Syaikh Al-Muhaisini Beberkan Keajaiban Pertolongan Allah pada Mujahidin Suriah di Lembah Dhaif

KIBLAT.NET, Idlib – Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, dai asal Arab Saudi yang terjun berjihad di Suriah, menyampaikan pesan kepada militer Bashar Assad dari Lembah Dhaif sesaat setelah dibebaskan mujahidin pada Senin dini hari lalu (15/12). Beliau menegaskan bahwa mitos lembah Dhaif tak terkalahkan dimentahkan oleh mujahidin.

Hal itu ia sampaikan dalam rekaman video yang diunggah di Youtube melalui akun resminya. Video yang diposting pada Senin itu direkam sesaat setelah mujahidin membebaskan markas militer lembah Dhaif dan Hamidiyah, yang merupakan markas terbesar militer rezim di pedesaan Idlib.

“Saat ini kami berada di lembah Dhaif yang dijadikan mitos rezim. Akan tetapi, mitos itu hari ini dimentahkan mujahidin,” tegas Al-Muhaisini dalam rekaman satu menit empat puluh detik itu.

Beliau berulang kali memuji Allah SWT atas kemenangan besar ini. Seluruh yang dicapai mujahidin di lembah Dhaif merupakan pertolongan dari Allah, bukan karena kehebatan mujahidin.

Syaikh yang terjun dalam pertempuran di Lembah Dhaif itu juga menceritakan pertolongan Allah selama pertempuran pembebasan wilayah penting tersebut. Ketika mujahidin hendak memulai pertempuran pada malam hari, kata Al-Muhaisini, awan yang ketika waktu Isya cerah tiba-tiba menutupi langit. Sehingga hal itu menyulitkan jet tempur rezim menargetkan posisi mujahidin.

Tidak hanya itu, lanjutnya, lima bom birmil yang dijatuhkan helikopter rezim juga meledak di udara. Birmil-birmil itu tidak mempengaruhi konsentrasi mujahidin.

BACA JUGA  Membaca Langkah Biden di Afghanistan

“Tidak ada yang mengetahui tentara Allah, kecua DIA sendiri,” kata Al-Muhaisini memuji Allah atas pertolongan tersebut.

Di akhir perkataannya, beliau menyampaikan pesan kepada militer rezim yang masih setia kepada Bashar Al-Asad. Ingatlah, katanya, nasib kalian akan seperti teman-teman kalian di lembah ini yang tewas di tangan mujahidin.

Sebagaimana diketahui, gabungan mujahidin Suriah Ahad malam lalu melancarkan operasi besar-besaran membebaskan lembah Dhaif. Lembah yang menjadi kekuatan utama rezim di pedesaan Idlib itu telah dikepung selama dua tahun oleh mujahidin. Berulang kali mujahidin berusaha merebut lembah itu, namun berulang kali gagal.

Rezim Bashar Al-Asad merasa kekuatannya di lembah Dhaif tidak bisa dilumpuhkan. Hal itu karena lembah itu dilindungi 25 pos pertahanan militer. Setiap pos diisi sedikitnya 100 tentara dan puluhan tank tempur serta kendaraan lapis baja.

Namun, kemenangan mujahidin kali ini mematahkan mitos tersebut. Menurut laporan Komite Revolusi, sebanyak 1.700 tentara Suriah melarikan diri akibat gempuran mujahidin pada Ahad malam itu.
Sumber: burnews.com
Penulis: Hunef

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat