Pertama Kalinya, Tentara AS Turun ke Darat Hadapi Daulah

KIBLAT.NET, Anbar – Untuk pertama kalinya Amerika Serikat berhadapan langsung dengan Daulah Islamiyah dalam pertempuran darat. Namun, AS tidak bertempur sendiri melainkan bersama milisi bayaran dan militer Iraq.

Pertempuran tersebut terjadi pada Ahad malam (14/12) di dekat pangkalan militer Ain Al-Asad di barat provinsi Anbar. Kurang lebih 100 tentara AS berada di pangkalan tersebut untuk melatih keahlian tempur milisi-milisi bayaran dan tentara Iraq.

Situs berita harian, Al-Araby Al-Jadid melaporkan, sekitar 30 tentara AS dan seorang perwira pertama ikut dalam pertempuran itu. Pertempuran itu sendiri digulirkan untuk menjauhkan Daulah Islamiyah dari pangkalan Ain Al-Asad. Sebelumnya Daulah merebut daerah Dulab yang terletak 10 km dari pangkalan penting tersebut.

“Pasukan AS yang dilengkapi senjata ringan dan menengah serta didukung jet tempur F-18 berhasil memukul Daulah Islamiyah dan memaksa mereka mundur dari daerah Dulab,” klaim komandan lapangan militer Iraq di Anbar, Kolonel Salam Nadzim, kepada Al-Araby Al-Jadid.

Menurut keterangan yang disampaikan Nadzim, puluhan tentara AS itu benar-benar berada di front dan terlibat baku tembak dengan Daulah selama lebih dari dua jam. Milisi Daulah menerima kerugian signifikan akibat pertempuran tengah malam tersebut.

Di sisi lain, lanjutnya, jet tempur F-18 AS membombardir posisi Daulah dari udara. Beberapa saat kemudian, suara tembakan terhenti dari posisi Daulah, sebagaimana diklaim Nadzim.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Hakim Memutuskan Gugatan Tidak Diterima

Para tentara AS itu mundur dari front dan kembali ke pangkalan setelah baku tembak berakhir.

Perlu diketahui, pangkalan militer Ain Al-Asad yang hanya berjarak 90 km dari kota Ramadi itu terletak di wilayah yang sangat strategis. Wilayah itu merupakan pertemuan antara perbatasan Iraq-Suriah dan Iraq-Yordania. Pangkalan Ain Al-Asad juga merupakan pangkalan militer terakhir yang masih dikontrol pemerintah di provinsi Anbar.

Sumber: alaraby.co.uk
Penulis: Hunef

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat