... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Dr Iyad Qunaibi: Apa Keuntungan AS Merilis Kebiadaban CIA?

KIBLAT.NET – Laporan penyiksaan tahanan Muslim oleh CIA yang dirilis oleh pemerintah Amerik Serikat pada Selasa, 9 Desember 2014 telah menuai banyak kecaman. Laporan tentang metode yang dikenal di internal CIA sebagai program Rendisi, Penahanan dan Interogasi, terjadi antara 2002-2007 ini dinilai sebagai kemunafikan Amerika Serikat.

Mereview pemberitaan di media-media internasional dan lokal tiga hari terakhir, dilaporkan bahwa sembilan negara telah menjadi tuan rumah untuk penjara rahasia CIA dalam program Rendisinya. Antara lain di Thailand, Afghanistan, Bosnia, Teluk Guantanamo, Irak, Lithuania, Maroko, Polandia dan Rumania. Sementara 54 negara lainnya membantu dengan penangkapan, termasuk Indonesia. Rendisi merupakan program rahasia, yang didefinisikan sebagai pengiriman tahanan tanpa proses hukum.

Keterlibatan Indonesia dilakukan melalui Badan Intelijen Negara (BIN). Mengutip Vivanews, disebutkan bahwa BIN menangkap Muhammad Saad Iqbal Madni, pada 9 Januari 2002. Warga Mesir keturunan Mesir itu, ditangkap di Jakarta atas permintaan CIA. Mantan Kepala BIN Hendropriyono, kemudian memberikan Madni untuk direndesi ke Mesir.

Lantas pada 2003, Indonesia menangkap Salah Nasir Salim Ali Qaru yang kemudian dikirim ke Yordania, di mana dia mendapatkan penyiksaan dalam tahanan, oleh intelijen Yordania. Dia kemudian dipindahkan ke fasilitas CIA lainnya, sebelum di kirim lagi ke Yaman, pada 2005.
Laporan setebal 525 halaman itu hanya berisi kesimpulan, dari 6000 lembar dokumen yang dibuat berdasarkan penelusuran atas 6,3 juta lembar dokumen CIA. Amerika Serikat melakukan aksi balas dendam dengan operasi besar-besaran untuk menangkap para pelaku. Berbagai cara dilakukan termasuk penggunaan kekerasan dalam interogasi para tersangka.

“Kita juga harus bekerja, melalui semacam sisi gelap. Banyak yang perlu dilakukan, harus dilakukan secara diam-diam, tanpa diskusi, menggunakan semua sumber daya dan metode, jika kita ingin sukses,” kata mantan Wakil Presiden Dick Cheney, pada 16 September 2001.

Pada 17 September 2001, Presiden George W Bush memberi kewenangan bagi CIA untuk mengoperasikan pusat penahanan rahasia di luar AS. Sementara 7 Februari 2002, Bush menandatangani memorandum yang menyatakan Konvensi Jenewa tidak berlaku dalam konflik dengan Al-Qaidah.

Kemunafikan Amerika Serikat
AS pernah menjatuhkan vonis 15 tahun kerja kasar, pada seorang warga sipil Jepang yang bekerja sebagai penerjemah bagi militer Jepang, pada Perang Dunia II, Yukio Asano. Dia dituduh melakukan penyiksaan dengan menerapkan waterboarding pada tentara AS yang ditahan Jepang.

BACA JUGA  Pemerintah Sensor Ketat Postingan Corona, Netizen China Semakin Kreatif Ciptakan Kosakata Baru

Sementara kasus waterboarding yang dilakukan CIA, tidak dianggap sebagai penyiksaan atau pelanggaran hukum. Keanehan lainnya adalah pada kasus penyiksaan terhadap Gul Rahman, yang tewas setelah disiksa 48 jam larangan tidur, dan berbagai metode lain.

Agen CIA pemberi instruksi berbagai hukuman, yang mengakibatkan tewasnya Rahman, tidak mendapat sanksi. Bahkan empat bulan kemudian, justru diberi hadiah sebesar $2.500 disebut sebagai penghargaan atas konsistensinya melakukan pekerjaan hebat.

Jadi apa yang menurut AS salah jika dilakukan negara lain, tidak berarti salah jika itu dilakukan untuk kepentingan AS. Washington yang selalu bersuara keras tentang pelanggaran HAM, tidak melihat penyiksaan CIA sebagai salah satu bentuk pelanggaran HAM juga.
Di sisi lain hanya sedikit media Barat yang mengaitkan laporan CIA dengan pelanggaran HAM, berbeda saat media-media itu menyikapi persoalan yang sama di negara lain. Hal itu mempertegas sikap bias media-media Barat.

Media Jerman, Bild, bahkan membela Obama dalam laporannya. Dituliskan bahwa keputusan Obama (mengungkap laporan CIA), adalah simbol kebesaran negara. “Negara yang memutus dirinya dari kejahatan ini, layak mendapat penghormatan tertinggi,” tulis Bild.

Hal senada juga dibuat Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ). “Publikasi skandal dan kesalahan adalah satu tonggak dasar demokrasi,” tulis FAZ, yang salah satu mantan editornya pernah membuat pengakuan mengejutkan.

Dr Iyad Qunaibi

Dr Iyad Qunaibi

Apa Keuntungan Amerika?

Amerika Serikat tahu bahwa negaranya akan mendapatkan kecaman. Termasuk kemungkinan ancaman keamanan terhadap aset-asetnya di seluruh dunia. Karena itulah keamanan Amerika Serikat pun ditingkatkan menjelang dan pasca rilis tersebut.

Tetapi, apa keuntungan yang akan didapat sistem internasional dari mengangkat masalah penyiksaan tahanan Muslim di tangan penyidik Amerika (CIA)? Apakah Amerika ingin mempermalukan diri sendiri?

Ulama Yordania Dr Iyad Qunaibi yang kritis terhadap setiap kasus yang menyangkut umat Islam melihat hal itu tidaklah merugikan Amerika, tetapi justru umat Islam. Menurutnya, setiap gerakan di media tidak akan lepas dari perhitungan. Beliau melihat ada tiga poin utama patut disadari oleh umat Islam!

Pertama, menguatkan perasaan masyarakat Muslim bahwa mereka dalam kondisi tertindas dan putus asa. AS ingin menimbulkan rasa hina di hati umat Islam, seolah-olah mengatakan, “Kami di sini menyiksa saudara-saudara kalian, merendahkan, menelanjangi, mengancam dengan pemerkosaan. Apa yang bisa kalian lakukan?”

BACA JUGA  Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Beribadah di Rumah

Media seperti tidak memiliki batasan untuk menunjukkan penderitaan umat Islam agar mereka bertambah perasaan tertindas, hina dan dendam. Tetapi, menurut Doktor lulusan Amerika yang hafal Al-Qur’an ini, “Semua pemberitaan diarahkan kepada upaya agar umat Islam mengangkat keadaan terhina itu dengan menyetujui undang-undang anti-terorisme.”

Artinya, hasil dari kemarahan umat Islam berakhir pada tindakan menyalahkan diri sendiri bahwa itu semua adalah kesalahan umat Islam. “Musuh-musuh kita berusaha secara berlebihan untuk mengarahkannya kepada sesuatu yang bukan membahayakan mereka, melainkan membahayakan umat Islam!” tambahnya di halaman resminya pada 11 Desember 2014.

Kedua, menurut beliau, sistem internasional ingin menunjukkan bahwa mereka masih menjadi “sistem” yang menaati hukum, dan seolah-olah tindakan CIA tidak diketahui oleh pemerintah AS. Lalu Sistem global akan mengubah penjahat (pemerintahan AS) menjadi hakim yang menegakkan “keadilan”! Kejahatan terorganisir yang dilakukan oleh negara-negara dunia menjadi kesalahan “individu” (oknum-oknum CIA)!

Dengan demikian, lanjut Dr Iyad, Amerika Serikat masih menjadi harapan (bagi masyarakat dunia) yang tidak boleh ditempatkan dalam satu keranjang. Bahkan mereka bisa menjadi tempat memohon untuk menghentikan “kejahatan individu”!! Beginilah yang akan terpikir dalam benak orang-orang yang tidak sadar.

Ketiga, membuat perasaan masyarakat dunia tumpul terhadap kejahatan yang sedang berlangsung saat ini siang dan malam, yang dilakukan oleh sistem internasional. Buktinya, Presiden AS dan Senator yang mencela tindakan penyiksaan, justru merekalah yang terbiasa melakukannya berlipat kali secara langsung atau melalui perwakilan melalui agen-agen yang berkuasa di semua negara Muslim. Seolah-olah penderitaan Muslim di Suriah, Irak, Palestina, Mesir, di penjara dan lembaga-lembaga intelijen negara-negara Muslim itu sudah berhenti dan tidak ada yang tersisa kecuali bila kita membuka file-file lama! Padahal sampai hari ini masih berlanjut.

Terakhir, Ulama Yordania ini mengingatkan, “Hendaknya kita ingat! Awal tahun ini, John McCain di Kongres menampilkan foto-foto penyiksaan dan pembantaian di tangan rezim Suriah. Beberapa bulan kemudian, Amerika benar-benar bertindak, bukan menyelamatkan manusia yang dianiaya, melainkan membantu rezim Suriah! Mahabenar Allah yang berfirman:

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

‘Mereka tiada henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup…’ (QS. Al Baqarah : 217).”
“Maka jangan pernah berprasangka baik kepada mereka sekejap mata pun!!” tutupnya.

Reporter: Agus Abdullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Daulah Eksekusi Anggotanya Sendiri Atas Tuduhan Spionase

KIBLAT.NET, Mosul – Daulah Islamiyah (IS) telah mengeksekusi beberapa anggotanya sendiri–termasuk di dalamnya para pejabat...

Sabtu, 13/12/2014 09:33 3

Investigasi

Bervisi Madinatul Iman, Kehidupan Islam di Balikpapan Sebenarnya Sangat Kondusif

KIBLAT.NET, Balikpapan – Kehidupan Islam di Balikpapan ini berlangsung sangat kondusif. Hampir rata-rata persoalan-persoalan kecil...

Sabtu, 13/12/2014 09:00 0

Wilayah Lain

OTK Tembaki Kedutaan Besar Israel di Athena dengan Kalashnikov

KIBLAT.NET, Athena – Orang tak dikenal (OTK) menembaki kedutaan besar Israel di Athena dengan menggunakan...

Sabtu, 13/12/2014 08:35 0

Afghanistan

Pesawat Tak Berawak AS Kembali Bunuhi Anak-anak di Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Setidaknya 15 orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak (Drone) AS pada...

Sabtu, 13/12/2014 08:22 0

Indonesia

Aneh, PBNU Merasa Wajar Intelejen Barat Ikut Pemberantasan Terorisme di Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Slamet Effendy Yusuf menilai sangat wajar bila...

Sabtu, 13/12/2014 08:00 0

Indonesia

Ancaman Hukuman Bagi Pemred The Jakarta Post Dianggap Terlalu Ringan

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur An-Nashr Institute, Munarman, SH mengapresiasi langkah penyidik Polda Metro Jaya yang...

Sabtu, 13/12/2014 07:25 0

Investigasi

MUI Balikpapan: Ngeri Juga Ini, Balikpapan Didatangi Pengungsi Syiah

KIBLAT.NET, Balikpapan – Sekretaris MUI Kota Balikpapan, Drs. HM. Jaelani mengungkapkan, belakangan ini situasi kondusif...

Sabtu, 13/12/2014 07:00 0

Indonesia

FPI: Permintaan Kasus Pemred The Jakarta Post Gunakan UU Pers Berangkat dari Pola Pikir Liberal

KIBLAT.NET, Jakarta – Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, SH menilai penggunaan Kitab Undang-undang...

Sabtu, 13/12/2014 06:11 0

Indonesia

KMJ Apresiasi Langkah Polri Tetapkan Pemred The Jakarta Post Sebagai Tersangka

KIBLAT.NET, Jakarta – Korps Muballigh Jakarta (KMJ) mengapresiasi Penyidik Polda Metro Jaya yang menetapkan pemimpin...

Sabtu, 13/12/2014 06:00 0

Yaman

Serang Suku Sunni di Al-Baidha, Pemberontak Syiah Houtsi Malah Tewas

KIBLAT.NET, Sanaa – Militan dari kelompok pemberontak Syiah Houtsi pada Kamis (11/12) melancarkan serangan intensif...

Sabtu, 13/12/2014 05:35 0

Close