Ancaman Eksekusi Datang Lagi, Keluarga Tawanan Tentara Lebanon Ngamuk di Ibukota

KIBLAT.NET, Beirut – Keluarga tentara Lebanon yang ditawan Jabhah Nusrah di Suriah, Senin (15/12), kembali mengamuk dan membakar ban bekas di jalan di dekat markas militer pemerintah di ibukota Beirut.

Kemarahan itu kembali membuncah setelah salah satu dari mereka menerima kabar bahwa Jabhah Nusrah akan kembali mengeksekusi salah satu tawanan jika militer Lebanon tidak serius dalam negoisasi.

Dilaporkan Al-Jazeera dari wartawannya di Lebanon, mereka menuntut militer Lebanon serius untuk menanggapi ancaman Jabhah Nusrah itu. Militer didesak untuk tidak bermain-main dengan nyawa salah satu anggota keluarga mereka.

Aksi bakar ban itu dilakukan setelah ayah dari salah satu anggota keluarga tentara yang ditawan, Hasan Yusuf, mengaku menerima telepon dari anaknya yang ditawan Jabhah Nusrah. Anaknya itu mengabarkan bahwa Jabhah Nusrah telah menerima surat dari militer Lebanon menegaskan tidak akan menanggapi tuntutan Jabhah Nusrah meskipun terus menekan.

Yusuf melanjutkan, Jabhah Nusrah memutuskan memberikan tenggang waktu 48 jam kepada militer Lebanon untuk berupa pikiran. Jika militer tetap keras kepala, tentara Lebanon akan kembali dieksekusi.

“Apa tebusan yang harus kami bayar supaya pemerintah sudi sedikit mengalah (dari Jabhah Nusrah)?,” kata Yusuf kecewa dengan pemerintah yang dinilai tidak melindungi tentaranya.

Ia menunjukkan bahwa kedua anaknya, Hasan Ammar dan Abdurrahim Diyab, termasuk dari belasan tentara Lebanon yang ditawan Jabhah Nusrah. Salah satu dari keduanya mendapatkan giliran yang dieksekusi jika militer Lebanon masih keras kepala.

Yusuf juga mendesak militer Lebanon untuk menggelar negoisasi serius dengan Jabhah Nusrah. Ia meminta Asosiasi Ulama Muslim Lebanon turun tangan menengahi negoisasi ini.

Sementara itu, keluarga tentara Lebanon yang ditawan lainnya memblokade jalan dengan membakar ban bekas. Mereka menegaskan tidak akan diam jika anak mereka mendapatkan giliran eksekusi. Mereka mengancam menutup jalan-jalan di Lebanon jika hal itu benar terjadi.

Jabhah Nusrah terus menekan militer Lebanon dengan mengeksekusi satu persatu tentara yang ditawannya. Gerakan cabang Al-Qaidah Suriah itu menuntut militer Lebanon membebaskan warga Suriah yang ditahan militer. Saat ini masih ada sekitar 16 tentara Lebanon yang masih ditawan Jabhah Nusrah.

 
Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat