... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Akademisi NU: Jangan Kriminalisasi Jihad Sebagai Tindak Terorisme

Foto: DR. Ma'mun Effendi, akademusi Universitas Nahdlatul Ulama, Surakarta.

KIBLAT.NET, Jakarta – Akademisi¬†Universitas Nahdlatul Ulama Solo, Dr. Ma’mun Effendi meminta semua pihak agar tidak mengkriminalisasi jihad sebagai terorisme. Menurutnya jihad berbeda dengan terorisme, jihad tidak dilancarkan di wilayah aman seperti Indonesia.

“Indonesia itu negeri aman, di Indonesia tidak perlu jihad seperti itu,” katanya kepada wartawan seusai diskusi panel bertajuk ‘Kepeloporan dan Inisiatif-Inisiatif Berskala Internasional Kerajaan Arab Saudi dalam Menghadapi Terorisme’, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, pada Rabu (17/12).

Ma’mun¬†meminta, aparat untuk tidak bersikap skeptis terhadap istilah jihad. Dia juga mengkritisi penilaian teroris berdasarkan ciri khas fisik. Menurutnya, terorisme itu harus diukur melalui tindakan dan perbuatan bukan pada atribut fisik.

“Jadi terorisme dinilai melalui karakternya, karakter yang lahir dari sikap ekstremisme dan sikap eksklusif. Bukan, dari orang berjenggot, celananya ke atas, terus pakai baju koko langsung dibilang teroris, itu tidak benar,” bebernya.

Dia mengajak semua pihak untuk memerangi terorisme tanpa harus merugikan orang lain, sehingga akan memunculkan sikap antipati terhadap aparat penegak hukum. “Densus 88 harus hati-hati, karena dampaknya akan besar, bukannya memerangi teroris, malah memerangi orang-orang yang latar belakangnya tertarik kepada Islam, akhirnya berbalik tidak senang dengan aparat,” cetus pria yang pernah menjadi saksi ahli kasus terorisme ini.

Menurut dia, masih ada kesenjangan profesionalisme antara penanganan kasus terorisme dengan kasus korupsi. Ia menilai aparat dalam menangani kasus terorisme begitu sigap dan profesional, sedangkan kasus korupsi terkesan lambat dan ditunda-tunda.

BACA JUGA  Penghina Ahok Diproses, Pencaci Habib Rizieq Juga Harus Ditangkap

Selain itu, ia juga meminta semua pihak untuk tidak menghakimi atribut keislaman yang digunakan oleh “gerakan terorisme”. Karena, simbol yang baik belum tentu mewakili kelompok yang menggunakannya. Seperti yang terjadi dalam fenomena ISIS di Indonesia

“Jangan melihat dari sisi bendera ‘La ilaaha illAllah’-nya, itu kan baik. Jadi, lihat dari sisi organisasinya. Jangan ada tulisan ‘La ilaaha illAllah’ dihapus, itu menyakiti umat Islam, itu kan bajunya orang Islam, akhirnya mereka akan antipati terhadap aparat” tegasnya.

 

Reporter: Bilal

Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pengawas HAM: 120 Ribu Tentara Assad Tewas Sejak Awal Revolusi

KIBLAT.NET, Damaskus – Lembaga Pengawas HAM Suriah, Rabu (17/12), menyebutkan lebih 120 ribu petempur pendukung...

Kamis, 18/12/2014 20:02 0

Suriah

Diam-diam, Sepupu Bashar Assad Lakukan Kunjungan Misterius ke Mesir

KIBLAT.NET, Kairo – Sepupu Bashar Assad, Imad Assad, secara misterius mengunjungi Mesir pada Rabu (17/12)....

Kamis, 18/12/2014 19:41 0

Manhaj

Serial Bahasan tentang Baiat: Kewajiban, Aplikasi, dan Penyelewengan (1)

Baiat adalah salah satu elemen dalam sebuah jamaah yang mengikat antara pemimpin dan jamaahnya. Maknanya,...

Kamis, 18/12/2014 18:00 0

Wilayah Lain

Halau Jihadis, Negara-negara Afrika Mengemis Bantuan NATO Turun ke Libya

KIBLAT.NET, Dakkar – Para kepala negara Afrika menyeru North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengirim pasukan...

Kamis, 18/12/2014 17:22 0

Irak

Soal ISIS, Pemimpin Kurdi Salahkan Mantan PM Iraq Nuri Al-Maliki

KIBLAT.NET, Irbil – Pemimpin wilayah otonom Kurdi Iraq, Masud Barzani, menyalahkan mantan Perdana Menteri Iraq...

Kamis, 18/12/2014 15:14 0

Yaman

Pemberontak Syiah Houtsi Kuasai Bank Sentral Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Houtsi pada Rabu (17/12) menyerbu dan menguasai kantor Bank Sentral...

Kamis, 18/12/2014 14:00 0

Suriah

PBB Perpanjang Izin Badan Kemanusiaan Masuk ke Suriah Hingga 2016

KIBLAT.NET, Damaskus – Dewan Keamanan PBB, Rabu (17/12), kembali memperpanjang izin badan-badan bantuan internasional untuk...

Kamis, 18/12/2014 12:00 0

Yaman

Ketakutan Diserang Al-Qaidah, Milisi Syiah Houtsi Lucuti Atribut Mereka

KIBLAT.NET, Sanaa – Komando milisi Syiah Houtsi beberapa hari terakhir mulai menanggalkan atribut-atribut dan merahasiakan...

Kamis, 18/12/2014 10:30 0

Amerika

Ujicoba Rudal Balistik Israel-AS Dikabarkan Tuai Kegagalan

KIBLAT.NET, Yerusalem – Israel dan Amerika Serikat pada Selasa (16/12) kembali menguji sistem rudal balistik...

Kamis, 18/12/2014 10:14 0

Afrika

Tolak Perangi Boko Haram, 54 Serdadu Nigeria Dijatuhi Hukuman Mati

KIBLAT.NET, Abuja – Mahkamah Militer Nigeria menjatuhkan hukuman mati terhadap 54 serdadu karena mereka menolak...

Kamis, 18/12/2014 09:19 0

Close