... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Memahami Manhaj Al-Qaidah (3/5): Perubahan Umat Secara Bertahap

KIBLAT.NET – Penjelasan manhaj dan strategi Al-Qaidah kali ini tidak disampaikan dalam poin-poin secara urut, tetapi berupa uraian panjang yang dilengkapi dengan pengalaman di lapangan. Syaikh Hussam memiliki alasan penting dalam hal ini, dan inilah yang menarik untuk kita simak. Berikut kelanjutannya:
Apa sebenarnya alasan kami tulisan ini diawali dengan pengantar yang begitu panjang, padahal hanya ingin menjelaskan pemikiran, manhaj dan strategi Al-Qaidah?

Perkara yang mengundang saya untuk membicarakan tentang itu tak lain karena propaganda media kepada para penegak kewajiban jihad—para mujahidin secara umum dan Al-Qaidah khususnya—dengan tuduhan bahwa revolusi yang terjadi di Arab atau yang disebut dengan revolusi musim semi Arab berada di bawah panji jamaah jihad yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, perjuangan mereka tidak menguatkan barisan revolusi yang sedang dibangun. Revolusi dikira hanya akan berhenti pada hal-hal negatif. Bahkan mungkin mereka akan saling bermusuhan karena mereka berhasil dalam beberapa hari atau beberapa pekan untuk mencapai sesuatu yang gagal dicapai oleh jamaah yang mengangkat senjata bertahun-tahun lamanya untuk melawan pemerintah. Belajar dari pengalaman, maka kaum muslimin tidak perlu melawan penguasa thaghut yang tersisa atau mengangkat senjata melawan peraturannya.

Propaganda media tersebut jelas tidak benar. Mereka ingin menjauhkan umat dari kewajiban jihad. Kaum salibis barat tidak ingin mendapatkan akibatnya.

Salah satu ekspresi kebencian yang ditunjukkan rakyat Pakistan terhadap Amerika

Salah satu ekspresi kebencian yang ditunjukkan rakyat Pakistan terhadap Amerika

Kami tidak ingin berlarut-larut membantah kebohongan tersebut, karena pemimpin mujahidin dan ulama yang mukhlis telah menyerukan umat Islam untuk melakukan revolusi terhadap pemerintah tirani mereka yang zalim, baik melalui rekaman suara maupun visual. Seperti yang dilakukan oleh beberapa Syaikh kami terdahulu; Syaikh Abdullah Azzam—Rahimahullah—dan Syaikh Umar Abdur Rahman—semoga Allah membebaskannya—dan lain-lain dari pemimpin mujahidin dan para ulama yang telah diakui kapabilitasnya oleh seluruh dunia. Bahkan sekitar tiga tahun yang lalu, kami telah menerbitkan sebuah artikel dalam Majalah Thala’i Khurasan untuk mengajak kaum muslimin untuk melakukan revolusi, dengan judul; “Da’wah Li Saurah Fi Zaman At-Tughyan” yaitu seruan untuk melakukan revolusi terhadap pemerintahan thaghut.

BACA JUGA  Ghazwatul Hindi: Nusantara, Front Utama Melawan Cina (Bag. 3)

Selanjutnya penegasan bahwa tujuan revolusi tersebut sebenarnya sama dengan yang rencanakan oleh Al-Qaidah, hanya saja Al-Qaidah tidak mampu —karena revolusi lahir dengan cara damai dan dicapai dengan cara yang paling mudah tanpa harus mengedepankan kekerasan— maka ini adalah pernyataan palsu dan sangat tendensius. Sebab Al-Qaidah tidaklah melakukan perubahan, kecuali secara bertahap sedikit demi sedikit, sebagaimana yang telah terjadi di negara Arab atau negeri Islam sekarang.

Sudah maklum bahwa perubahan dilakukan sedikit demi sedikit secara bertahap. Perubahan tidak mungkin bisa dicapai dengan cepat dan tergesa-gesa, kecuali Allah menghendaki. Al-Qaidah berusaha untuk melakukan perubahan nyata yang mengakar, sehingga berhasil menjadikan kalimat Allah adalah yang tertinggi dan syariat-Nya adalah otoritas yang mengatur. Dengan demikian tidak ada agama kecuali agama Allah dan penegakan hukum Allah adalah makna dari sebuah negara Islam yang diimpikan oleh Al-Qaidah dan seluruh mujahidin.

Pemimpin Al-Qaeda beserta beberapa pengawalnya

Pemimpin Al-Qaeda beserta beberapa pengawalnya

Kemudian jamaah jihad dengan berbagai macam namanya, dari berbagai negara dan berafiliasi ke mana saja akan hidup dalam masa revolusi-revolusi tersebut, mendukung perjuangannya, berpartisipasi dalam menolongnya, mereka memiliki bagian masing-masing untuk mewujudkannya.

Merekalah para pemimpin kita yang telah keluar-masuk penjara. Mereka ditempatkan untuk mengarahkan umat dan menuntut tercapainya tujuan revolusi dan menjelaskan hakikat dari setiap upaya yang ingin merusak tujuan revolusi tersebut dan mereka menjadi pemimpin generasi muda untuk melawan setiap upaya yang berlawanan dengan tujuan revolusi yang dilakukan oleh sisa-sisa rezim sebelumnya.

Para mujahidin adalah garis terdepan dan pelopor bagi umat. Kalau bukan karena kehendak Allah, kemudian perjuangan mereka untuk melawan kekafiran global dan kekuasaan diktator, tanpa memedulikan perbedaan jumlah dan kekuatan mereka dengan pasukan rezim, revolusi tersebut tidak akan muncul. Ketika rakyat bangkit, kita mengira bahwa mereka akan kalah. Namun ternyata dinding ketakutan itu telah hilang dari hati umat ketika berhadapan dengan pasukan keamanan, meskipun jumlah mereka ratusan ribu dan menggunakan berbagai macam jenis senjata.

BACA JUGA  Ustadz Hilmi Aminuddin Wafat, Jazuli: PKS Kehilangan Pembimbing Dakwah

Kekuatan massa mampu mengimbangi kekuatan senjata musuh. Kelompok mujahidin laksana cahaya matahari yang menerangi kulit hitam pekat. Mereka tidak mampu mengubah realitas dan merobohkan sistem yang berlaku tanpa melibatkan rakyat. Mereka seperti detonator yang memantik api revolusi, mereka menjaga revolusi tersebut dan berani mengorbankan jiwanya untuk menembus hidup seluruh bangsa.

Etnis Cina di Xinjiang yang mendukung Al-Qaidah

Etnis Cina di Xinjiang yang mendukung Al-Qaidah

Ketika revolusi ini dikenal dapat membawa perubahan yang cepat untuk mengubah sebuah sistem yang berlaku, maka banyak dari perubahan itu harus dilakukan secara berlanjut. Kita harus mengubah sistem itu sampai ke akar-akarnya agar menjadi revolusi yang sebenarnya dan bisa disebut dengan revolusi yang berhasil. Karena pada umumnya revolusi-revolusi yang berhasil itu memberikan ruang bagi para pengusungnya untuk membangun kembali sistem dengan mencerai-beraikan sistem yang lama dan membuang seluruh antek-anteknya.

Kalau hanya mengganti presiden saja—sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Aiman—maka sama saja dengan membedah perut pasien kemudian membiarkannya terbuka, padahal yang diinginkan adalah mengangkat kanker dan menjahit luka, kemudian merawat pasien sampai sembuh. Maknanya adalah harus mencabut seluruh sistem secara sempurna. 

Jadi kami menegaskan bahwa umat yang telah mampu menumbangkan para penguasa harus melanjutkan revolusi dan terus bergerak sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan sempurna, terutama dalam memegang komitmen untuk menegakkan hukum Islam sebagai satu-satunya sistem untuk mengatur kehidupan dan menjadi konstitusi yang akan menyingkirkan sistem sebelumnya dan menghentikan intervensi asing dalam urusan internal kita.[Bersambung]

Diterjemahkan: M. Fakhuddin
Editor: Agus Abdullah
Source: https://www.youtube.com/watch?v=BiGzJJjtc8A


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Membaca Kesaksian dari Dalam tentang Al-Qaidah (1/2)

KIBLAT.NET –  Daulah Islam telah merilis Majalah Dabiq edisi keenam,[1] mengangkat tema utama Al-Qaidah dari...

Kamis, 01/01/2015 09:46 0

Yaman

Lagi, Bom Hantam Upacara Keagamaan Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Serangan bom kembali menghantam para pengikut Syiah Houtsi yang mencoba merebut pemerintahan Yaman. Kali...

Kamis, 01/01/2015 09:25 0

Amerika

Diveto AS, Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Palestina Gagal Disetujui

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan PBB gagal menyetujui rancangan resolusi yang memerintahkan penarikan Israel...

Kamis, 01/01/2015 08:34 0

Indonesia

Penghapusan BBM Jenis Premium: Harapan Bagi SPBU Asing, Derita Rakyat Kecil

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah memberi waktu selama 2 tahun kepada PT Pertamina (Persero) untuk menghapus...

Kamis, 01/01/2015 08:10 0

Indonesia

Begini Potret Ganti Tahun Masehi di Serambi Mekkah

KIBLAT.NET, NAD — Ada yang berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi di Provinsi Nanggroe Aceh...

Kamis, 01/01/2015 08:00 0

Afghanistan

Perancis Pulangkan Tentara Terakhirnya dari Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Perancis memulangkan pasukan terakhirnya dari Afghanistan pada Rabu, (31/12). Pemulangan itu menyusul...

Kamis, 01/01/2015 07:26 0

Suriah

Lagi, Operasi Terowongan Tewaskan 30 Tentara di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Sedikitnya 30 tentara Suriah tewas setelah pejuang Jabhah Syamiyah meledakkan empat gedung...

Rabu, 31/12/2014 20:03 0

Asia

Bangladesh Kembali Jatuhkan Hukuman Mati kepada Petinggi Jamaat-e-Islami

KIBLAT.NET, Dhaka – Seorang pemimpin Partai Jamaat-e-Islami Bangladesh telah dijatuhi hukuman mati pada hari Selasa...

Rabu, 31/12/2014 19:25 0

Indonesia

Kunjungi Direktorat Wakaf, Iran Ajak Kerjasama Bangun Masjid di Makam Wali

KIBLAT.NET, Jakarta – Kedutaan Besar Iran yang diwakili Konselor bidang Kebudayaan Besar, berkunjung ke Direktorat...

Rabu, 31/12/2014 19:00 0

Indonesia

Cendekiawan Muslim: Penguasa Tak Boleh Buat Kebijakan yang Melawan Aturan Allah

KIBLAT.NET, Bekasi – Umat Islam Indonesia seyogyanya harus memahami dengan baik konsep hikmah, adil dan...

Rabu, 31/12/2014 18:32 0

Close