... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MUI Kab. Bogor: Imigran Syiah Suburkan Praktek Pelacuran

Foto: KH. Zein Mahfuddin.

KIBLAT.NET, Bogor – Resah dengan maraknya pelacuran di kawasan Puncak, seorang aktivis Islam mengambil inisiatif untuk mendatangi lokasi. Tujuannya mencari tahu, sekaligus mengingatkan bahwa “bisnis” ini dapat merusak moral masyarakat.

Namun, alih-alih imbauannya didengarkan, pemuda ini justru memicu kemarahan para warga. Mereka –yang diantaranya para mucikari- lalu mengambil botol dan menghampirinya. Berkali-kali ayunan botol itu bersarang di kepalanya dan tinjuan bertubi-tubi melayang ke wajahnya. Beruntung, aktivis tersebut masih selamat.

Itulah gambaran dampak buruk maraknya bisnis pelacuran di kawasan berhawa sejuk Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut. Para ulama mengaku kian resah, karena keberadaan bisnis esek-esek tersebut semakin subur setelah kedatangan para imigran gelap.

Ketua Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Aliran Sesat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH. Muhammad Zein Mahfudin menilai, kawasan wisata Puncak menjadi ladang empuk para imigran menjadi pekerja bisnis haram ini.

“Saya gak mau sebut wanita susila, mereka ini pelacur!” ujarnya saat ditemui dua anggota Jurnalis Islam Bersatu, Muhammad Pizaro dan Fajar Shadiq di kediamannya, desa Cipayung, Kecamatan Cisarua.

KH. Zein Mahfuddin saat ditemui wartawan JITU di kediamannya di Cipayung, Bogor.

KH. Zein Mahfuddin saat ditemui wartawan JITU di kediamannya di Cipayung, Bogor.

Pria yang akrab disapa Kyai Zein ini makin merasa iba melihat respon masyarakat. Warga yang harusnya menolak, justru merasa tenang-tenang saja karena mendapatkan keuntungan ekonomi. Akhirnya, tidak sedikit dari warga yang menerima kehadiran imigran gelap.

BACA JUGA  Sekjen MUI Heran UGM Tolak Kuliah Umum Ustadz Abdul Somad

“Kalau sudah urusan fulus, memang susah,” tegasnya.

Pangkal masalah ini, kata Kyai Zen, berangkat dari konsep nikah mut’ah para imigran Syiah. Pihak MUI sendiri sudah mengingatkan warga tentang bahaya ini. Apalagi sekarang MUI hadir sampai tingkat desa.

“Respon masyarakat acuh saja, orang mau mengingatkan saja dipukuli,” ujarnya cemas.

Berdasarkan keterangan Kantor Kelas II Imigrasi Bogor, ada sekitar 600 imigran gelap di Bogor. Dari jumlah itu, setengahnya berasal dari Afghanistan. Sisanya berasal dari Pakistan, Somalia dan Rohingya.

“Mayoritas Imigran Afghanistan adalah pengikut Syiah dari etnis Hazara,” ujar Dede Sulaeman, Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian.

Namun, Dede mengaku tidak bisa memastikan jumlah para imigran di Bogor setiap bulannya, karena mereka selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain. “Sekarang bisa berkurang menjadi 300, bisa juga bertambah menjadi 1000,” paparnya.

Dede menerangkan Indonesia menjadi tujuan utama para imigran karena pihak UNHCR mudah mengeluarkan sertifikat para pengungsi. Selanjutnya Puncak menjadi sasaran hunian para imigran karena iklimnya mendukung.

“Puncak ini cuacanya sejuk, masyarakatnya juga ramah-ramah,” terangnya.

Selain masalah prostitusi, persoalan dihadapi para ulama adalah gaya hidup para imigran Syiah. Mereka gemar menenggak minuman keras hingga pagi. “Malam jadi siang, siang jadi malam,” sindir Kyai Zein yang melihat para imigran memilih tidur saat adzan Subuh.

 

BACA JUGA  Para Perusuh Teridentifikasi Bukan Warga Asli Wamena

Reporter: Fajar Shadiq & Muhammad Pizaro

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Siyasah

Ideologi Jihad Diponegoro (5/5): Cara Musuh Melemahkan Jihadis

KIBLAT.NET – Dalam ranah sejarah strategi militer, perang Diponegoro ini meninggalkan jejak sejarah yang monumental....

Ahad, 28/12/2014 19:23 0

Afrika

Pernah Dilaporkan Gugur, Pemimpin Intelijen Al-Shabab Ditangkap di Perbatasan Kenya

KIBLAT.NET, Moghadisu – Meski pernah dinyatakan telah gugur, Zakariya Ismail Hersi, kepala intelijen Al-Shabab Somali...

Ahad, 28/12/2014 18:00 0

Yaman

Penyiar TV Yaman Today Diculik di Sanaa

KIBLAT.NET, Sanaa – Seorang penyiar televisi Yaman Today Channel dilaporkan telah diculik di ibukota Sanaa, lapor...

Ahad, 28/12/2014 17:00 0

Mesir

Oposisi Suriah Bantah Mesir Buat Prakarsa Penyelesaian Konflik

KIBLAT.NET, Kairo – Kubu oposisi Suriah Hadi al-Bahra pada hari Sabtu (27/12) membantah laporan bahwa Mesir...

Ahad, 28/12/2014 15:23 0

Konsultasi

Bagaimana Membalas Kebaikan Teman Beragama Kristen?

Assalamualaikum Teman kantor dan tetanggaku yang Nasrani adalah orang yang lemah lembut kepada saya. Ia selalu mengucapkan...

Ahad, 28/12/2014 14:42 0

Artikel

Umat Islam Lebih Berhak atas Isa Al-Masih daripada Umat Kristiani

KIBLAT.NET – Anda yang memiliki teman, tetangga, rekan kerja beragama Kristen harus tahu bahwa Anda...

Ahad, 28/12/2014 14:02 0

Amerika

Pesan Anti Polisi Jadi Topik Populer di Media Sosial Tahun 2014

KIBLAT.NET, Washington – Dua tanda pagar (hashtag) #ICantBreathe dan #IAmMikeBrown yang merupakan penentangan terhadap kebrutalan...

Ahad, 28/12/2014 14:00 0

Afrika

Somalia Klaim Tangkap Kepala Intelijen Al-Shabab

KIBLAT.NET, Mogadhisu – Pemerintah Somalia menyatakan bahwa pasukannya keamanannya telah menangkap salah seorang pemimpin mujahidin Al-Shabab,...

Ahad, 28/12/2014 13:24 0

Pakistan

Tolak Kecam Serangan Taliban di Sekolah Peshawar, Ulama Pakistan Ini Ditangkap

KIBLAT.NET, Islamabad – Seorang hakim di Pakistan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk ulama di...

Sabtu, 27/12/2014 20:03 0

Siyasah

Ideologi Jihad Diponegoro (4/5): Kafir Asli dan Kafir Murtad

KIBLAT.NET – Dalam pandangan Diponegoro dan pasukannya, perang yang mereka lakukan melawan Belanda dan sekutunya...

Sabtu, 27/12/2014 19:20 0

Close