2014, Jumlah Imigran Yahudi Masuk ke Israel Melonjak Tajam

KIBLAT.NET, Yerusalem – Ternyata pada tahun 2014 jumlah orang Yahudi yang pindah ke Israel melonjak tajam dan mencapai angka tertinggi dalam satu dekade. Imigran terbanyak berasal dari Eropa Barat.

Dalam sebuah pernyataan bersama Badan Yahudi, kementerian Imigrasi Israel pada Rabu (31/12) menyatakan perpindahan orang Yahudi ke Israel di tahun 2014 adalah yang tertinggi dalam 10 tahun.

Jumlah imigran Yahudi tersebut mencapai 26.500 penduduk baru, menurut pernyataan bersama dengan Badan Yahudi, sebuah organisasi kuasi-pemerintah bertugas mendorong orang-orang Yahudi pindah ke Israel.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 32 persen dari tahun lalu yang jumlahnya sekitar 20.000 imigran. “Ini merupakan tahun pecahnya rekor,” kata Ketua Badan Yahudi Natan Sharansky. Badan itu adalah sebuah organisasi di bawah pemerintah Israel yang bertugas mendorong orang-orang Yahudi untuk pindah ke Israel.

“Ini juga menunjukkan perpindahan bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel, jumlah imigran yang datang ke Israel dari penjuru dunia lebih besar daripada imigran melarikan diri dari negaranya yang dalam bahaya,” imbuhnya.

Yahudi dari Prancis menjadi jumlah terbesar, dengan lebih dari 6.600 orang yang pindah ke Israel. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari yang masuk pada tahun 2013, yaitu 3.400 orang.

Secara keseluruhan, imigran dari Eropa Barat meningkat sebesar 88 persen, dengan jumlah kedatangan 8640. Meningkat pesat dari jumlah tahun lalu yang hanya 4.600.

Sebanyak 620 berasal dari Inggris, dari Italia berjumlah 340. Sementara dari Belgia dan Jerman masing-masing 240 dan 120 orang Yahudi. Imigran dari negara-negara pecahan Uni Soviet meningkat sebanyak 50 persen, dengan jumlah 11.430 orang.

Tel Aviv adalah kota yang menjadi tujuan dengan jumlah imigran tertinggi, sekitar 3.000. Kemudian diikuti oleh kota Netanya di pesisir utara dan Yerusalem. Lebih dari tiga juta orang Yahudi telah masuk ke Israel sejak terbentuknya negeri zionis itu pada tahun 1948, termasuk satu juta diantaranya dari negara-negara pecahan Uni Soviet sejak tahun 1990.

Zionis Yahudi terus merampas tanah warga Palestina untuk membuat pemukiman baru. Undang-undang Israel menjanjikan kewarganegaraan dan keuntungan bagi orang-orang Yahudi dari berbagai belahan dunia, untuk membentuk sebuah negara Yahudi.

 

Sumber : Al Arabiya

Penulis : Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat