, Bandung – Momentum akhir tahun 2014 (28/12), HTI Kab. Bandung Barat (KBB) menyelenggarakan acara...

Kamis, 01/01/2015 18:20 0

Indonesia

Menteri Agama Nilai Perkap Jilbab Polwan Harus Segera Direalisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Realisasi Peraturan Kapolri mengenai jilbab Polwan yang berlarut-larut menuai sorotan banyak pihak,...

Kamis, 01/01/2015 18:10 0

Indonesia

HMI Pamekasan Kecam Pesta Musik Dugem di Pendopo Kabupaten

KIBLAT.NET, Pamekasan – Pagelaran pesta musik “dugem” dan tari telanjang dada yang dilakukan sekelompok pemuda...

Kamis, 01/01/2015 17:04 0

Indonesia

Indonesia Kecewa Atas Kegagalan DK PBB Sahkan Resolusi Palestina

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mewakili Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan kegagalan Dewan Keamanan...

Kamis, 01/01/2015 16:00 0

Close