... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebut Sebagai Serangan Balas Dendam, TTP Akui Serangan ke Sekolah Militer

Foto: Sekolah militer Pakistan diserang

KIBLAT.NET, Peshawar – Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengklaim bertanggung jawab atas terbunuhnya tak kurang dari 126 dalam serangan yang menyasar kompleks sekolah milik Angkatan Darat (AD), Army Public Schools and Colleges System.

Dalam pernyataannya, TTP menegaskan bahwa serangan itu merupakan balasan bagi militer Pakistan yang telah melancarkan serangan ofensif ke wilayah utama TTP di North Waziristan dan menewaskan pimpinan TTP, Adnan Gulshair.

’’Kami memerintahkan untuk membunuh siswa yang sudah besar,’’ terang TTP.

Selasa siang (16/12), enam pejuang TTP melancarkan serangan bersenjata ke kompleks sekolah militer Pakistan.

Insiden di kompleks sekolah yang terletak di Warsak Road tersebut berawal dari kedatangan enam pria tidak dikenal. Mereka memasuki kompleks sekolah milik AD Pakistan itu dengan memanjat tembok. ’’Mereka memakai seragam pasukan paramiliter pemerintah Frontier Corps. Awalnya, kami mengira mereka adalah siswa yang sedang berlatih militer,’’ papar Mudassir Awan, karyawan sekolah.

’’Sebagian besar korban yang tewas dalam serangan tersebut adalah siswa remaja,’’ kata Mushtaq Ghani, pejabat dinas informasi setempat. Aksi brutal TTP itu juga melukai puluhan warga sekolah lainnya. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit berbeda di Kota Peshawar.

Sekolah umum itu memang terdiri atas beberapa jenjang pendidikan. Mulai sekolah dasar (SD) sampai tingkat perguruan tinggi. Kemarin kebetulan sedang ada pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) oleh tim militer AD Pakistan di aula sekolah. Karena itu, petugas keamanan sekolah sama sekali tidak curiga ketika melihat enam pria berseragam paramiliter memanjat dan menuruni tembok sekolah.

BACA JUGA  Cekal Dicabut, Habib Rizieq Bersiap ke Indonesia

’’Begitu melihat banyaknya senjata yang mereka bawa, saya langsung panik. Kami langsung berlari masuk ke kelas,’’ lanjut Awan.

Dia mengungkapkan, tembakan pertama terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Keenam militan itu langsung memberondongkan tembakan ke segala arah.

’’Para penyerang juga memasuki aula sekolah yang menjadi tempat pelatihan P3K oleh tim militer,’’ ungkap seorang saksi kepada stasiun televisi Geo TV.

Aksi di aula tersebut memantik serangan balasan. Baku tembak pun tidak terelakkan. Dalam hitungan menit, petugas keamanan sekolah dan militer Pakistan yang tiba di lokasi kejadian terlibat baku tembak dengan militan.

Baku tembak berlangsung cukup lama. Para pelaku juga sempat menyandera siswa. Untungnya, sebagian besar di antara total sekitar 500 siswa di kompleks sekolah tersebut berhasil dievakuasi ke lokasi aman. Menjelang sore, beberapa saksi mengaku mendengar suara dua dentuman yang sangat keras. Belum jelas asal suara tersebut.

Kemarin pemerintah setempat langsung menutup ruas-ruas jalan utama di Peshawar. Militer juga melibatkan sedikitnya satu helikopter untuk mendukung penyelamatan sandera. Helikopter itu tampak terbang mengitari kompleks sekolah. Polisi yang bersiaga di kompleks sekolah tersebut juga menyediakan sejumlah ambulans untuk mengangkut para korban ke rumah sakit terdekat.

Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif langsung melawat ke Peshawar begitu mendengar insiden tersebut. Dia juga mengecam TTP yang tega melancarkan serangan keji tersebut ke kompleks sekolah militer Pakistan.

BACA JUGA  Muslim Rohingya Hidup dalam Penjara Terbuka di Myanmar

 

Sumber: Jawapos

Penulis: Bunyanun Marsus

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Uni Eropa Cabut Hamas dari Daftar Teroris

KIBLAT.NET, Brussels – Pengadilan Uni Eropa telah memutuskan untuk mencabut Hamas dari daftar kelompok teroris....

Kamis, 18/12/2014 08:02 0

Info Event

Hadirilah Kajian Ilmiah MPI “Kiat Membendung Agama Syiah di Kampus”

KIBLAT.NET – Melihat fenomena akhir-akhir ini, kian ramai aliran sesat dan menyimpang yang mengaku bersumber...

Rabu, 17/12/2014 20:20 0

Indonesia

Sejumlah Elemen Islam Surakarta Edarkan Himbauan Atribut Natal pada Pengusaha

KIBLAT.NET, Surakarta – Sejumlah elemen Islam Surakarta pada Senin, 15 Desember 2014 menyerahkan Surat Himbauan...

Rabu, 17/12/2014 20:00 0

Indonesia

Laskar Islam Klaten Serahkan Surat Pernyataan Haramnya Natal Bersama ke Muspida

KIBLAT.NET, Klaten – Laskar Islam Klaten (LAKIK) pada hari Senin 15 Desember 2014 pukul 10.00 sampai...

Rabu, 17/12/2014 19:37 0

Info Event

Ikutilah Bedah Buku “Kezaliman Media Massa terhadap Umat Islam” di Masjid Al-Muhajirin Grogol

KIBLAT.NET – Allah telah memberikan peringatan kepada umat Islam bahwa orang-orang kafir tidak henti-hentinya berupaya...

Rabu, 17/12/2014 19:23 0

Indonesia

Dituding Korupsi, Bupati Poso Piet Inkiriwang Didemo Puluhan Massa

KIBLAT.NET, Poso – Sebuah perkumpulan masyarakat yang menamakan dirinya Masyarakat Anti Korupsi Kabupaten Poso (MAKKP)...

Rabu, 17/12/2014 19:03 0

Info Event

Hadirilah Kajian Ilmiah dan Bedah Buku “Ulama Syiah Menghujat Syiah” di Semarang

KIBLAT.NET – Mullah Ahmad Kasravi, seorang ulama Syiah tetapi menghujat ajaran Syiah. Bahkan, hujatan akan kedustaan...

Rabu, 17/12/2014 18:30 0

Indonesia

Akademisi Islam: Pemaksaan Atribut Natal Langgar HAM

KIBLAT.NET, Jakarta – Soal atribut natal yang dipaksakan pemakaiannya kepada karyawan Muslim, terus menjadi sorotan...

Rabu, 17/12/2014 12:03 0

Indonesia

Muhammadiyah: Ada Kesan Penghilangan Islam dalam Revisi Doa di Sekolah

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar menentang...

Rabu, 17/12/2014 11:00 0

Indonesia

Keluarga Bantah Mukhlis Hendak ke Suriah Bergabung dengan ISIS

KIBLAT.NET, Magetan – Keluarga Mukhlis Zainal Abidin, salah seorang pria yang ditangkap Polisi Malaysia atas tuduhan hendak...

Rabu, 17/12/2014 10:36 0

Close
CLOSE
CLOSE