... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

CIA Siksa Tahanan dengan Musik Metal, Begini Metodenya!

Foto: Tahanan Guantanamo disiksa dengan suara musik.

KIBLAT.NET – Laporan penyiksaan Komite Intelijen Senat yang dirilis ke publik pada Selasa lalu mengungkapkan sejumlah penyiksaan fisik yang mengerikan dilakukan oleh CIA, di antaranya ialah waterboarding, pengurangan waktu tidur, dan kekerasan seksual.

Namun, ada rincian bahwa badan intelijen AS itu juga melakukan “teknik disorientasi suara”. Laporan itu menyebutkan para tahanan dipaksa mendengar suara musik yang sangat keras selama 24 jam sehari. Salah satunya adalah lagu “Rawhide” yang dinyanyikan oleh Blues Brothers.

Dalam catatan kaki, laporan tersebut mengungkapkan:

Catatan CIA menunjukkan bahwa dalam interogasi CIA kepada Ramzi bin al-Shibh … “Lagu ‘Rawhide’ yang dibawakan oleh Blues Brothers disetel berulang-ulang.” Catatan CIA menyatakan bahwa reaksi Ramzi bin al-Shibh saat mendengar lagu itu merupakan bukti pengkondisian, Ramzi bin al-Shibh tahu “ketika ia mendengar suara musik ia akan dibawa pergi ke suatu tempat dan apa yang akan terjadi dengannya.”

Tulisan ini mengurai bagaimana cara dan mengapa CIA menggunakan sejumlah lagu-lagu ikonik Amerika yang paling disukai banyak orang, sebagai instrumen penyiksaan.

Metode Penyiksaan CIA dengan Musik

Laporan tersebut secara khusus menyebutkan bahwa musik digunakan sebagai alat penyiksaan tanpa sentuhan di fasilitas penahanan COBALT. Para tahanan di sana, menurut laporan itu, “ditahan di dalam ruangan yang gelap gulita dan terus-menerus dibelenggu dalam sel yang terisolasi dengan suara keras atau musik dan hanya diberikan ember untuk kotoran manusia.”

Dari laporan penyiksaan terakhir di Teluk Guantanamo, kita mengetahui bahwa lagu atau album yang sama kerap diputar berulang-ulang dengan volume yang sangat keras untuk membuat para tahanan tetap terjaga selama berjam-jam.

BACA JUGA  Massa PA 212 Akan Kepung DPR Siang Ini

Sebuah laporan dari AP, pada tahun 2008, terkait kondisi tahanan di Teluk Guantanamo mengatakan bahwa suara musik yang keras itu digunakan “untuk menciptakan ketakutan, disorientasi dan memperpanjang unsur kejutan.

Tidak hanya musik yang digunakan untuk menjatuhkan lawan sampai mereka “rusak,” tetapi CIA juga, menurut laporan tersebut, menggunakan musik tertentu sebagai pemicu pada seorang tahanan bahwa waktu interogasi akan segera dimulai.

Music Torture/Ilustrasi.

Music Torture/Ilustrasi.

“Rawhide” adalah satu-satunya lagu yang secara eksplisit dinyatakan dalam laporan CIA digunakan sebagai teknik penyiksaan. Sejauh yang kita tahu, tidak ada daftar ‘lagu penyiksaan’ secara formal. Tapi pada tahun 2008, Justine Sharrock membuat daftar lagu untuk situs MotherJones bahwa ia telah mendapatkan sebuah daftar dari mantan tentara dan tahanan sejumlah lagu yang telah digunakan terhadap para tahanan. Berikut adalah beberapa dari mereka:

– Dope: “Die MF Die”, “Take Your Best Shot”
– Eminem: “White America”, “Kim”
– Theme Song Barney & Friends
– Drowning Pool: “Bodies”
– Metallica: “Enter Sandman”
– Meow Mix: jingle komersial

Sebuah laporan The Guardian dan Justine Sharrock mengungkapkan bahwa dua genre yang paling umum dari musik yang dimainkan untuk para tahanan adalah jenis musik heavy metal dan country, karena keduanya adalah genre khas Amerika. Musik metal dan country bukan hanya lagu yang sangat terkenal di seluruh dunia sebagai sebuah budaya pop, tapi jenis lagu itu juga membuat suara-suara yang asing bagi para tahanan.

Musik menghubungkan anda dengan budaya anda atau justeru malah memisahkan anda dari budaya anda.

“Musik memiliki kemampuan untuk mengambil alih pikiran dan menyerang pengalaman batin anda, sehingga membuatnya begitu menakutkan,” ujar Thomas Keenan, direktur Human Rights Project di Bard College, mengatakan kepada Al Jazeera.

BACA JUGA  Momen Hari Bhayangkara, KontraS: 287 Warga Tewas Ditembak Dalam Setahun

Musik, seperti banyak bentuk seni, adalah bagaimana kita mengidentifikasi dengan budaya kita dan tempat kita di dunia. Memainkan musik Amerika atau budaya asing secara sengaja dimaksudkan untuk menjauhkan para tahanan dari diri mereka sendiri dan budaya mereka, serta untuk merusak mereka secara psikologis.

Dengan menggunakan musik Metal, terutama menggunakan volume yang keras, para tahanan dibanjiri dengan suara yang asing bagi telinga mereka. Dengan demikian, mereka semakin terisolasi terhadap sesuatu yang mereka rasa lebih baik terasosiasi dengannya.

“Secara inderawi, musik mungkin tidak terlalu mengganggu bagi saya. Karena saya dibesarkan di Inggris, saya tahu apa itu. Tapi warga desa Afghanistan, Yaman, dibuat bingung, terpesona dan benar-benar keluar dari diri mereka sendiri,” kata Moazzam Begg, seorang aktivis Inggris yang ditangkap oleh CIA di Pakistan pada Februari 2002, dalam memoarnya.

Selain itu, para penyiksa menggunakan apa yang disebut “musik kegagalan”, seperti lagu “I Love You” yang dinyanyikan oleh Barney dan lagu komersial Meow Mix komersial yang begitu optimis dan berulang-ulang bahwa mereka dapat digunakan untuk mendorong para tahanan ke dalam pemikiran bahwa perlawanan mereka akan sia-sia.

“Aku mencintaimu. Kamu cinta aku. Kami keluarga bahagia. Dengan pelukan yang besar, dan ciuman dari saya untuk Anda. Tidakka akan kau katakan bahwa kau mencintaiku juga?,” inilah lirik lagu yang dinyanyikan Barney. Mengenai hal ini, Sharrock berkata, “Anda harus berhenti tertawa karena Anda menyadari hal ini sebenarnya penyiksaan,” ujarnya di situs MotherJones.

 

Sumber: Vox.com

Penulis: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Refleksi Ekonomi Akhir Tahun 2014 Tegaskan Sistem Ekonomi Islam Jadi Solusi

KIBLAT.NET, Bandung – Momentum akhir tahun 2014 (28/12), HTI Kab. Bandung Barat (KBB) menyelenggarakan acara...

Kamis, 01/01/2015 18:20 0

Indonesia

Menteri Agama Nilai Perkap Jilbab Polwan Harus Segera Direalisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Realisasi Peraturan Kapolri mengenai jilbab Polwan yang berlarut-larut menuai sorotan banyak pihak,...

Kamis, 01/01/2015 18:10 0

Indonesia

HMI Pamekasan Kecam Pesta Musik Dugem di Pendopo Kabupaten

KIBLAT.NET, Pamekasan – Pagelaran pesta musik “dugem” dan tari telanjang dada yang dilakukan sekelompok pemuda...

Kamis, 01/01/2015 17:04 0

Indonesia

Indonesia Kecewa Atas Kegagalan DK PBB Sahkan Resolusi Palestina

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mewakili Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan kegagalan Dewan Keamanan...

Kamis, 01/01/2015 16:00 0

Indonesia

Polisi Sebut Ada Warga Asing Gabung Mujahidin Indonesia Timur

KIBLAT.NET, Palu – Polisi kembali berwacana tentang kemungkinan adanya satu warga negara asing yang menjadi...

Kamis, 01/01/2015 15:00 1

Palestina

Israel Puas DK PBB Gagal Sepakati Resolusi Palestina

KIBLAT.NET, Yerusalem – Kepuasan menyeruak di pihak Israel menyusul kegagalan Dewan Keamanan PBB menyepakati resolusi...

Kamis, 01/01/2015 14:40 0

Manhaj

Memahami Manhaj Al-Qaidah (3/5): Perubahan Umat Secara Bertahap

KIBLAT.NET – Penjelasan manhaj dan strategi Al-Qaidah kali ini tidak disampaikan dalam poin-poin secara urut,...

Kamis, 01/01/2015 12:57 0

Yaman

Lagi, Bom Hantam Upacara Keagamaan Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Serangan bom kembali menghantam para pengikut Syiah Houtsi yang mencoba merebut pemerintahan Yaman. Kali...

Kamis, 01/01/2015 09:25 0

Amerika

Diveto AS, Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Palestina Gagal Disetujui

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan PBB gagal menyetujui rancangan resolusi yang memerintahkan penarikan Israel...

Kamis, 01/01/2015 08:34 0

Indonesia

Penghapusan BBM Jenis Premium: Harapan Bagi SPBU Asing, Derita Rakyat Kecil

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah memberi waktu selama 2 tahun kepada PT Pertamina (Persero) untuk menghapus...

Kamis, 01/01/2015 08:10 0

Close