Keluarga Bantah Mukhlis Hendak ke Suriah Bergabung dengan ISIS

KIBLAT.NET, Magetan – Keluarga Mukhlis Zainal Abidin, salah seorang pria yang ditangkap Polisi Malaysia atas tuduhan hendak bergabung dengan ISIS di Iraq dan Suriah, membantah jika pria berusia 24 tahun tersebut terlibat dengan terorisme dan ISIS.

Mukhlis Zainal Abidin adalah seorang pemuda yang diduga ikut tertangkap di Malaysia. Ia dan 11 warga negara Indonesia (WNI) lainnya ditangkap Polisi Diraja Malaysia karena akan berangkat ke Suriah dari Kuala Lumpur.

Sebagian di antara mereka dituding hendak ke Suriah untuk menemui keluarga masing-masing yang terlibat gerakan “Islamic State of Iraq and Suriah” (ISIS).

Ayah Mukhlis, Warni, yang berada di Desa Kalangketi, Kecamatan Sukomoro, Magetan, membantah keras jika putra pertama dari 10 bersaudara itu terlibat jaringan terorisme ataupun ISIS. Selama berada di rumah, Mukhlis dikenal sebagai guru di Pondok Pesantren Al-Mmuslimun Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Magetan sehingga tidak bersikap aneh.

Sejak dua bulan lalu, Muhklis pindah ke Surabaya untuk tinggal bersama istrinya. Pihak keluarga berharap polisi segera membebaskan Mukhlis karena meyakini ia orang baik dan tidak terlibat terorisme ataupun ISIS.

Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, enggan menjelaskan terkait tertangkapnya dua warga Magetan terduga ISIS oleh Polisi Diraja Malaysia. “Itu wewenang Polda Jatim dan Mabes. Kapolres tidak memiliki kewenangan menjelaskan hal ini ke media,” katanya.

 

Sumber: Antara

Penulis: Qathrunnada

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat