... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Materi Khutbah Bakal Diatur, Jokowi Dianggap Hidupkan Kembali Era Orde Baru

Foto: Khutbah Jumat/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Agama di bawah era Kabinet Kerja Presiden Jokowi lagi-lagi menuai kontroversi dari umat Islam. Saat ini, lembaga tersebut tengah menggodok materi rancangan undang-undang (RUU) Perlindungan Umat Beragama (PUB). Sejumlah pasal yang mengatur kehidupan beragama pun mendapat prioritas.

Terdapat dua pasal yang bakal menjadi persoalan serius. Yakni pengaturan izin rumah ibadah dan materi dakwah dalam ruang publik yang dianggap perlu pengaturan.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Mubarok menegaskan, sejumlah pasal yang sempat dimasukan dalam RUU Kerukunan Umat Beragama tetap dipertahankan. Sekaligus penambahan pasal terkait izin rumah ibadah dan materi dakwah di ruang publik.

“Terdapat pasal tambahan yang dimasukan. Dan masih terbuka proses diskusi terkait pasal yang perlu diatur dalam RUU PUB ini,” ujar Mubarok usai pengumuman Lomba Foto Kerukunan Nasional di gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (24/11).

Menurutnya berbagai kelompok sosial, tokoh agama dan penggiat kerukunan dan pemerhati isu Hak Asasi Manusia (HAM) ikut membahas. Banyak pendapat yang menarik dan perlu menjadi pertimbangan dalam pasal-pasal RUU PUB.

Beberapa gagasan itu, lanjut dia mendorong perlunya penataan izin rumah ibadah diatur. Termasuk pula materi khutbah yang dilakukan pada ruang publik. “Ada gagasan khutbah itu lebih menyejukkan. Tidak mengeluarkan materi yang memancing amarah dan lainnya,” paparnya.

Pengaturan materi khutbah ini membuka kembali memori umat Islam saat era Orde Baru. Saat itu, pemerintah Soeharto mengawasi dan menindak tegas para ulama dan da’i, bahkan politisi dan sastrawan di bawah UU Subversif.

BACA JUGA  Sambangi Bawaslu, BPN Dikawal Ratusan Massa Berbaju Putih

Sejumlah pasal berkaitan pada isu kepercayaan pun digodok. Banyak aspek keagamaan yang coba ditata ulang melalui RUU PUB. Terkait nomenklaturnya, Mubarok mengakui ada pergantian sebelumnya RUU Kerukunan Antarumat Beragama, kemudian diperbaiki menjadi RUU Perlindungan Umat Beragama. “Perspektifnya coba diperbaharui. Bukan sebatas menjaga kerukunan, tetapi juga melindungi,” tuturnya.

Sebelumnya, Imam Masjid Istiqlal, Dr. Ali Mustafa Yakub menegaskan pemerintah tidak perlu merumuskan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama. Untuk melindungi umat Islam dan menangkal radikalisme umat beragama, cukup dengan menerapkan UU Penistaan Agama dan menindak tegas pelaku penistaan terhadap agama.

“Menurut saya, tidak perlu ada Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama. Cukup menerapkan Undang-Undang Penistaan agama,” ujar Ali Mustafa kepada Republika, Senin (24/11).

Dia justeru mempertanyakan tujuan dari rencana dilahirkannya UU PUB. Menurut dia, tujuan perlindungan terhadap umat minoritas cenderung mengesampingkan keberadaan umat Islam ahlussunnah wal jamaah yang mayoritas.

“Melindung siapa? Terus umat beragama yang mayoritas akan dilecehkan terus? Justeru itu yang akan melahirkan radikalisme agama,” ujar dia.

Ali menganggap UU PUB terkesan kurang berpihak kepada kepentingan Islam di Indonesia. UU tersebut memberikan kelonggaran untuk melecehkan umat mayoritas, yang justeru dapat memicu konflik sosial. “Kan berbeda tidak apa-apa kan? Apa haram? Ini kan urusan kenegaraan kan? Jika UU Penistaan Agama diterapkan, Insyallah radikalisme agama tidak akan lahir,” ujar dia.

BACA JUGA  PSHK: Tim Hukum Wiranto Bungkam Kebebasan Berpendapat

 

 

Sumber: JPNN, Republika

Penulis: Qathrunnada

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Materi Khutbah Bakal Diatur, Jokowi Dianggap Hidupkan Kembali Era Orde Baru”

  1. ahsan

    ayo Umat Islam Seluruh Indonesia sudah saatnya kita bersatu, untuk menegakkan Agama Allah Islam di bumi nusantara, tumpas segala peraturan yang tidak sesuai agama kita… Allahu akbar ….!!!

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Militer Rezim Luncurkan 8 Serangan Udara, Ratusan Pejuang dan Warga Kota Raqqah Jadi Korban

KIBLAT.NET, Raqqah – Jet tempur militer Suriah kembali menghujani pemukiman penduduk di kota Raqqah dengan...

Rabu, 26/11/2014 10:26 0

Irak

Daulah Duduki Gedung Provinsi Anbar, Dephan Iraq Serukan Pasukan tambahan

KIBLAT.NET, Anbar – Daulah Islamiyah meraih kemajuan di kota Ramadi, provinsi Anbar, pada Selasa (25/11)....

Rabu, 26/11/2014 10:03 0

Wilayah Lain

Dituding Ekstrimis Karena Tolak Demokrasi, 40 Rumah Warga dan Sebuah Masjid Digerebek

KIBLAT.NET, Sofia – Pasukan keamanan Bulgaria, Selasa (25/11), menggerebek masjid Pazardjik dan 40 rumah warga...

Rabu, 26/11/2014 09:45 0

News

Lecehkan Syariat Haji, Politikus Bangladesh Dipenjara

KIBLAT.NET, Dhaka – Politikus senior Bangladesh, Abdul Latif Siddiqui, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi setelah...

Rabu, 26/11/2014 09:25 0

Turki

Turki Tolak Berdamai dengan Penguasa Kudeta Mesir

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam acara International Women and Justice Summit...

Selasa, 25/11/2014 19:27 1

Afghanistan

Terkena Bom Magnet, 2 Tentara AS di Afghanistan Tewas

KIBLAT.NET, Kabul – Dua tentara Amerika Serikat tewas seketika ketika kendaraan mereka terkena bom di...

Selasa, 25/11/2014 18:35 0

Myanmar

Dalam Sebulan Terakhir, 14.500 Muslim Rohingya Diusir dari Tanah Kelahirannya

KIBLAT.NET, Arakan – Laporan terbaru mengungkap pemerintah Myanmar masih melanjutkan pengusiran, pembantaian dan penahanan warga...

Selasa, 25/11/2014 18:05 1

Suriah

Dikepung Mujahidin Suriah, 2 Desa Syiah Dikirimi Bantuan Lewat Helikopter

KIBLAT.NET, Aleppo – Helikopter militer Suriah, Selasa pagi (25/11), menerjunkan bantuan militer untuk milisi Syiah...

Selasa, 25/11/2014 17:27 0

Turki

Erdogan: Hak Antara Perempuan dan Laki-laki Tak Bisa Disamakan

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik feminisme, yang bertujuan untuk membangun persamaan...

Selasa, 25/11/2014 16:30 0

Mesir

Mesir Cabut Kewarganegaraan Ulama Asal Palestina

KIBLAT.NET, Kairo – Pemerintah Mesir pada hari Senin (24/11) mencabut kewarganegaraan seorang ulama Salafi Palestina –...

Selasa, 25/11/2014 16:10 0

Close